alexametrics

Bukan Falcon, Ini Sosok Captain America Baru di MCU

loading...
Bukan Falcon, Ini Sosok Captain America Baru di MCU
Sam Wilson alias The Falcon bukanlah Captain America baru di Marvel Cinematic Universe. Tameng ikonik itu akan dipakai seseorang perwira bernama John Walker. (KOMBO)
A+ A-
Di akhir Avengers: Endgame, Steve Rogers (Chris Evans) yang telah uzur menyerahkan tameng Captain America-nya kepada Sam Wilson alias Falcon (Anthony Mackie). Asumsi yang beredar pun menyepakati bahwa Sam akan menjadi Captain America berikutnya. Namun, foto-foto dari lokasi syuting serial The Falcon and the Winter Soldier berkata lain.

Foto-foto itu menunjukkan bahwa ada orang lain yang diduga menggantikan Steve sebagai Captain America. Dia adalah John Walker alias US Agent (Wyatt Russell). Dia tampil persis seperti Captain America, lengkap dengan tameng. Kostumnya pun sangat mirip dengan Captain America.

Keberadaan John di Marvel Cinematic Universe (MCU) bukanlah hal yang mengejutkan. Tahun lalu, bos Marvel Studios Kevin Feige telah mengumumkan kalau serial The Falcon and the Winter Soldier di Disney+ juga akan memperkenalkan John yang diperankan Wyatt. Di komik, John mewarisi jubah Captain America beberapa saat sebelum menjadi US Agent. Namun, di MCU, Sam diperkirakan akan menggantikan Steve sebagai Captain America. Ada laporan kalau Sam akan mendapatkan penolakan dari pemerintah AS untuk menjadi Captain America baru, yang sepertinya bisa jadi benar dengan keberadaan foto-foto Wyatt tersebut.



Serial The Falcon and the Winter Soldier ber-setting setelah peristiwa Avengers: Endgame. Serial ini akan menampilkan Sam, Bucky Barnes/Winter Solider (Sebastian Stan), Sharon Carter (Emily VanCamp) dan Baron Zemo (Daniel Bruhl). Plot serial ini belum terungkap. Namun, penulisnya, Derek Kolstad, menyebut, serial ini akan mengeksplorasi kompleksitas Sam yang dipilih langsugn Steve untuk memegang tameng ikonik dan menjadi penerusnya sebagai Captain America. Menurut Screen Rant, keputusan Marvel untuk menjadikan John Walker sebagai pengganti Steve Rogers ini cerdas, tapi juga salah. Apa sebabnya?

1. US Agent adalah penganti Captain America MCU
Bukan Falcon, Ini Sosok Captain America Baru di MCU

Produksi The Falcon and the Winter Soldier telah dilakukan di Atlanta, Georgia, selama beberapa saat sampai sekarang. Marvel Studios telah mengukur detil narasi serial, tapi foto dari lokasi syuting muncul di internet dan memberikan ide tentang apa yang bisa diharapkan fan dari proyek ini. Salah satu yang paling mengejutkan adalah penampakan pertama karakter John. Foto pertama memperlihatkan John mengenakan seragam militer yang memperlihatkan kalau dia seorang perwira terhormat. Foto lain memperlihatkan dia mengenakan kostum Captain America dan terlihat bahagia memegang tameng yang sama yang diberikan Steve kepada Sam di akhir Endgame.

Debut pada 1986 di komik Captain America #323 sebagai penjahat bernama Super Patriot. Karakter ini diciptakan sebagai lawan pesan inti patriotisme yang baik Captain America. Dia akhirnya mewarisi mantel Captain America di komik, yang mungkin menjadi sumber cerita utama kisahnya di The Falcon and the Winter Soldier. Marvel Studios dikenal sangat taat pakem ketika terkait adaptasi karakter komik ke proyek mereka. Namun, studio ini juga tidak segan-segan meng-update cerita asli. Jadi, kemungkinan akan perubahan terhadap John di MCU dari karakter komiknya.

2. Mengapa memilih US Agent itu cerdas?
Bukan Falcon, Ini Sosok Captain America Baru di MCU

John yang mengenakan kostum Captain America dan memegang tameng mendukung rumor bahwa The Falcon and the Winter Soldier akan berhadapan dengan pemerintah yang menentang Sam sebagai Captain America baru. Karena persona superhero Steve diciptakan melalui Program Tentara Super, maka masuk akal jika mereka ingin punya sikap terkait siapa Captain America baru. Dengan mempertimbangkan kalau John sepertinya adalah tentara sukses dengan resume yang mengesankan, memilih dia sebagai Captain America sepertinya adalah keputusan bagus bagi organisasi itu.

Dengan status MCU selama The Falcon and the Winter Soldier, pemerintah di seluruh dunia masih membangun kembali organisasinya pascajentikan jari Thanos di Avengers: Infinity War dan pasca-Avengers: Endgame. Dengan situasi rapuh seperti itu, mendapatkan seseorang yang dipilih secara internal adalah cara aman untuk memastikan kalau mereka punya kendali atas situasi di mana pahlawan super seperti Captain America terlibat. Melihat foto-foto itu, kostum US Agent tidaklah jauh berbeda dari kostum Steve. Itu artinya, mereka ingin seseorang yang mengingatkan semuanya pada pahlawan tua itu. Mungkin juga memanfaatkan niat baik yang dimiliki Steve selama masa aktifnya.

Dari titik cerita, ini akan memberikan jalan bagi Marvel Studios untuk memperkenalkan karakter komik yang punya cerita pribadi menarik. Iya atau tidaknya MCU akan taat pada perjalananannya di komik tetap harus dilihat. Namun, jika John awalnya debut sebagai penjahat, maka sudah ada contohnya terlebih dahulu di MCU di mana orang jahat berubah menjadi orang baik. Jadi, bukan tidak mungkin John akan menjadi sekutu. Selain itu, hadirnya Captain America versi John ini menjadi penghambat bagi Sam untuk secara resmi menjadi pengganti Steve Rogers. Ini mungkin akan dilihat sebagai sesuatu yang negatif, tapi ini secara efektif memberikan cerita sendiri bagi Sam—peluang memperoleh tameng dan menolak kehormatan yang diberikan dengan mudah kepadanya. Melihat Sam menjalani petualangan kepahlawanannya untuk membuktikan jika dia layak mewarisi mantel Captain America akan membuatnya menjadi salah satu wajah baru MCU. Dengan begini, penggemar akan diberi peluang untuk mendapatkan latar belakangnya sama seperti cerita latar Steve.

3. Falcon masih bisa menjadi Captain America baru
Bukan Falcon, Ini Sosok Captain America Baru di MCU

Belum jelas mengapa pemerintah turut campur dalam memilih Captain America baru di The Falcon and the Winter Soldider. Alasannya bisa karena ras, yang akan menjadi angle menarik di MCU pasca-Black Panther. Bukan suatu kebetulan kalau pemerintah memilih penerus Captain America yang mirip dengan Steve—tinggi, putih dan blonde—seseorang yang tidak bisa terlihat lebih berbeda ketimbang Sam. Ini bisa mengilustrasikan kegagalan mereka mengakui bahwa kualifikasi terpenting untuk menjadi pemegang tameng itu adalah orang baik. Abraham Erskine (Stanley Tucci)-lah yang mengingatkan Steve sebelum dia menerima serum Tentara Super di Captain America: The First Avengers. Sebuah kualitas sama yang dilihat Steve pada diri Sam memicunya untuk memutuskan memilihnya sebagai Captain America baru.

Ada juga masalah Perjanjian Sokovia. Di Infinity War, Jenderal Thunderbolt Ross (William Hurt) masih ingin menangkap mereka yang menolak menandatanganinya dan karena kehadiran Thanos, masalah itu tidak pernah dibahas lagi. Namun, dengan pemerintah kembali bangkit, ada kemungkinan mereka akan melihat ulang masalah itu dan memilih untuk memberlakukan kembali perjanjikan itu. Dengan pertimbangan bahwa Sam adalah salah satu pahlawan yang merisikokan nyawanya dalam membela Bumi melawan Thanos, cukup meresahkan jika pemerintah masih mau menangkapnya karena menolak menandatangani perjanjian itu.

Ada alasan mengapa Steve ingin cepat-cepat memilih pewarisnya sebelum pensin. Setelah memakai mantel Captain America selama puluhan tahun dan melawan para musuhnya, dia tahu bahwa ada orang di sana yang ingin memegangnya, tapi mungkin tidak paham tanggung jawab besarnya. Dia punya alasan mengapa memilih Sam. Mereka saling kenal secara pribadi, jadi Steve tahu kalau dia punya apa yang dibutuhkan untuk menjadi Captain America baru. Dengan mempertimbangkan betapa setianya Steve pada negaranya, setidaknya pemerintah bisa menghormati pengabdiannya dengan menghormati keputusannya menyerahkan tameng itu kepada Sam. Bisa diasumsikan jika pada akhir The Falcon and the Winter Soldier, tameng Captain America itu akan kembali ke tangan Sam.
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak