Tiroid Pengaruhi Kesuburan dan Kehamilan, dari Keguguran hingga Kesehatan Mental Anak
Selasa, 28 Januari 2025 - 12:40 WIB
loading...
Hipotiroidisme dan hipertiroidisme dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi wanita. Foto/ HIndustan Times
A
A
A
JAKARTA - Hipotiroidisme dan hipertiroidisme dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi wanita. Gangguan tiroid ini diamati telah merajalela pada wanita. Namun, hipotiroidisme (tiroid kurang aktif) menjadi penyakit yang lebih sering terjadi pada perempuan.
Gejala umum adalah penambahan berat badan, kelelahan, kulit kering, rambut rontok dan menstruasi tidak teratur atau berat. Hipotiroidisme juga dikaitkan dengan gangguan ovulasi dan dapat menyebabkan infertilitas.
Baca Juga: 7 Makanan Paling Ampuh Mengatasi Tiroid, Telur Bisa Mengatur Kadar Hormon
Dikutip Hindustan Times, semua pasien yang menjalani perawatan kesuburan harus diperiksa untuk gangguan tiroid. Dr. Archana Juneja, konsultan, ahli endokrinologi, Rumah Sakit Kokilaben Dhirubhai Ambani, Mumbai mengatakan hipotiroidisme yang tidak terkendali pada ibu dapat menyebabkan berbagai masalah pada ibu dan janin.
"Ini meningkatkan risiko keguguran, aborsi yang terancam dan pendarahan awal kehamilan. TSH ibu yang tinggi, terutama pada awalnya, dapat menyebabkan gangguan IQ, kesulitan pendengaran dan beberapa anomali kongenital pada bayi, yang semuanya benar-benar dapat dicegah dengan suplementasi tiroksin ibu sederhana," tuturnya.
Gejala umum adalah penambahan berat badan, kelelahan, kulit kering, rambut rontok dan menstruasi tidak teratur atau berat. Hipotiroidisme juga dikaitkan dengan gangguan ovulasi dan dapat menyebabkan infertilitas.
Baca Juga: 7 Makanan Paling Ampuh Mengatasi Tiroid, Telur Bisa Mengatur Kadar Hormon
Dikutip Hindustan Times, semua pasien yang menjalani perawatan kesuburan harus diperiksa untuk gangguan tiroid. Dr. Archana Juneja, konsultan, ahli endokrinologi, Rumah Sakit Kokilaben Dhirubhai Ambani, Mumbai mengatakan hipotiroidisme yang tidak terkendali pada ibu dapat menyebabkan berbagai masalah pada ibu dan janin.
"Ini meningkatkan risiko keguguran, aborsi yang terancam dan pendarahan awal kehamilan. TSH ibu yang tinggi, terutama pada awalnya, dapat menyebabkan gangguan IQ, kesulitan pendengaran dan beberapa anomali kongenital pada bayi, yang semuanya benar-benar dapat dicegah dengan suplementasi tiroksin ibu sederhana," tuturnya.
Lihat Juga :