Pencegahan Stunting pada Anak Bisa lewat Aksi 3 LM
Kamis, 23 Januari 2025 - 15:18 WIB
loading...
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan kognitif anak. Foto/ freepik
A
A
A
JAKARTA – Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, sehingga bisa mempengaruhi kemampuan mental dan belajar anak di sekolah.
Dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional 2025, masalah stunting bisa dilakukan dengan Aksi 3 Langkah MAJU (3LM). Aksi ini bertujuan untuk mendukung pencegahan stunting sejak dini di Indonesia dengan melakukan edukasi dan skrining stunting yang ditargetkan bisa menjangkau setidaknya 1 juta anak.
Dokter spesialis anak, dr Novitria Dwinanda, SpA(K) mengatakan, terdapat berbagai faktor risiko yang dapat menyebabkan stunting. Faktor penyebab antara lain, rendahnya pemahaman orangtua tentang stunting. Akibatnya, asupan gizi bagi anak kurang diperhatikan.
Selain itu, kata dr Novitria, rendahnya pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin karena kesadaran masyarakat dan terbatasnya akses ke fasilitas kesehatan. "Masih banyak orang tua di Indonesia sulit menerima kenyataan atau malu jika anaknya terdiagnosa stunting dan cenderung menyangkal diagnosis dan menolak untuk dirujuk ke Rumah Sakit," bebernya.
Oleh karena itu, penangan anak dengan risiko stunting adalah dengan intervensi keluarga dan lingkungan terdekat anak. "Juga harus dibarengi dengan peningkatan pemahaman tentang pemantauan pertumbuhan, pemberian nutrisi tepat, dan pemahaman diagnosis stunting sendiri. Ini salah satu upaya penurunan angka stunting di Indonesia," tambahnya.
Menurut dr Novitria, skrining dan rujukan sangat penting dalam mewujudkan Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS). Sebab, skrining dini menjadi kunci dalam deteksi awal sehingga intervensi cepat dapat dilakukan.
Skrining efektif mencakup pengukuran tinggi, berat badan, dan penilaian status gizi untuk memastikan anak tumbuh sesuai standar. Sehingga, deteksi dini memungkinkan penanganan tepat, mengurangi risiko komplikasi, dan memastikan anak mendapatkan perawatan optimal.
Sedangkan rujukan terapi stunting memastikan anak menerima intervensi yang tepat, seperti suplementasi gizi, perubahan pola makan, dan pemantauan intensif.
"Melalui rujukan yang tepat, anak dapat mengakses sumber daya yang diperlukan untuk memperbaiki status gizi dan mencegah dampak jangka panjang stunting," tandasnya.
Lee Meeng Thong, CEO Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia mengatakan, Danone SN Indonesia melalui Sarihusada terus mendukung tumbuh kembang optimal anak-anak, khususnya dalam upaya mengatasi masalah stunting.
Untuk itu, dalam hal penanganan stunting, pihaknya memiliki gerakan bernama ‘Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS)’ yang dikembangkan bersama Alodokter sejak 2023 dan telah menjangkau lebih dari 8.000 penerima manfaat dengan melakukan skrining status gizi anak di 50 titik lokasi di Indonesia.
"Dan pada 2025 ini, kami kembali berkolaborasi bersama Alodokter sebagai mitra yang memiliki visi yang sama untuk mendukung kesehatan anak Indonesia, dengan meluncurkan kampanye aksi “3 Langkah MAJU (3LM)” yang masih menjadi bagian dari GMBS," ujarnya.
Inisiatif kolaborasi melalui kampanye terbaru ini sejalan dengan visi Sarihusada untuk memperluas akses kesehatan dan pemenuhan nutrisi bagi anak Indonesia.
Sebagai keberlanjutan dari GMBS yang telah diinisiasi sejak 2023, kampanye aksi 3LM ini dilakukan untuk memperluas jangkauan skrining status gizi anak dengan target 1 juta anak di tahun 2025 yang akan digelar di seluruh wilayah di Indonesia.
“Melalui inisiatif ini, kami ingin mengajak para Bunda di Indonesia untuk deteksi sejak dini risiko stunting pada si Kecil melalui aksi 3LM dengan mengukur tinggi dan berat secara teratur, ajak konsultasi ke dokter dan Upayakan beri nutrisi teruji klinis," bebernya.
Suci Arumsari - Co-Founder & President Director of Alodokter Group mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi inisiatif kolaborasi luar biasa yang telah Alodokter lakukan bersama Sarihusada melalui GMBS sejak tahun 2023.
Kolaborasi ini, lanjutnya, merupakan langkah maju yang sangat berarti dalam upaya kita bersama untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia.
