Mengenal Kista di Otak, Penyakit yang Diderita Sarwendah
Kamis, 30 Januari 2025 - 09:40 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, jenis kista di otak itu cukup beragam. Namun, ada enam yang uumum, yakni arakhnoid, pineal, koloid, dermoid, epidermoid dan neoplastik.
Kista arakhnoid tulang belakang dapat menyebabkan kelemahan progresif pada tungkai atau mati rasa pada tangan atau kaki.
Kista dapat terbentuk di semua bagian tubuh, termasuk otak. Biasanya, sebagian besar kista otak bersifat jinak dan tidak memerlukan operasi pengangkatan. Jika pembedahan diperlukan, dokter bedah akan mengeringkan atau mengangkat kista.
Karena sebagian besar kista arakhnoid tidak menimbulkan gejala, dokter biasanya mengidentifikasinya selama pemeriksaan MRI atau CT scan untuk masalah yang berbeda. Sebagian besar dokter tidak akan merekomendasikan pengobatan atau pembedahan kecuali jika kista menyebabkan gejala.
Jika dokter memutuskan pengobatan diperlukan, mereka akan melakukan pembedahan untuk mengeringkan cairan, yang akan diserap oleh jaringan di sekitarnya.
Sebagian besar kista pineal tidak memerlukan operasi pengangkatan. Namun, dokter mungkin menyarankan pembedahan jika kista berukuran lebih besar dari 2 cm. Pembedahan melibatkan pembuatan lubang kecil pada kista untuk mengeluarkan cairan, yang akan mengalir ke ruang cairan otak.
Kista koloid
Kista koloid berkembang dalam ventrikel otak. Ventrikel adalah rongga terbuka di otak yang penuh dengan cairan serebrospinal. Kista ini juga bersifat jinak, tetapi dapat menyumbat aliran cairan serebrospinal, sehingga menyebabkan kelebihan cairan di otak. Hal ini disebut hidrosefalus. Gejala hidrosefalus meliputi
sakit kepala, penglihatan ganda, masalah memori, kesulitan berkonsentrasi, perubahan kondisi kesadaran dan bahkan koma pada beberapa stadium lanjut. Dokter menangani kista koloid dengan prosedur invasif minimal yang mengangkat kista melalui endoskopi.
Kista Arachnoid
Kista ini berkembang pada membran arachnoid. Selaput ini menutupi otak dan sumsum tulang belakang bersama dengan dua selaput lainnya. Kista yang tumbuh pada selaput arakhnoid biasanya jinak dan jarang menimbulkan gejala. Namun, jika timbul gejala, gejala tersebut meliputi: sakit kepala, kejang, mual dan muntah, serta pusing.Kista arakhnoid tulang belakang dapat menyebabkan kelemahan progresif pada tungkai atau mati rasa pada tangan atau kaki.
Kista dapat terbentuk di semua bagian tubuh, termasuk otak. Biasanya, sebagian besar kista otak bersifat jinak dan tidak memerlukan operasi pengangkatan. Jika pembedahan diperlukan, dokter bedah akan mengeringkan atau mengangkat kista.
Karena sebagian besar kista arakhnoid tidak menimbulkan gejala, dokter biasanya mengidentifikasinya selama pemeriksaan MRI atau CT scan untuk masalah yang berbeda. Sebagian besar dokter tidak akan merekomendasikan pengobatan atau pembedahan kecuali jika kista menyebabkan gejala.
Jika dokter memutuskan pengobatan diperlukan, mereka akan melakukan pembedahan untuk mengeringkan cairan, yang akan diserap oleh jaringan di sekitarnya.
Kista Kelenjar Pineal
Kista pineal adalah ruang berisi cairan di dalam kelenjar pineal. Kelenjar pineal terletak di dekat pusat otak dan mengatur siklus tidur. Sebagian besar kista pineal bersifat jinak dan hanya menimbulkan sedikit atau tanpa gejala. Kista kelenjar pineal dapat menyebabkan sakit kepala, vertigo dan gangguan penglihatan.Sebagian besar kista pineal tidak memerlukan operasi pengangkatan. Namun, dokter mungkin menyarankan pembedahan jika kista berukuran lebih besar dari 2 cm. Pembedahan melibatkan pembuatan lubang kecil pada kista untuk mengeluarkan cairan, yang akan mengalir ke ruang cairan otak.
Kista koloid
Kista koloid berkembang dalam ventrikel otak. Ventrikel adalah rongga terbuka di otak yang penuh dengan cairan serebrospinal. Kista ini juga bersifat jinak, tetapi dapat menyumbat aliran cairan serebrospinal, sehingga menyebabkan kelebihan cairan di otak. Hal ini disebut hidrosefalus. Gejala hidrosefalus meliputi
sakit kepala, penglihatan ganda, masalah memori, kesulitan berkonsentrasi, perubahan kondisi kesadaran dan bahkan koma pada beberapa stadium lanjut. Dokter menangani kista koloid dengan prosedur invasif minimal yang mengangkat kista melalui endoskopi.
Kista Dermoid
Kista dermoid berkembang dari kelainan bawaan pada sel kulit. Kista ini terjadi ketika lapisan kulit tidak tumbuh bersama sebagaimana mestinya selama perkembangan janin. Kista dermoid muncul saat lahir di otak atau tulang belakang.Lihat Juga :