Mengungkap Keretakan Hubungan Ratu Elizabeth dan Meghan Markle, Gegera Masalah Sepele
Sabtu, 11 Januari 2025 - 19:00 WIB
loading...
Ratu Elizabeth II dan Meghan Markle mengalami keretakan hubungan. Foto/ Lapresse
A
A
A
JAKARTA - Ratu Elizabeth II sering digambarkan sebagai sosok yang menenangkan dalam ketegangan antara Pangeran Harry, Meghan Markle dan keluarga kerajaan. Bahkan, Harry dan Meghan memujinya di depan umum, di mana Harry menggambarkannya sebagai nenek yang penyayang dan Meghan menyebutnya "hangat dan ramah." Namun, pengungkapan baru dari orang kepercayaan mendiang raja menunjukkan bahwa hubungannya dengan Meghan jauh lebih tegang daripada yang diakui sebelumnya.
Dikutip Marca, menurut orang dalam, gesekan antara Ratu Elizabeth dan Meghan dimulai jelang pernikahan Harry dan Meghan pada 2018. Salah satunya saran Ratu agar Meghan berlatih dengan tiara yang dipilih, yang memicu ketegangan dengan Angela Kelly, penata busana Ratu.
Harry, dalam memoarnya Spare, mengklaim Kelly menghalangi akses mereka ke tiara, meski sumber-sumber kerajaan menyatakan Ratu kemungkinan berpihak pada Kelly atas apa yang Harry sebut sebagai "amukan amarah."
Sumber-sumber lain menunjukkan kekhawatiran yang lebih dalam dari Ratu, termasuk kegelisahannya dengan gaun pengantin Givenchy Meghan, yang menurutnya "terlalu putih" untuk seorang janda.
Laporan-laporan juga menyatakan dia merasa gelisah saat Pangeran Charles melangkah masuk untuk mengantar Meghan menuju altar, peran yang secara tradisional diperuntukkan bagi ayah mempelai wanita.
Ketegangan meningkat menyusul keputusan Harry dan Meghan untuk mundur sebagai bangsawan senior, dengan ratu dilaporkan menganggap tuntutan mereka untuk peran kerajaan hibrida "kejam."
Wawancara CBS pada 2021 menejelaskan, di mana pasangan itu menuduh keluarga kerajaan melakukan rasisme, dikatakan telah sangat menyakitinya. Namun, puncaknya adalah saat putri mereka diberi nama Lilibet—nama panggilan yang telah lama dikaitkan dengan Ratu.
Dikutip Marca, menurut orang dalam, gesekan antara Ratu Elizabeth dan Meghan dimulai jelang pernikahan Harry dan Meghan pada 2018. Salah satunya saran Ratu agar Meghan berlatih dengan tiara yang dipilih, yang memicu ketegangan dengan Angela Kelly, penata busana Ratu.
Harry, dalam memoarnya Spare, mengklaim Kelly menghalangi akses mereka ke tiara, meski sumber-sumber kerajaan menyatakan Ratu kemungkinan berpihak pada Kelly atas apa yang Harry sebut sebagai "amukan amarah."
Sumber-sumber lain menunjukkan kekhawatiran yang lebih dalam dari Ratu, termasuk kegelisahannya dengan gaun pengantin Givenchy Meghan, yang menurutnya "terlalu putih" untuk seorang janda.
Laporan-laporan juga menyatakan dia merasa gelisah saat Pangeran Charles melangkah masuk untuk mengantar Meghan menuju altar, peran yang secara tradisional diperuntukkan bagi ayah mempelai wanita.
Ketegangan meningkat menyusul keputusan Harry dan Meghan untuk mundur sebagai bangsawan senior, dengan ratu dilaporkan menganggap tuntutan mereka untuk peran kerajaan hibrida "kejam."
Wawancara CBS pada 2021 menejelaskan, di mana pasangan itu menuduh keluarga kerajaan melakukan rasisme, dikatakan telah sangat menyakitinya. Namun, puncaknya adalah saat putri mereka diberi nama Lilibet—nama panggilan yang telah lama dikaitkan dengan Ratu.
Lihat Juga :