Pentingnya Nutrisi untuk Anak Bangsa demi Generasi Maju Bebas Stunting
Jum'at, 31 Januari 2025 - 09:23 WIB
loading...
A
A
A
Sebab, jika sudah terlanjur stunting dan tidak diperbaiki di usia balita, dampaknya bisa berlanjut hingga dewasa. Oleh karena itu, lanjut dr. Agnes, selain edukasi berkelanjutan mengenai dampak stunting, penting juga untuk memperhatikan asupan nutrisi yang tepat.
"Hal inilah yang perlu menjadi perhatian kita semua, tidak hanya bagi orangtua dan pemerintah, tetapi juga pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk melawan dan mencegah stunting yang dapat menghambat terwujudnya generasi emas Indonesia 2045,” kayanya.
Bertepatan dengan momentum Hari Gizi Nasional 2025, Alfamart dan Sarihusada meluncurkan program “Bantuan Nutrisi Untuk Anak Bangsa”. Corporate Communications General Manager Alfamart, Rani Wijaya mengatakan, pihaknya melanjutkan komitmen untuk membantu para ibu dan anak Indonesia melalui berbagai program sosial yang dapat dirasakan langsung.
Pada 2024 lalu pihaknya sukses menjalankan program satu telur sehari di 12 lokasi kota/kabupaten selama 3-6 bulan. Tahun ini lebih masif lagi dengan 24 lokasi menjadi fokus utama dalam membantu menurunkan angka prevalensi pada anak.
Corporate Communications Director Sarihusada, Arif Mujahidin mengatakan mendukung penurunan angka stunting. Pihaknya yakin, bantuan itu dapat memberikan dampak positif ke lebih banyak orang. "Ini untuk mendukung pemerintah menurunkan prevalensi stunting anak," tandasnya.
"Hal inilah yang perlu menjadi perhatian kita semua, tidak hanya bagi orangtua dan pemerintah, tetapi juga pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk melawan dan mencegah stunting yang dapat menghambat terwujudnya generasi emas Indonesia 2045,” kayanya.
Bertepatan dengan momentum Hari Gizi Nasional 2025, Alfamart dan Sarihusada meluncurkan program “Bantuan Nutrisi Untuk Anak Bangsa”. Corporate Communications General Manager Alfamart, Rani Wijaya mengatakan, pihaknya melanjutkan komitmen untuk membantu para ibu dan anak Indonesia melalui berbagai program sosial yang dapat dirasakan langsung.
Pada 2024 lalu pihaknya sukses menjalankan program satu telur sehari di 12 lokasi kota/kabupaten selama 3-6 bulan. Tahun ini lebih masif lagi dengan 24 lokasi menjadi fokus utama dalam membantu menurunkan angka prevalensi pada anak.
Corporate Communications Director Sarihusada, Arif Mujahidin mengatakan mendukung penurunan angka stunting. Pihaknya yakin, bantuan itu dapat memberikan dampak positif ke lebih banyak orang. "Ini untuk mendukung pemerintah menurunkan prevalensi stunting anak," tandasnya.
(tdy)
Lihat Juga :