Viral! Festival Mandi di India sebagai Tempat Rutual Bersihkan Dosa Tercemari Tinja dan Sampah
Senin, 03 Februari 2025 - 23:09 WIB
loading...
A
A
A
"Kami terus melakukan operasi untuk memastikan tidak ada tangki septik yang meluap dan tidak ada toilet yang tersumbat," kata Rana.
Namun, para pekerja yang menjaga deretan kabin toilet portabel mengatakan bahwa mereka tetap harus turun dan kotor. Rana mengatakan bahwa 1.500 relawan ditugaskan untuk memeriksa toilet, masing-masing dengan kode QR yang dapat dipindai melalui telepon.
"Setiap kali relawan mengunjungi toilet, mereka harus memindai kode QR, lalu mengisi kuesioner yang terkait dengan tolok ukur tingkat layanan," kata Rana, seraya menambahkan pemeriksaan dilakukan setiap tiga jam.
Baca Juga: Alasan Haru Pak Tarno Tetap Jualan saat Stroke, Berusaha Tanggung Jawab ke Istri dan Ogah Nganggur
Namun, jamban demi jamban yang dikunjungi AFP, terutama di toilet yang dekat dengan area mandi, dipenuhi tinja. Menutup hidung dengan syal untuk menghindari bau busuk, petugas sanitasi secara berkala menyemprotkan air untuk membersihkan kotoran.
Dengan kerumunan yang tak henti-hentinya, tampaknya ini adalah pertempuran yang sia-sia. "Orang-orang besar datang, buang air besar, dan kami harus membersihkan agar kami bisa makan," kata Sangeeta Devi yang berusia 30 tahun.
Namun, para pekerja yang menjaga deretan kabin toilet portabel mengatakan bahwa mereka tetap harus turun dan kotor. Rana mengatakan bahwa 1.500 relawan ditugaskan untuk memeriksa toilet, masing-masing dengan kode QR yang dapat dipindai melalui telepon.
"Setiap kali relawan mengunjungi toilet, mereka harus memindai kode QR, lalu mengisi kuesioner yang terkait dengan tolok ukur tingkat layanan," kata Rana, seraya menambahkan pemeriksaan dilakukan setiap tiga jam.
Baca Juga: Alasan Haru Pak Tarno Tetap Jualan saat Stroke, Berusaha Tanggung Jawab ke Istri dan Ogah Nganggur
Namun, jamban demi jamban yang dikunjungi AFP, terutama di toilet yang dekat dengan area mandi, dipenuhi tinja. Menutup hidung dengan syal untuk menghindari bau busuk, petugas sanitasi secara berkala menyemprotkan air untuk membersihkan kotoran.
Dengan kerumunan yang tak henti-hentinya, tampaknya ini adalah pertempuran yang sia-sia. "Orang-orang besar datang, buang air besar, dan kami harus membersihkan agar kami bisa makan," kata Sangeeta Devi yang berusia 30 tahun.
(tdy)
Lihat Juga :