Pangeran Harry Tawarkan Diri Jadi Raja Inggris Gantikan William
Jum'at, 31 Januari 2025 - 20:00 WIB
loading...
Pangeran Harry pernah secara terbuka menawarkan diri untuk mengambil alih takhta jika kakaknya, Pangeran William, menolak peran sebagai Raja Inggris. Foto/Getty Images
A
A
A
INGGRIS - Pangeran Harry pernah secara terbuka menawarkan diri untuk mengambil alih takhta jika kakaknya, Pangeran William, menolak peran sebagai Raja Inggris. Hal tersebut terjadi saat keduanya masih kecil.
Meskipun kini Pangeran Harry telah meninggalkan kehidupan kerajaan, pernyataan masa kecilnya itu kembali menjadi sorotan di tengah perdebatan mengenai masa depan Kerajaan Inggris yang akan dipimpin Pangeran William .
Sebagai pewaris pertama takhta Raja Charles III, William telah menunjukkan keseriusan dalam mempersiapkan perannya di masa depan. Namun, laporan masa lalu mengungkap bahwa di masa kecilnya, pangeran 42 tahun itu tidak selalu bersemangat dengan tanggung jawab besar tersebut.
Menurut penyiar TV Jeremy Paxman, yang pernah makan siang bersama mendiang Putri Diana sebelum kematiannya pada 1997, suami Kate Middleton itu pernah berkata kepada ibunya bahwa ia tidak ingin menjadi raja. Sang ibu pun membagikan cerita ini dalam percakapannya dengan Paxman.
![Pangeran Harry Tawarkan Diri Jadi Raja Inggris Gantikan William]()
Foto/Getty Images
Baca Juga: Pangeran Harry Sempat Berharap Damai dengan William
Menariknya, respons Harry terhadap pernyataan kakaknya cukup mengejutkan. “Jika kamu tidak menginginkan pekerjaan itu, aku akan menerimanya,” kata Harry saat itu dilansir dari Express, Jumat (31/1/2025).
Pernyataan tersebut semakin diperkuat oleh pakar kerajaan Robert Jobson, yang mengungkap bahwa Diana kerap memanggil pangeran 40 tahun itu dengan julukan GKH (Good King Harry) atau Raja Harry yang Baik. Diana bahkan pernah berpikir bahwa putra bungsunya lebih cocok untuk menjadi raja dibandingkan William.
“Dia melihat Harry sebagai anak yang lebih spontan, karismatik, dan lebih mampu berhubungan dengan orang-orang, sesuatu yang sangat penting bagi seorang pemimpin,” jelas Jobson dalam dokumenter William & Harry: Princes At War.
Meski pernah menunjukkan antusiasme terhadap peran raja, Harry kini telah memilih jalur yang berbeda. Sejak mengundurkan diri dari tugas kerajaan pada 2020 dan pindah ke Amerika Serikat bersama Meghan Markle, ia telah menjauh dari kehidupan kerajaan dan membangun identitasnya sendiri di luar kerajaan.
Baca Juga: Pangeran Harry dan William Diramal Bakal Berdamai di 2025
Keputusan ini tentu menutup kemungkinan bahwa ia akan menjadi raja, kecuali terjadi peristiwa luar biasa yang mengubah garis suksesi takhta Inggris. Namun, pernyataan masa kecilnya tetap menjadi pengingat bahwa pada suatu masa, ia pernah menawarkan diri untuk mengambil peran besar tersebut.
Kini, dengan William yang semakin mantap dalam perannya sebagai calon raja dan Harry yang fokus pada kehidupannya di Amerika, perjalanan kedua saudara ini menjadi salah satu cerita paling menarik dalam sejarah kerajaan modern Inggris.
Meskipun kini Pangeran Harry telah meninggalkan kehidupan kerajaan, pernyataan masa kecilnya itu kembali menjadi sorotan di tengah perdebatan mengenai masa depan Kerajaan Inggris yang akan dipimpin Pangeran William .
Sebagai pewaris pertama takhta Raja Charles III, William telah menunjukkan keseriusan dalam mempersiapkan perannya di masa depan. Namun, laporan masa lalu mengungkap bahwa di masa kecilnya, pangeran 42 tahun itu tidak selalu bersemangat dengan tanggung jawab besar tersebut.
Menurut penyiar TV Jeremy Paxman, yang pernah makan siang bersama mendiang Putri Diana sebelum kematiannya pada 1997, suami Kate Middleton itu pernah berkata kepada ibunya bahwa ia tidak ingin menjadi raja. Sang ibu pun membagikan cerita ini dalam percakapannya dengan Paxman.

Foto/Getty Images
Baca Juga: Pangeran Harry Sempat Berharap Damai dengan William
Menariknya, respons Harry terhadap pernyataan kakaknya cukup mengejutkan. “Jika kamu tidak menginginkan pekerjaan itu, aku akan menerimanya,” kata Harry saat itu dilansir dari Express, Jumat (31/1/2025).
Pernyataan tersebut semakin diperkuat oleh pakar kerajaan Robert Jobson, yang mengungkap bahwa Diana kerap memanggil pangeran 40 tahun itu dengan julukan GKH (Good King Harry) atau Raja Harry yang Baik. Diana bahkan pernah berpikir bahwa putra bungsunya lebih cocok untuk menjadi raja dibandingkan William.
“Dia melihat Harry sebagai anak yang lebih spontan, karismatik, dan lebih mampu berhubungan dengan orang-orang, sesuatu yang sangat penting bagi seorang pemimpin,” jelas Jobson dalam dokumenter William & Harry: Princes At War.
Meski pernah menunjukkan antusiasme terhadap peran raja, Harry kini telah memilih jalur yang berbeda. Sejak mengundurkan diri dari tugas kerajaan pada 2020 dan pindah ke Amerika Serikat bersama Meghan Markle, ia telah menjauh dari kehidupan kerajaan dan membangun identitasnya sendiri di luar kerajaan.
Baca Juga: Pangeran Harry dan William Diramal Bakal Berdamai di 2025
Keputusan ini tentu menutup kemungkinan bahwa ia akan menjadi raja, kecuali terjadi peristiwa luar biasa yang mengubah garis suksesi takhta Inggris. Namun, pernyataan masa kecilnya tetap menjadi pengingat bahwa pada suatu masa, ia pernah menawarkan diri untuk mengambil peran besar tersebut.
Kini, dengan William yang semakin mantap dalam perannya sebagai calon raja dan Harry yang fokus pada kehidupannya di Amerika, perjalanan kedua saudara ini menjadi salah satu cerita paling menarik dalam sejarah kerajaan modern Inggris.
(dra)
Lihat Juga :