Pangeran William Cuek meski Petisi Pencabutan Gelar Kerajaannya Mengguncang Publik

Rabu, 29 Januari 2025 - 06:00 WIB
loading...
Pangeran William Cuek...
Pangeran William tampak cuek meski muncul petisi yang menuntut pencabutan gelarnya sebagai Pangeran Wales dan telah ditandatangani lebih dari 42 ribu orang. Foto/Getty Images
A A A
INGGRIS - Pangeran William tampak cuek meski muncul petisi yang menuntut pencabutan gelarnya sebagai Pangeran Wales dan telah ditandatangani lebih dari 42 ribu orang. Pewaris takhta selanjutnya itu tetap menjalankan aktivitas sehari-harinya tanpa mengindahkan kontroversi tersebut.

Kelompok anti-monarki, Republic, telah menjadi salah satu penggerak petisi pencabutan terhadap gelar kerajaan Pangeran William . Mereka merencanakan aksi pada dua acara besar, yakni Hari Republik 2025 pada 10 Mei 2025 dan Protes Trooping the Colour pada 14 Juni 2025.

Dilansir dari Geo TV, Rabu (29/1/2025), selain itu, sejumlah petisi yang menyoroti gelar kerajaan juga semakin marak, termasuk yang diluncurkan di platform Change.org.

Salah satu petisi yang menarik perhatian adalah kampanye pencabutan gelar Pangeran Wales yang disandang William sejak 2022. Petisi ini telah mengumpulkan lebih dari 42.000 tanda tangan dan diluncurkan oleh Dr. Trystan Gruffyadd, warga Pontypridd, Wales.

Pangeran William Cuek meski Petisi Pencabutan Gelar Kerajaannya Mengguncang Publik

Foto/Getty Images

Baca Juga: Viral Petisi Pencabutan Gelar Kerajaan Pangeran William, Ditandatangani Lebih dari 42 Ribu Orang



Dalam petisi tersebut, gelar Pangeran Wales disebut sebagai simbol penindasan historis terhadap Wales dan penghinaan terhadap rakyat Welsh. Gelar ini dianggap mewakili dominasi Inggris atas Wales sejak zaman Llywelyn the Last dan Owain Glyndwr, yang merupakan Pangeran Wales asli.

Komentar-komentar dalam petisi menyuarakan rasa tidak puas terhadap pemberian gelar ini kepada suami Kate Middleton tersebut, dengan banyak yang menyebutnya sebagai ludah bagi rakyat Welsh.

"Gelar Pangeran Wales telah menjadi simbol dominasi Inggris atas Wales selama berabad-abad. Hingga kini, gelar tersebut hanya dipegang oleh orang Inggris yang tidak memiliki hubungan mendalam dengan budaya atau masyarakat Wales," tulis salah satu pendukung petisi.

Meskipun petisi ini menarik perhatian publik, kakak Pangeran Harry itu dan Istana Kensington belum memberikan komentar resmi. William tetap fokus pada tugas-tugas kerajaan, sementara petisi terus berkembang.

Baca Juga: Kenapa Netizen Ingin Gelar Bangsawan Pangeran William Dicabut?

Hingga mencapai 100.000 tanda tangan, petisi ini berpotensi dibahas di parlemen Inggris, meskipun tidak ada jaminan bahwa tindakan konkret akan diambil.

Gelar Pangeran Wales diberikan kepada pangeran 42 tahun itu setelah Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada 2022, sebagai simbol pewaris takhta Inggris. Gelar ini diharapkan akan diwariskan kepada putra sulung William, Pangeran George, ketika ia menjadi raja.

Namun, kontroversi seputar gelar ini menunjukkan bagaimana tradisi kerajaan dapat memicu perdebatan dalam masyarakat modern. Terutama di negara dengan sejarah yang kompleks seperti Wales.

Di sisi lain, petisi daring seperti yang diluncurkan di Change.org dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran tentang isu-isu sensitif. Dengan mengumpulkan tanda tangan dalam jumlah besar, petisi ini menunjukkan dukungan publik terhadap perubahan kebijakan dan memberikan tekanan pada pembuat keputusan.

Baca Juga: Pangeran William Mulai Era Kerajaan Baru setelah Dapat Restu dari Raja Charles III

Dalam kasus ini, petisi pencabutan gelar Pangeran Wales telah membuka kembali diskusi tentang hubungan antara Inggris dan Wales, serta relevansi tradisi kerajaan di era modern.

Meskipun kontroversi ini mungkin tidak mengubah gelar putra sulung Raja Charles III dan mendiang Putri Diana itu dalam waktu dekat, protes seperti ini menyoroti pentingnya suara rakyat dalam mempertanyakan tradisi dan kebijakan yang sudah berlangsung lama.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pangeran Harry Siapkan...
Pangeran Harry Siapkan Pengawal Pribadi saat Kunjungi London
Archie dan Lilibet ke...
Archie dan Lilibet ke Inggris, Akankah Bertemu Anak-anak Pangeran William?
Raja Charles III Dikabarkan...
Raja Charles III Dikabarkan Akan Bertemu Archie dan Lilibet, Isyarat Damai Keluarga Kerajaan?
Bawa Archie dan Lilibet...
Bawa Archie dan Lilibet ke Inggris, Pangeran Harry Berharap Bisa Bertemu Raja Charles
Momen Lucu Pangeran...
Momen Lucu Pangeran George Tahan Bersin di Trooping the Colour 2026, Ini Reaksi Kate Middleton!
Kate Middleton Bertemu...
Kate Middleton Bertemu Mantan Kekasihnya Rupert Finch, Begini Kisah Cinta Mereka
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Rekomendasi
Purbaya Tegaskan Investor...
Purbaya Tegaskan Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Tak Kebal Hukum
Pacu Kinerja, Pelindo...
Pacu Kinerja, Pelindo Sinergi Lokaseva Rombak Jajaran Direksi
Gempa Magnitudo 6,8...
Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Pulau Tahuna Sulut
Berita Terkini
Rekomendasi Short Drama...
Rekomendasi Short Drama China, First Marriage Bliss Tayang di V+Short
Rissa Hipnotis Penonton...
Rissa Hipnotis Penonton Musiczone Okezone di Sarinah, Hipdut Bikin Semua Ikut Bergoyang
House And Vox Indonesia...
House And Vox Indonesia Ramaikan IIFEX EASTFOOD 2026, Hadirkan Inovasi Produk dan Cooking Demo
Menjelajah Batavia Lama,...
Menjelajah Batavia Lama, Jejak Bung Karno hingga Charlie Chaplin di Kota Tua Jakarta
Buka Musiczone, Nastya...
Buka Musiczone, Nastya Sabella Ajak Penonton Nyanyi dan Galau Bersama
Pangeran Harry Siapkan...
Pangeran Harry Siapkan Pengawal Pribadi saat Kunjungi London
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved