Sering Merasa Terlalu Santuy? Mungkin Kamu Seorang Tidsoptimist

Rabu, 02 September 2020 - 14:13 WIB
loading...
Sering Merasa Terlalu...
Orang-orang yang terlalu santai dalam beraktivitas bisa jadi punya masalah dalam perencanaan waktu. Foto/Getty Images
A A A
JAKARTA - Apakah kamu termasuk orang yang hobi terlambat dalam melakukan segala hal? Misalnya telat menyelesaikan tugas atau telat masuk kelas.

Kalo iya, bisa jadi kamu adalah seorang tidsoptimist. Dikutip dari Collins English Dictionary, tidsoptimist adalah orang yang biasanya terlambat karena selalu berpikir bahwa dia punya banyak waktu.

Bisa dibilang, mereka adalah orang yang terlalu optimistis bisa melakukan atau menyelesaikan sesuatu dengan waktu yang sangat singkat, lebih singkat dari waktu yang sebenarnya mereka punya.

Hal ini dibuktikan dengan adanya penelitian bahwa orang-orang yang terlambat punya passage of time (skala ukuran untuk berlalunya waktu) yang berbeda. (Baca Juga: Merasa Kurang Termotivasi? Yuk, Cek tentang Motivasi Intrinsik )

Diana DeLonzor, penulis buku “Never Be Late Again” pernah melakukan penelitian yang melibatkan ratusan orang untuk mengetahui cara orang mempersepsikan waktu.

Ia meminta para respondennya untuk membaca 3-4 lembar sebuah buku dan menginstruksikan mereka berhenti membaca setelah 90 detik.

Sering Merasa Terlalu Santuy? Mungkin Kamu Seorang Tidsoptimist

Foto: 123rf

Hasilnya, orang-orang yang selalu tepat waktu, berhenti membaca sesuai dengan waktu yangditentukan, sementara orang-orang yang sering terlambat berhenti membaca setelah 90 detik.

Atas penelitian yang ia lakukan, Diana menemukan bahwa mayoritas orang yang terlambat sebenarnya gak mau terlambat. Pada dasarnya mereka berusaha untuk tepat waktu.

Tapi, Diana mengungkap bahwa ada sesuatu dalam diri para respondennya yang membuat mereka terlambat. Ibaratnya, seperti memberitahu orang yang diet supaya gakmakan terlalu banyak.

Memang bukan hal yang gampang, tapi gak mustahil untuk mengubah kebiasaan tersebut. (Baca Juga: Bingung Cara Mencari Passion? Begini Langkah Sederhana Menemukannya )

Alasan Sering Terlambat

Dalam sebuah laporan yang ditulis Sumathi Reddy untuk The Wall Street Journal, dia mengungkapkan bahwa para ilmuwan menemukan beberapa alasan seseorang sering terlambat.

“Ada berbagai macam disinsentif dan hukuman karena terlambat, dan paradoksnya adalah kita terlambat bahkan ketika hukuman dan konsekuensi itu ada," kata Justin Kruger, psikolog sosial di New York University's School of Business.

Sering Merasa Terlalu Santuy? Mungkin Kamu Seorang Tidsoptimist

Foto:Monkey Business Images/Shutterstock

Salah satu alasan paling jelas dan umum mengapa orang sering terlambat adalah karena mereka gagal menilai secara akurat jangka waktu, yang dibutuhkan saat melakukan sebuah tugas atau yang dikenal sebagai kesalahan perencanaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, rata-rata orang meremehkan jangka waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan sebuah tugas hingga 40 persen.

Pada 2001, Jeff Conte dari San Diego State University, Amerika Serikat, juga menemukan tipe kepribadian yang hobi terlambat.

Jeff membagi kepribadian menjadi dua, yakni Tipe A yang sangat tegang dan berorientasi pada pencapaian yang cenderung tepat waktu, sedangkan Tipe B lebih santai dan hobi ngaret.

Fakta di lapangan mengatakan, keduanya merasakan ‘waktu’ yang sangat berbeda. Satu menit yang dirasakan Tipe A adalah 58 detik, sedangkan Tipe B lebih santai, yakni 77 detik. Lumayan jauh, kan, perbandingannya?

Sering Merasa Terlalu Santuy? Mungkin Kamu Seorang Tidsoptimist

Foto: Shutterstock

Cara Mengatasi Tidsoptimist

Mengutip Psychology Today ada dua cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi tidsoptimist. Pertama, mulailah untuk mencintai suatu hal yang kamu lakukan, baik itu pekerjaan atau lainnya.

Hal iniakan bikin kamu merasa lebihnyaman saat melakukannya, sehingga kamu akan lebih memerhatikan hal-hal kecil, seperti jadwal, dan sebagainya.

Selanjutnya, ini merupakan inti permasalahan yang harus kamu hilangkan, yakni menganggap remeh sesuatu. (Baca Juga: Harus Tahu, Ini 6 Tahap Kedewasaan dalam Siklus Kehidupan )

Dengan menganggap remeh, kamu justru makin membuka peluang untuk terlambat, dan gak menutup kemungkinan hasil yang akan kamu dapatkan kurang maksimal, karena melakukan suatu hal secara tergesa-gesa.

Fazjri Abdillah
Kontributor GenSINDO
Politeknik Negeri Jakarta
Instagram: @rana.warta
(it)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
S2 Psikologi Unika Atma...
S2 Psikologi Unika Atma Jaya Raih Akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Saatnya Negara Memperkuat...
Saatnya Negara Memperkuat Profesi Psikolog Klinis
Rekomendasi
Jokowi Pasti Hadir ke...
Jokowi Pasti Hadir ke Persidangan dan Tunjukkan Ijazah
Kejagung Ajukan Banding...
Kejagung Ajukan Banding Atas Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim
IHSG Jaga Tren Positif,...
IHSG Jaga Tren Positif, Hari Ini Ditutup Menguat ke 5.744
Berita Terkini
Ruben Onsu Gugat Hak...
Ruben Onsu Gugat Hak Asuh Anak, Pertemuan dengan Sarwendah Dipastikan Batal
Ruben Onsu Gugat Hak...
Ruben Onsu Gugat Hak Asuh Tiga Anak, Nama Betrand Peto Ikut Dicantumkan
Lisa Mariana Diduga...
Lisa Mariana Diduga Tipu Klien Endorsement, Korban Mengaku Rugi Ratusan Juta
Ruben Onsu Bikin Pangling...
Ruben Onsu Bikin Pangling dengan Tampil Brewok Sepulang Umrah
The Journey Of Pursuing...
The Journey Of Pursuing Love, Drama Pendek China V+Short Tentang Balas Dendam
Sarah Gibson Resmi Berpisah...
Sarah Gibson Resmi Berpisah dari Diska Resha, Tetap Sepakat Co-Parenting
Infografis
Sering Diucapkan Gen...
Sering Diucapkan Gen Z, Berikut Istilah Parasocial Relationship
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved