alexametrics

Periskop

Vinessa Ladiatry Tak Segan Umumkan Penjual Bermasalah di Medsos

loading...
Vinessa Ladiatry Tak Segan Umumkan Penjual Bermasalah di Medsos
Pesinetron Vinessa Ladiatry Lileka kerap mendapat masalah ketika berbelanja daring. Foto/Koran SINDO
A+ A-
JAKARTA - Pesinetron Vinessa Ladiatry Lileka kerap mendapat masalah ketika berbelanja daring. Dari ukuran yang tidak sesuai, warna tidak sama, hingga produk yang tidak layak pakai.

Sebagai konsumen cerdas, Vinessa pun mengambil haknya sebagai pembeli. Dia menuntut penjual dengan cara mengembalikan uang ataupun meminta menukar barang. Bahkan, tidak segan-segan dia mengumumkan akun penjual yang tidak memegang amanah tersebut dalam akun media sosialnya. Sebab, dia tidak ingin kejadian tidak mengenakkan yang menimpanya terjadi juga pada orang lain, termasuk follower media sosialnya.

Dalam arti kata, dia memperingatkan orang lain untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi di e-commerce. Bahkan, dia menyarankan untuk tidak membeli barang-barang bermerek dengan harga mahal di e-commerce guna mengurangi risiko penipuan atau barang palsu. Sebab, jika produk branded yang dibelinya itu memang barang palsu, tentu dia akan mengalami kerugian karena harus mengeluarkan kocek cukup banyak. “Kalau barang branded lebih baik membeli langsung di official store. Apalagi, sekarang sudah banyak produsen resmi yang membuka penjualan secara online,” ungkapnya.



Dia menegaskan, untuk urusan produk bermerek terkenal, Vinessa selalu memastikannya dengan membeli barang yang asli di toko tersebut, bukan di toko sembarang. Sebab, seperti pengalamannya, terkadang barang yang ditawarkan tidak sesuai kenyataan. Ini yang dihindarinya sehingga selalu membeli barang bermerek di toko luring atau daring resminya. “Kita harus pintar dalam berbelanja produk branded. Kita harus berhati-hati,” ujarnya.

Ibu satu anak ini juga tidak tertarik dengan produk-produk tiruan atau biasa disebut KW. Bahkan, dia enggan menerima endorse di media sosial dari produk KW. “Bisa dicek di akun Instagramaya. Saya tidak meng-endorse produk KW. Dapat endorse jam tangan dari luar negeri pun saya cek dulu asli atau tidak sebelum saya unggah (posting),” ungkapnya.

Hal yang sudah jelas, sebagai seorang influencer dia tidak mau sembarangan menerima produk ternama jika tidak langsung dari produsennya. Dia baru percaya, mendapatkan barang langsung dari produsen itu sudah bisa dijamin keasliannya.

Senada dengan Vinessa, selebgram Tysna Saputra juga selektif dalam menerima tawaran untuk mengiklankan produk di media sosialnya. Bahkan, konten kreator di YouTube ini pun selalu menawarkan produk perawatan wajah untuk pria langsung dari produsennya, bukan yang dijual dari toko daring.

“Saya merasa punya kewajiban untuk memberikan barang berkualitas kepada pengikut saya. Sering mengulas mengenai produk, berarti saya juga pakai. Jadi, enggak bisa main-main untuk kulit sendiri,” ungkapnya.

Tawaran sebetulnya banyak yang berasal dari produk KW untuk sepatu dan pakaian, namun semua ditolaknya. “Belum lagi dari produk perawatan wajah dengan harga murah, mereka bilang asli tapi saya yakin itu palsu karena saya tahu harga aslinya,” tambahnya.

Bagi Tysna, pengikutnya di media sosial bukan hanya menjadi penggemar, namun orang-orang yang mungkin saja mengikuti gaya hidupnya. Mengikuti apa yang dia pakai atau dia iklankan sehingga keaslian produk tersebut selalu menjadi prioritasnya.

“Ada manajer saya yang siap mengecek izin dari Kementerian Kesehatan, BPOM, dan profil brand-nya. Jadi enggak sembarang saya ambil, apalagi untuk saya ulas manfaat dari produk tersebut,” jelasnya.

Tysna berharap semua influencer dapat bijak dalam menerima setiap endorse. Terlebih untuk urusan produk asli dan palsu yang kemungkinan dapat membahayakan diri sendiri. (Ananda Nararya)
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak