Pangeran Harry Ingin Ambil Alih Takhta William Jadi Raja Inggris
Rabu, 05 Februari 2025 - 07:40 WIB
loading...
Pangeran Harry dikabarkan ingin mengambil alih takhta Pangeran William menjadi Raja Inggris usai kakaknya menyuarakan ketidakinginannya memikul tanggung jawab. Foto/Getty Images
A
A
A
INGGRIS - Pangeran Harry dikabarkan ingin mengambil alih takhta Pangeran William menjadi Raja Inggris usai kakaknya menyuarakan ketidakinginannya untuk memikul tanggung jawab besar tersebut.
Sebagai pewaris pertama takhta Raja Charles III, Pangeran William telah menunjukkan langkah besar dalam mempersiapkan masa pemerintahannya. Dalam beberapa tahun terakhir, ia semakin terbuka soal perasaannya, terutama sejak Putri Kate didiagnosis kanker.
William juga menegaskan ingin membawa perubahan modern dalam perannya, dengan menggunakan nama kerajaan dengan huruf kecil (r kecil), menekankan pendekatan lebih filantropis, dan berfokus pada kepemimpinan yang berempati.
Namun, laporan masa lalu mengungkap bahwa William tidak selalu merasa nyaman dengan masa depannya sebagai raja. Ia bahkan pernah menyampaikan keengganannya kepada mendiang ibunya, Putri Diana. Harry, yang kini telah keluar dari kehidupan kerajaan, diketahui memahami keraguan kakaknya dan justru memiliki pandangan berbeda.
![Pangeran Harry Ingin Ambil Alih Takhta William Jadi Raja Inggris]()
Foto/Getty Images
Baca Juga: Pangeran Harry Tawarkan Diri Jadi Raja Inggris Gantikan William
Menurut penyiar TV Jeremy Paxman yang pernah makan siang bersama Putri Diana sebelum kematiannya pada 1997, William saat kecil sering mengatakan kepada ibunya bahwa ia tidak ingin menjadi raja. Mendengar hal itu, Harry langsung merespons dengan kalimat tegas.
“Kami berbicara tentang anak-anak kami dan ia berkata William sering mengatakan kepadanya bahwa ia sebenarnya tidak ingin menjadi raja, dan kemudian Harry akan berkata, 'Jika kamu tidak menginginkan pekerjaan itu, aku akan mengambilnya',” ucap Paxman.
Dilansir dari Express, Rabu (5/2/2025), pernyataan ini menunjukkan bahwa sejak kecil, Harry memiliki keberanian dan kesiapan untuk peran besar tersebut, meskipun kini ia memilih jalan berbeda dengan meninggalkan kehidupan kerajaan bersama Meghan Markle pada 2020.
Pakar kerajaan Robert Jobson juga menambahkan bahwa Diana pernah memanggil Harry dengan julukan GKH (Good King Harry) atau Raja Harry yang Baik. Ia bahkan pernah berpikir bahwa putra bungsunya lebih cocok untuk peran sebagai raja dibandingkan William.
Baca Juga: Pangeran Harry Sempat Berharap Damai dengan William
Meski di masa kecilnya menunjukkan keengganan, kini pangeran 42 tahun itu tampaknya telah berdamai dengan perannya sebagai pewaris takhta. Ia mulai menyesuaikan visi kepemimpinannya dengan pendekatan lebih modern dan humanis.
Sebagai seorang suami dan ayah dari tiga anak, ia juga menegaskan bahwa keluarganya tetap menjadi prioritas utama. Hal ini dibuktikan saat istrinya, Kate Middleton menjalani perawatan kanker. Di mana William mengurangi beberapa tugas kerajaan demi mendukung istri dan anak-anaknya, Pangeran George, Putri Charlotte, dan Pangeran Louis.
Dalam wawancara di Cape Town tahun lalu, William mengungkapkan bahwa ia ingin menjalankan perannya dengan cara berbeda, menekankan empati, filantropi, dan kolaborasi. Ia juga menegaskan bahwa Putri Kate memiliki visi serupa dalam menjalankan tugas-tugas mereka sebagai keluarga kerajaan.
“Ini lebih tentang filantropi yang berdampak, kolaborasi, pertemuan, dan membantu orang. Dan saya juga akan memasukkan empati di sana juga, karena saya benar-benar peduli dengan apa yang saya lakukan. Ini membantu memberi dampak pada kehidupan orang dan saya pikir kita perlu lebih banyak kepemimpinan yang berempati di seluruh dunia. Jadi itulah yang saya coba bawa, itulah yang juga coba dibawa Catherine," ujar William.
