Pesona Laut Lampung, Upaya Pelestarian Mutiara di Hurun

Kamis, 30 Januari 2025 - 10:00 WIB
loading...
Pesona Laut Lampung,...
Lampung kembali mencuri perhatian dunia dengan diperkenalkannya budidaya mutiara terbaru yang kini menjadi simbol pelestarian alam di wilayah Hurun, Kyoko. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Lampung kembali mencuri perhatian dunia dengan diperkenalkannya budidaya mutiara terbaru yang kini menjadi simbol pelestarian alam di wilayah Hurun, Kyoko. Terletak di kompleks Marriott Lampung, upaya pelestarian ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga keindahan alam dan pariwisata, tetapi juga untuk melindungi ekosistem laut dan melestarikan warisan budaya yang telah tumbuh di kawasan ini. Diharapkan, upaya ini juga dapat menjadi harapan baru bagi pariwisata bahari.

Acara perkenalan Kyoko ini dihadiri oleh Rahmat Mirzani Djausal, calon gubernur terpilih Lampung; Selphie Bong, CEO The Hurun; dan Junanto Hendriawan, Kepala Bank Indonesia Lampung.

Budidaya mutiara Kyoko memiliki sejarah yang menarik. Dibangun pertama kali pada tahun 1987 oleh perusahaan Jepang, budidaya ini telah menjadi bagian integral dari upaya konservasi alam di kawasan tersebut. Setelah perusahaan tersebut memilih berhenti beroperasional di Lampung, Tim Pengembangan The Hurun mengambil alih dan berkomitmen untuk menjaga serta melestarikan budidaya mutiara ini agar tetap dapat dikenal di Lampung.

“Kami memutuskan untuk melanjutkan budidaya mutiara ini karena kami memiliki nilai yang sama, yaitu sustainability. Kami membangun dan merawat Kyoko agar menjadi budidaya mutiara yang berkelanjutan—bukan hanya mutiara, tetapi juga pemeliharaan terumbu karang, di mana adanya budidaya mutiara menjadi bukti bahwa biota laut Lampung benar-benar sehat dan dirawat,” ujar Selphie Bong.

Selphie juga menyatakan harapannya agar pemerintah Lampung dapat lebih serius dalam mengembangkan pariwisata dan melestarikan alam Lampung. Ia berharap ada sinergi antara berbagai instansi untuk mendorong perkembangan pariwisata, bahkan mencontoh kesuksesan Bunaken di Manado, yang telah dikenal dunia berkat keindahan alamnya.

Baca Juga: Ratu Camilla Kesal Kate Middleton Ikuti Jejak Putri Diana

"Kami semua di Provinsi Lampung memiliki semangat yang sama, yaitu ingin Indonesia menjadi negara yang maju, begitu pula dengan Provinsi Lampung. Untuk mencapai kemajuan, dibutuhkan lompatan besar. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri; salah satu instrumen untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi adalah dengan bekerja sama dengan teman-teman di sektor swasta, sehingga investasi dapat masuk ke Lampung dan menyerap lapangan pekerjaan," jelas Rahmat Mirzani Djausal.

"Saya tahu bahwa budidaya mutiara ini tidak mudah dan membutuhkan konsistensi, terutama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dunia sudah mengetahui bahwa apabila di suatu daerah terdapat budidaya mutiara, itu menjadi indikasi bahwa daerah tersebut memiliki laut yang bersih. Hal ini tentu akan berdampak positif pada citra Provinsi Lampung. Oleh karena itu, di area budidaya ini dipasang jaring sampah untuk mencegah sampah masuk, karena jika sampah mencemari, mutiara tidak bisa berkembang dan para petani pun akan rugi. Saya berharap para petani dan nelayan bisa sukses, sehingga semakin banyak yang bergabung dalam budidaya mutiara ini," tambahnya.

Mutiara sering disebut sebagai keajaiban laut karena proses pembentukannya yang sangat unik. Proses pembentukan mutiara memerlukan waktu bertahun-tahun, sehingga mutiara mencerminkan ketahanan dan keindahan alam bawah laut. Keunikan dan keindahannya yang berasal dari kedalaman laut menjadikan mutiara sebagai salah satu keajaiban alami.

