Kronologi Uya Kuya Diusir saat Buat Konten di Depan Rumah Korban Kebakaran Los Angeles
Minggu, 19 Januari 2025 - 13:40 WIB
loading...
A
A
A
"Video yang di depan rumah orang yang mengaku pemilik rumah juga langsung kita delete dan kita sudah meminta maaf juga pada yang bersangkutan. Karena sebelumnya orang tersebut tidak ada di sana dan kita juga nggak tau kalo dia pemilik rumah sebelum dia menegur kita," lanjutnya.
Ayah dua anak itu menduga teguran tersebut dipicu oleh kesalahpahaman. Ia mengklaim bahwa pemilik rumah mungkin tidak memahami bahasa Indonesia yang digunakan saat wawancara berlangsung.
Baca Juga: Uya Kuya Tegaskan Buat Konten di Jalan, Bukan Pekarangan Rumah Korban Kebakaran Los Angeles
"Cuma karena mungkin mereka nggak ngerti bahasa kita, jadi kita ditegur sendiri, yang lain nggak ditegur. Padahal yang lain datang ambil video juga, kita doang yang ditegur, tapi nggak apa-apa. Kita ngerti juga perasaan mereka," ujarnya.
"Dan setelah kita lihat video mereka yang di-upload di TikTok kan banyak komentar yang di-like sama si peng-upload itu, yang dia like itu ternyata yang mereka bicarakan kita dituduhnya scammer," sambungnya.
Situasi ini semakin diperkeruh dengan adanya fenomena penipuan yang berpura-pura menjadi korban kebakaran untuk menggalang donasi palsu di kawasan tersebut.
"Melihat dari komentar di konten aslinya TikTok-nya, mereka mengira kita adalah scammer yang berpura-pura menjadi korban kebakaran untuk mengumpulkan donasi demi kepentingan pribadi karena mereka tidak mengerti mother languange kita," tandasnya.
Ayah dua anak itu menduga teguran tersebut dipicu oleh kesalahpahaman. Ia mengklaim bahwa pemilik rumah mungkin tidak memahami bahasa Indonesia yang digunakan saat wawancara berlangsung.
Baca Juga: Uya Kuya Tegaskan Buat Konten di Jalan, Bukan Pekarangan Rumah Korban Kebakaran Los Angeles
"Cuma karena mungkin mereka nggak ngerti bahasa kita, jadi kita ditegur sendiri, yang lain nggak ditegur. Padahal yang lain datang ambil video juga, kita doang yang ditegur, tapi nggak apa-apa. Kita ngerti juga perasaan mereka," ujarnya.
"Dan setelah kita lihat video mereka yang di-upload di TikTok kan banyak komentar yang di-like sama si peng-upload itu, yang dia like itu ternyata yang mereka bicarakan kita dituduhnya scammer," sambungnya.
Situasi ini semakin diperkeruh dengan adanya fenomena penipuan yang berpura-pura menjadi korban kebakaran untuk menggalang donasi palsu di kawasan tersebut.
"Melihat dari komentar di konten aslinya TikTok-nya, mereka mengira kita adalah scammer yang berpura-pura menjadi korban kebakaran untuk mengumpulkan donasi demi kepentingan pribadi karena mereka tidak mengerti mother languange kita," tandasnya.
(dra)
Lihat Juga :