"Dengan menggabungkan keahlian kami di bidang konsultasi kesehatan digital dan komitmen Sarihusada pada nutrisi anak, kami yakin dapat mencapai dampak yang lebih signifikan dalam menurunkan angka stunting," tuturnya.
Dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional 2025, masalah stunting bisa dilakukan dengan Aksi 3 Langkah MAJU (3LM). Aksi ini bertujuan untuk mendukung pencegahan stunting sejak dini di Indonesia dengan melakukan edukasi dan skrining stunting yang ditargetkan bisa menjangkau setidaknya 1 juta anak.
Dokter spesialis anak, dr Novitria Dwinanda, SpA(K) mengatakan, terdapat berbagai faktor risiko yang dapat menyebabkan stunting. Faktor penyebab antara lain, rendahnya pemahaman orangtua tentang stunting. Akibatnya, asupan gizi bagi anak kurang diperhatikan.
Selain itu, kata dr Novitria, rendahnya pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin karena kesadaran masyarakat dan terbatasnya akses ke fasilitas kesehatan. "Masih banyak orang tua di Indonesia sulit menerima kenyataan atau malu jika anaknya terdiagnosa stunting dan cenderung menyangkal diagnosis dan menolak untuk dirujuk ke Rumah Sakit," bebernya.
Oleh karena itu, penangan anak dengan risiko stunting adalah dengan intervensi keluarga dan lingkungan terdekat anak. "Juga harus dibarengi dengan peningkatan pemahaman tentang pemantauan pertumbuhan, pemberian nutrisi tepat, dan pemahaman diagnosis stunting sendiri. Ini salah satu upaya penurunan angka stunting di Indonesia," tambahnya.
Menurut dr Novitria, skrining dan rujukan sangat penting dalam mewujudkan Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS). Sebab, skrining dini menjadi kunci dalam deteksi awal sehingga intervensi cepat dapat dilakukan.
Skrining efektif mencakup pengukuran tinggi, berat badan, dan penilaian status gizi untuk memastikan anak tumbuh sesuai standar. Sehingga, deteksi dini memungkinkan penanganan tepat, mengurangi risiko komplikasi, dan memastikan anak mendapatkan perawatan optimal.
Sedangkan rujukan terapi stunting memastikan anak menerima intervensi yang tepat, seperti suplementasi gizi, perubahan pola makan, dan pemantauan intensif.
"Melalui rujukan yang tepat, anak dapat mengakses sumber daya yang diperlukan untuk memperbaiki status gizi dan mencegah dampak jangka panjang stunting," tandasnya.
Lee Meeng Thong, CEO Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia mengatakan, Danone SN Indonesia melalui Sarihusada terus mendukung tumbuh kembang optimal anak-anak, khususnya dalam upaya mengatasi masalah stunting.
Untuk itu, dalam hal penanganan stunting, pihaknya memiliki gerakan bernama ‘Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS)’ yang dikembangkan bersama Alodokter sejak 2023 dan telah menjangkau lebih dari 8.000 penerima manfaat dengan melakukan skrining status gizi anak di 50 titik lokasi di Indonesia.
"Dan pada 2025 ini, kami kembali berkolaborasi bersama Alodokter sebagai mitra yang memiliki visi yang sama untuk mendukung kesehatan anak Indonesia, dengan meluncurkan kampanye aksi “3 Langkah MAJU (3LM)” yang masih menjadi bagian dari GMBS," ujarnya.
Inisiatif kolaborasi melalui kampanye terbaru ini sejalan dengan visi Sarihusada untuk memperluas akses kesehatan dan pemenuhan nutrisi bagi anak Indonesia.
Sebagai keberlanjutan dari GMBS yang telah diinisiasi sejak 2023, kampanye aksi 3LM ini dilakukan untuk memperluas jangkauan skrining status gizi anak dengan target 1 juta anak di tahun 2025 yang akan digelar di seluruh wilayah di Indonesia.
“Melalui inisiatif ini, kami ingin mengajak para Bunda di Indonesia untuk deteksi sejak dini risiko stunting pada si Kecil melalui aksi 3LM dengan mengukur tinggi dan berat secara teratur, ajak konsultasi ke dokter dan Upayakan beri nutrisi teruji klinis," bebernya.
Suci Arumsari - Co-Founder & President Director of Alodokter Group mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi inisiatif kolaborasi luar biasa yang telah Alodokter lakukan bersama Sarihusada melalui GMBS sejak tahun 2023.
Kolaborasi ini, lanjutnya, merupakan langkah maju yang sangat berarti dalam upaya kita bersama untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia.
"Dengan menggabungkan keahlian kami di bidang konsultasi kesehatan digital dan komitmen Sarihusada pada nutrisi anak, kami yakin dapat mencapai dampak yang lebih signifikan dalam menurunkan angka stunting," tuturnya.
(tdy)
Lihat Juga :