Melestarikan budidaya mutiara Kyoko bukanlah tugas yang mudah. Dibutuhkan pendekatan terpadu dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan berbagai aspek lingkungan yang sangat vital. Salah satu tantangan terbesar adalah memelihara kualitas air laut, yang harus bebas dari polusi seperti limbah plastik, limbah industri, dan bahan kimia berbahaya. Selain itu, untuk mendukung kelangsungan hidup tiram mutiara, kawasan ini juga ditetapkan sebagai tempat budidaya yang dilindungi dari kerusakan yang dapat mengganggu ekosistem laut.

Dengan diperkenalkannya budidaya mutiara Kyoko, Lampung semakin mengukuhkan diri sebagai destinasi wisata dunia yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan lingkungan. Budidaya mutiara Kyoko diharapkan dapat menjadi tempat wisata edukatif di mana wisatawan baik dalam dan luar negeri dapat belajar lebih dalam mengenai pentingnya menjaga kelestarian laut serta menikmati keindahan tiram mutiara yang menjadi simbol kemakmuran alam laut Lampung.

Baca Juga: David Beckham Balas Dendam pada Pangeran Harry setelah Dihina Bertahun-tahun

"Kita harus bisa memberikan edukasi kepada masyarakat Lampung bahwa pengeboman laut di Lampung masih banyak terjadi dan membawa dampak negatif. Area laut harus gencar dilindungi dari siapapun yang tidak bertanggung jawab," ujar Selphie Bong.

Lampung Marriott Resort kini semakin dikenal oleh wisatawan mancanegara berkat keindahan alamnya dan komitmennya dalam merawat lingkungan. Inisiatif ini telah menarik perhatian Abercrombie & Kent, salah satu perusahaan tour dan travel termewah di dunia yang melayani tamu-tamu penting. Mulai tahun ini, Abercrombie & Kent akan mengirimkan tamunya ke Lampung.

"Saya berharap masyarakat Lampung mulai bersiap diri untuk perubahan yang positif, menjadi tuan rumah yang hangat, sehingga Lampung selalu dikenang oleh para wisatawan yang datang," ungkap Selphie Bong.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akomodasi Baru di Lampung...
Akomodasi Baru di Lampung Bikin Akses ke Destinasi Favorit Kian Mudah
Membeludak! Pantai Ancol...
Membeludak! Pantai Ancol Dipadati Wisatawan H+2 Lebaran, Akses Masuk Macet Parah
Nikmati Senja Ramadan...
Nikmati Senja Ramadan dan Kehangatan Lebaran di Hotel Tepi Pantai Dekat Jakarta
3 Rekomendasi Wisata...
3 Rekomendasi Wisata Alam di Trenggalek, Hutan Mangrove hingga Pantai Pasir Putih
Liburan ke Madura? Ini...
Liburan ke Madura? Ini 7 Tempat Wisata yang Lagi Hits dan Wajib Masuk Bucket List
Nikmati Hari Cerah di...
Nikmati Hari Cerah di Antalya, Kota dengan Pantai Bersertifikat Bendera Biru Terbanyak
Dukung Keberlanjutan...
Dukung Keberlanjutan Pesisir, Sinergi BUMN Jalankan Konservasi Terumbu Karang di Lampung Selatan
SPMB Lampung 2026 Resmi...
SPMB Lampung 2026 Resmi Dibuka, Cek Jalur, Kuota, dan Link Pendaftarannya
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
Rekomendasi
12 Amalan Populer Hari...
12 Amalan Populer Hari Asyura 10 Muharam yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Berita Terkini
Bongkar: Debi Ceper...
Bongkar: Debi Ceper Beberkan Alasan Tetap Bertahan di Dunia Hiburan
Sering Dibully karena...
Sering Dibully karena Kondisi Fisiknya, Debi Ceper Mengaku Tak Pernah Sakit Hati
Makanan Panas Disantap...
Makanan Panas Disantap dengan Sendok Plastik, Apa Dampaknya bagi Tubuh?
Rossa Umumkan Asuh Anak...
Rossa Umumkan Asuh Anak Perempuan, Warganet Ikut Terharu
Belum Move On, Aji Darmaji...
Belum Move On, Aji Darmaji Tak Kuat Lihat Rumah Lama dengan Mpok Alpa di Ciganjur
Haru, Alfatih Putra...
Haru, Alfatih Putra Mendiang Mpok Alpa Bawa Rapor ke Makam Sang Bunda Setelah Naik Kelas
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved