Ratu Camilla Serukan Aksi Melawan Islamofobia: Kita Dapat Mencegahnya!
Sabtu, 01 Februari 2025 - 05:00 WIB
loading...
Ratu Camilla baru-baru ini menyampaikan peringatan serius tentang meningkatnya Islamofobia. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa sejarah dapat berulang. Foto/Getty Images
A
A
A
INGGRIS - Ratu Camilla baru-baru ini menyampaikan peringatan serius tentang meningkatnya Islamofobia saat menghadiri acara Hari Peringatan Holocaust. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa sejarah dapat berulang jika kebencian dan prasangka tidak segera diatasi.
Berbicara dalam acara tahunan Anne Frank Trust di London, Ratu Camilla menekankan bahwa genosida terhadap orang-orang Yahudi Eropa selama Perang Dunia II tidak terjadi secara tiba-tiba. Melainkan diawali dengan tindakan kecil pengucilan, agresi, dan diskriminasi.
Camilla kemudian menarik persamaan antara peristiwa sebelum Holocaust dengan meningkatnya kebencian terhadap komunitas Yahudi dan Muslim saat ini.
“Benih-benih mematikan Holocaust pada awalnya ditabur dalam tindakan-tindakan kecil pengucilan, agresi, dan diskriminasi terhadap mereka yang sebelumnya merupakan tetangga dan teman,” kata Camilla dilansir dari Daily Sabah, Sabtu (1/2/2025).
![Ratu Camilla Serukan Aksi Melawan Islamofobia: Kita Dapat Mencegahnya!]()
Foto/Getty Images
Baca Juga: Ratu Camilla Kesal Kate Middleton Ikuti Jejak Putri Diana
Istri Raja Charles III itu memperingatkan bahwa jika masyarakat bersikap pasif dan membiarkan prasangka berkembang tanpa perlawanan, maka tragedi serupa dapat terulang. Ratu 77 tahun ini juga menyoroti meningkatnya Islamofobia yang mengkhawatirkan, serta berbagai bentuk rasisme dan prasangka lainnya.
Menurutnya, anti-Semitisme saat ini berada pada tingkat tertinggi dalam satu generasi, dan masyarakat harus waspada terhadap tanda-tanda diskriminasi yang semakin berkembang.
“Saat ini, lebih dari sebelumnya, dengan tingkat anti-Semitisme pada titik tertinggi dalam satu generasi, dan meningkatnya Islamofobia serta bentuk-bentuk rasisme dan prasangka lainnya, kita harus memperhatikan peringatan ini,” tegasnya.
Dalam pidatonya, ibu sambung Pangeran William dan Pangeran Harry ini juga menekankan pentingnya tidak diam menghadapi ketidakadilan. Ia mengajak semua pihak untuk bersuara dan memastikan bahwa tragedi seperti Holocaust tidak terjadi lagi.
Baca Juga: Ratu Camilla Menangis Posisinya Digantikan Putri Anne, Takut Turun Takhta?
“Dalam kurun waktu yang sangat singkat dan mengerikan, benih-benih tersebut berakar melalui rasa puas diri yang dapat kita semua lakukan. Berpaling dari ketidakadilan, mengabaikan hal-hal yang kita ketahui salah, berpikir bahwa orang lain akan melakukan apa yang dibutuhkan dan tetap diam,” jelasnya.
Ia menyerukan agar masyarakat bersatu dalam komitmen untuk melawan kebencian dan membangun masa depan yang lebih toleran. Camilla mengakhiri pidatonya dengan mengutip catatan harian Anne Frank yang ditulis pada Mei 1944.
“Mari kita bersatu dalam komitmen kita untuk mengambil tindakan, untuk bersuara dan memastikan bahwa kata-kata jangan pernah lupa menjadi cahaya penuntun yang memetakan jalan menuju masa depan yang lebih baik, lebih cerah, dan lebih toleran bagi kita semua,” ujarnya.
“Apa yang telah terjadi tidak dapat dibatalkan, tetapi setidaknya kita dapat mencegahnya terjadi lagi,” tandasnya.
Baca Juga: Ratu Camilla Merasa Terancam usai Kate Middleton Kuasai Kerajaan
Berbicara dalam acara tahunan Anne Frank Trust di London, Ratu Camilla menekankan bahwa genosida terhadap orang-orang Yahudi Eropa selama Perang Dunia II tidak terjadi secara tiba-tiba. Melainkan diawali dengan tindakan kecil pengucilan, agresi, dan diskriminasi.
Camilla kemudian menarik persamaan antara peristiwa sebelum Holocaust dengan meningkatnya kebencian terhadap komunitas Yahudi dan Muslim saat ini.
“Benih-benih mematikan Holocaust pada awalnya ditabur dalam tindakan-tindakan kecil pengucilan, agresi, dan diskriminasi terhadap mereka yang sebelumnya merupakan tetangga dan teman,” kata Camilla dilansir dari Daily Sabah, Sabtu (1/2/2025).

Foto/Getty Images
Baca Juga: Ratu Camilla Kesal Kate Middleton Ikuti Jejak Putri Diana
Istri Raja Charles III itu memperingatkan bahwa jika masyarakat bersikap pasif dan membiarkan prasangka berkembang tanpa perlawanan, maka tragedi serupa dapat terulang. Ratu 77 tahun ini juga menyoroti meningkatnya Islamofobia yang mengkhawatirkan, serta berbagai bentuk rasisme dan prasangka lainnya.
Menurutnya, anti-Semitisme saat ini berada pada tingkat tertinggi dalam satu generasi, dan masyarakat harus waspada terhadap tanda-tanda diskriminasi yang semakin berkembang.
“Saat ini, lebih dari sebelumnya, dengan tingkat anti-Semitisme pada titik tertinggi dalam satu generasi, dan meningkatnya Islamofobia serta bentuk-bentuk rasisme dan prasangka lainnya, kita harus memperhatikan peringatan ini,” tegasnya.
Dalam pidatonya, ibu sambung Pangeran William dan Pangeran Harry ini juga menekankan pentingnya tidak diam menghadapi ketidakadilan. Ia mengajak semua pihak untuk bersuara dan memastikan bahwa tragedi seperti Holocaust tidak terjadi lagi.
Baca Juga: Ratu Camilla Menangis Posisinya Digantikan Putri Anne, Takut Turun Takhta?
“Dalam kurun waktu yang sangat singkat dan mengerikan, benih-benih tersebut berakar melalui rasa puas diri yang dapat kita semua lakukan. Berpaling dari ketidakadilan, mengabaikan hal-hal yang kita ketahui salah, berpikir bahwa orang lain akan melakukan apa yang dibutuhkan dan tetap diam,” jelasnya.
Ia menyerukan agar masyarakat bersatu dalam komitmen untuk melawan kebencian dan membangun masa depan yang lebih toleran. Camilla mengakhiri pidatonya dengan mengutip catatan harian Anne Frank yang ditulis pada Mei 1944.
“Mari kita bersatu dalam komitmen kita untuk mengambil tindakan, untuk bersuara dan memastikan bahwa kata-kata jangan pernah lupa menjadi cahaya penuntun yang memetakan jalan menuju masa depan yang lebih baik, lebih cerah, dan lebih toleran bagi kita semua,” ujarnya.
“Apa yang telah terjadi tidak dapat dibatalkan, tetapi setidaknya kita dapat mencegahnya terjadi lagi,” tandasnya.
Baca Juga: Ratu Camilla Merasa Terancam usai Kate Middleton Kuasai Kerajaan
(dra)
Lihat Juga :