WHO Santai Hadapi Wabah HMPV, Sarankan Masyarakat Pakai Masker

Kamis, 09 Januari 2025 - 21:20 WIB
loading...
WHO Santai Hadapi Wabah...
WHO memilih santai menghadapi wabah human metapneumovirus (HMPV), meski masyarakat dunia mulai cemas. Foto/ getty
A A A
JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis pernyataan pada Selasa lalu, menyusul laporan wabah human metapneumovirus (HMPV) di China. Dalam pernyataan tersebut, WHO menyebut peningkatan kadar HMPV dan virus serupa di belahan bumi utara diperkirakan terjadi pada saat ini dan tidak jarang terjadi.

Dikutip Newsweek, laporan di media sosial dan outlet berita telah memicu kekhawatiran akan potensi wabah HMPV di China yang dikatakan telah membanjiri rumah sakit dan keadaan darurat telah atau akan diumumkan. Namun, WHO nampaknya santai saja.

Baca Juga: Pasien HMPV Gambarkan Gejala yang Mengerikan: Terburuk yang Pernah Saya Rasakan

WHO malah mendiskreditkan laporan tersebut, dengan mengatakan bahwa WHO sedang menghubungi pejabat kesehatan China dan belum menerima laporan tentang pola wabah yang tidak biasa.

"Pihak berwenang China melaporkan bahwa sistem perawatan kesehatan tidak kewalahan dan tidak ada deklarasi darurat atau respons yang dipicu," kata pihak WHO.

Memang benar bahwa tingkat HMPV telah meningkat di China baru-baru ini, tetapi WHO mengatakan ini bukan hal yang luar biasa untuk saat ini. "HMPV adalah virus pernapasan umum yang ditemukan beredar di banyak negara di musim dingin hingga musim semi," kata pernyataan itu.

"Tingkat infeksi pernapasan akut yang dilaporkan di Chiba, termasuk HMPV, berada dalam kisaran yang diharapkan untuk musim dingin tanpa pola wabah yang tidak biasa yang dilaporkan," tuturnya.

Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China pada akhir 2024 menunjukkan bahwa wavah HMPV meningkat sejalan dengan penyakit serupa lainnya, dan di belakang influenza.

"Meskipun beberapa kasus dapat dirawat di rumah sakit dengan bronkitis atau pneumonia, kebanyakan orang yang terinfeksi HMPV memiliki gejala pernapasan atas ringan yang mirip dengan flu biasa dan pulih setelah beberapa hari," kata pernyataan WHO.

WHO mengatakan bahwa tingkat penyakit mirip flu seperti influenza dan HMPV meningkat di belahan bumi utara, seperti yang diperkirakan terjadi selama bulan-bulan musim dingin.

"WHO merekomendasikan agar orang-orang di daerah yang sedang musim dingin mengambil tindakan pencegahan normal untuk mencegah penyebaran dan mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh patogen pernapasan, terutama bagi mereka yang paling rentan," kata pernyataan tersebut.

"Orang dengan gejala ringan harus tinggal di rumah untuk menghindari penularan ke orang lain dan beristirahat.Orang dengan risiko tinggi atau gejala rumit atau parah harus mencari perawatan medis sesegera mungkin," ucap WHO lagi.

Pernyataan tersebut menyarankan penggunaan masker di tempat yang ramai atau berventilasi buruk, menutup batuk dan bersin dengan tisu atau siku yang ditekuk, mencuci tangan secara teratur dan mendapatkan vaksin yang direkomendasikan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) sebelumnya mengatakan kepada Newsweek bahwa laporan HMPV di China saat ini tidak menjadi perhatian di AS.

Baca Juga: Waspada! Bayi di Bawah Usia 1 Tahun Berisiko Tinggi Terkena Virus HMPV

HMPV adalah penyakit pernapasan mirip flu yang biasanya menyebabkan batuk, demam, hidung meler atau tersumbat, dan sesak napas. Ini adalah salah satu virus yang menyebabkan flu biasa, tetapi dapat menyebabkan gejala yang lebih serius di kalangan anak kecil, orang dewasa lanjut usia, atau individu dengan kondisi medis mendasar yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh atau paru-paru.

Tidak ada pengobatan khusus dan tidak ada vaksin yang tersedia untuk HMPV, jadi tindakan pencegahan penting untuk membatasi infeksi.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
WHO Umumkan Darurat...
WHO Umumkan Darurat Ebola Global, Kemenkes Pastikan Belum Ada Kasus di Indonesia
Waspada Hantavirus,...
Waspada Hantavirus, Kenali Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
Ahli Epidemiologi Sebut...
Ahli Epidemiologi Sebut Lingkungan Terbuka Lebih Aman dari Penularan Hantavirus
Kemenkes Pastikan Dua...
Kemenkes Pastikan Dua Suspek Hantavirus di Indonesia Sudah Negatif dan Sembuh
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Ahli Epidemiologi Sebut...
Ahli Epidemiologi Sebut Indonesia Punya Peluang Cegah Virus Hanta, Begini Caranya
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
AS Waspada, Blokir Pelancong...
AS Waspada, Blokir Pelancong dari Zona Wabah Ebola
Rekomendasi
Mengapa Seres E5 Plus...
Mengapa Seres E5 Plus Jadi Ancaman Baru di Kelas SUV PHEV 7-Seater Indonesia?
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Berita Terkini
Dirjen Imigrasi Ungkap...
Dirjen Imigrasi Ungkap Alasan Tyo Nugros Dicekal ke Malaysia
5 Artis Indonesia yang...
5 Artis Indonesia yang Bermasalah Soal Hak Asuh Anak usai Bercerai
ARMY Syok! Harga Hotel...
ARMY Syok! Harga Hotel di Busan Naik hingga 10 Kali Lipat Jelang Konser BTS
Perjuangan Ayu Ting...
Perjuangan Ayu Ting Ting Demi War Tiket BTS, Sampai Buka Dua HP Bareng Vicky Shu
Sandy Tumiwa Ungkap...
Sandy Tumiwa Ungkap Alasan Unggah Foto Tessa kaunang Berhijab, Kangen!
Anwar BAB Serahkan Seluruh...
Anwar BAB Serahkan Seluruh Uang Saku ke Polisi Usai Diperiksa dalam Kasus Hanania Group
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved