Klinik di Taiwan Kebanjiran Permintaan Vaksinasi Flu usai Barbie Hsu Meninggal
Kamis, 06 Februari 2025 - 13:00 WIB
loading...
Klinik di Taiwan mengalami lonjakan permintaan vaksinasi flu setelah meninggalnya artis terkenal Barbie Hsu akibat pneumonia yang disebabkan oleh influenza A. Foto/Getty Images
A
A
A
TAIWAN - Klinik di Taiwan mengalami lonjakan permintaan vaksinasi flu setelah meninggalnya artis terkenal Barbie Hsu akibat pneumonia yang disebabkan oleh influenza A. Kabar duka ini mengejutkan banyak pihak dan mendorong masyarakat untuk segera mendapatkan vaksin flu guna mengurangi risiko serupa.
Meninggalnya Barbie Hsu yang mendadak akibat komplikasi influenza A memicu kesadaran masyarakat tentang bahaya penyakit ini. Banyak penggemarnya yang segera menuju klinik untuk mendapatkan vaksin flu sebagai langkah pencegahan.
Sejak Oktober, flu telah menjadi masalah kesehatan yang semakin meningkat di Taiwan. Pada 12 Januari 2025, lebih dari 140.000 kunjungan ke unit gawat darurat tercatat untuk gejala mirip flu, dan jumlah ini meningkat menjadi lebih dari 160.000 dalam minggu berikutnya.
Dilansir dari Dimsum Daily, Kamis (6/2/2025), meskipun banyak klinik tutup selama liburan Tahun Baru Imlek, lebih dari 80.000 orang tetap mencari perawatan medis. Pusat Pengendalian Penyakit memperkirakan jumlah kunjungan bisa melebihi 180.000 dalam beberapa minggu ke depan.
Baca Juga: Penyebab Barbie Hsu Meninggal Dunia, Idap Pneumonia
Dari 1 Oktober 2024 hingga 2 Februari 2025, Taiwan mencatat 641 kasus flu parah dan 132 kematian terkait flu, di mana lebih dari 90 persen pasien yang mengalami kondisi serius belum divaksinasi. Dari total 6,78 juta dosis vaksin flu yang tersedia musim ini, hanya sekitar 200.000 dosis yang tersisa.
Bagi masyarakat yang belum menerima vaksinasi flu, ini bisa menjadi kesempatan terakhir untuk melindungi diri dari kemungkinan infeksi parah. Di sisi lain meninggalnya pemeran Shancai itu menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara.
Meninggalnya Barbie Hsu yang mendadak akibat komplikasi influenza A memicu kesadaran masyarakat tentang bahaya penyakit ini. Banyak penggemarnya yang segera menuju klinik untuk mendapatkan vaksin flu sebagai langkah pencegahan.
Sejak Oktober, flu telah menjadi masalah kesehatan yang semakin meningkat di Taiwan. Pada 12 Januari 2025, lebih dari 140.000 kunjungan ke unit gawat darurat tercatat untuk gejala mirip flu, dan jumlah ini meningkat menjadi lebih dari 160.000 dalam minggu berikutnya.
Dilansir dari Dimsum Daily, Kamis (6/2/2025), meskipun banyak klinik tutup selama liburan Tahun Baru Imlek, lebih dari 80.000 orang tetap mencari perawatan medis. Pusat Pengendalian Penyakit memperkirakan jumlah kunjungan bisa melebihi 180.000 dalam beberapa minggu ke depan.
Baca Juga: Penyebab Barbie Hsu Meninggal Dunia, Idap Pneumonia
Dari 1 Oktober 2024 hingga 2 Februari 2025, Taiwan mencatat 641 kasus flu parah dan 132 kematian terkait flu, di mana lebih dari 90 persen pasien yang mengalami kondisi serius belum divaksinasi. Dari total 6,78 juta dosis vaksin flu yang tersedia musim ini, hanya sekitar 200.000 dosis yang tersisa.
Bagi masyarakat yang belum menerima vaksinasi flu, ini bisa menjadi kesempatan terakhir untuk melindungi diri dari kemungkinan infeksi parah. Di sisi lain meninggalnya pemeran Shancai itu menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara.
Lihat Juga :