Baca Juga: 6 Penyebab Pangeran William Tidak Akur dengan Harry, Meghan Markle Jadi Pemicu Utama
Sebagai pewaris pertama takhta Raja Charles III, Pangeran William telah menunjukkan langkah besar dalam mempersiapkan masa pemerintahannya. Dalam beberapa tahun terakhir, ia semakin terbuka soal perasaannya, terutama sejak Putri Kate didiagnosis kanker.
William juga menegaskan ingin membawa perubahan modern dalam perannya, dengan menggunakan nama kerajaan dengan huruf kecil (r kecil), menekankan pendekatan lebih filantropis, dan berfokus pada kepemimpinan yang berempati.
Namun, laporan masa lalu mengungkap bahwa William tidak selalu merasa nyaman dengan masa depannya sebagai raja. Ia bahkan pernah menyampaikan keengganannya kepada mendiang ibunya, Putri Diana. Harry, yang kini telah keluar dari kehidupan kerajaan, diketahui memahami keraguan kakaknya dan justru memiliki pandangan berbeda.

Foto/Getty Images
Baca Juga: Pangeran Harry Tawarkan Diri Jadi Raja Inggris Gantikan William
Menurut penyiar TV Jeremy Paxman yang pernah makan siang bersama Putri Diana sebelum kematiannya pada 1997, William saat kecil sering mengatakan kepada ibunya bahwa ia tidak ingin menjadi raja. Mendengar hal itu, Harry langsung merespons dengan kalimat tegas.
“Kami berbicara tentang anak-anak kami dan ia berkata William sering mengatakan kepadanya bahwa ia sebenarnya tidak ingin menjadi raja, dan kemudian Harry akan berkata, 'Jika kamu tidak menginginkan pekerjaan itu, aku akan mengambilnya',” ucap Paxman.
Dilansir dari Express, Rabu (5/2/2025), pernyataan ini menunjukkan bahwa sejak kecil, Harry memiliki keberanian dan kesiapan untuk peran besar tersebut, meskipun kini ia memilih jalan berbeda dengan meninggalkan kehidupan kerajaan bersama Meghan Markle pada 2020.
Pakar kerajaan Robert Jobson juga menambahkan bahwa Diana pernah memanggil Harry dengan julukan GKH (Good King Harry) atau Raja Harry yang Baik. Ia bahkan pernah berpikir bahwa putra bungsunya lebih cocok untuk peran sebagai raja dibandingkan William.
Baca Juga: Pangeran Harry Sempat Berharap Damai dengan William
Meski di masa kecilnya menunjukkan keengganan, kini pangeran 42 tahun itu tampaknya telah berdamai dengan perannya sebagai pewaris takhta. Ia mulai menyesuaikan visi kepemimpinannya dengan pendekatan lebih modern dan humanis.
Sebagai seorang suami dan ayah dari tiga anak, ia juga menegaskan bahwa keluarganya tetap menjadi prioritas utama. Hal ini dibuktikan saat istrinya, Kate Middleton menjalani perawatan kanker. Di mana William mengurangi beberapa tugas kerajaan demi mendukung istri dan anak-anaknya, Pangeran George, Putri Charlotte, dan Pangeran Louis.
Dalam wawancara di Cape Town tahun lalu, William mengungkapkan bahwa ia ingin menjalankan perannya dengan cara berbeda, menekankan empati, filantropi, dan kolaborasi. Ia juga menegaskan bahwa Putri Kate memiliki visi serupa dalam menjalankan tugas-tugas mereka sebagai keluarga kerajaan.
“Ini lebih tentang filantropi yang berdampak, kolaborasi, pertemuan, dan membantu orang. Dan saya juga akan memasukkan empati di sana juga, karena saya benar-benar peduli dengan apa yang saya lakukan. Ini membantu memberi dampak pada kehidupan orang dan saya pikir kita perlu lebih banyak kepemimpinan yang berempati di seluruh dunia. Jadi itulah yang saya coba bawa, itulah yang juga coba dibawa Catherine," ujar William.
Baca Juga: 6 Penyebab Pangeran William Tidak Akur dengan Harry, Meghan Markle Jadi Pemicu Utama
(dra)
Lihat Juga :