6 Perubahan Kuku yang Harus Segera Diperiksa, Muncul Lubang Tanda Rematik
Senin, 10 Februari 2025 - 21:40 WIB
loading...
Kuku dapat menjadi indikator penting dari kondisi kesehatan seseorang. Perubahan bentuk, warna, atau tekstur kuku dapat menandakan adanya masalah kesehatan. Foto/Getty Images
A
A
A
JAKARTA - Kuku dapat menjadi indikator penting dari kondisi kesehatan seseorang. Perubahan bentuk, warna, atau tekstur kuku dapat menandakan adanya masalah kesehatan yang mendasarinya.
Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada kuku dan segera memeriksakannya ke dokter jika diperlukan guna mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat. Kesehatan kuku yang baik mencerminkan kondisi tubuh yang sehat secara keseluruhan.
Berikut sederet perubahan kuku yang harus segera diperiksa dokter dilansir dari Times of India, Senin (10/2/2025).
Baca Juga: 5 Bentuk Kuku Tanda Kolesterol Tinggi, Periksa Sekarang!
Jika kuku tampak lebih membulat dan cembung, kondisi ini dikenal sebagai clubbing. Perubahan ini bisa menjadi tanda adanya gangguan serius seperti kanker paru-paru, penyakit pernapasan kronis, atau gangguan jantung. Jika Anda mengalami perubahan ini, segera konsultasikan dengan tenaga medis.
Kuku yang menjadi cekung seperti sendok atau tampak datar dapat mengindikasikan kekurangan zat besi atau anemia. Kondisi ini sering kali dikaitkan dengan kelelahan, kulit pucat, dan pusing. Tes darah dapat membantu memastikan diagnosis ini.
Tanda ini biasanya dikaitkan dengan penyakit autoimun seperti psoriasis atau gangguan rematik lainnya. Jika kuku menunjukkan tekstur tidak rata dengan lekukan kecil atau lubang, pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter kulit atau reumatologis sangat disarankan.
Kuning atau keputihan bisa menandakan infeksi jamur, penyakit kuning, atau kadar albumin rendah. Biru mengindikasikan masalah jantung atau gangguan sirkulasi darah.
Noda kuning coklat sering terlihat pada perokok dan dapat dikaitkan dengan penyakit paru-paru kronis atau PPOK. Garis putih atau hitam bisa menunjukkan paparan zat beracun seperti arsenik atau masalah kesehatan lain yang serius.
Baca Juga: Apakah Kuku Dapat Mendeteksi Kanker? Ini Faktanya
Menurut Dr. Sanjib Chowdhuri, garis vertikal pada kuku sering kali merupakan bagian alami dari proses penuaan. Namun, jika garis ini muncul secara tiba-tiba, bisa jadi tanda kondisi tertentu.
Seperti kulit kering, kelembapan rendah dapat menyebabkan garis-garis pada kuku. Hipotiroidisme, kadar hormon tiroid yang rendah dapat mempengaruhi kesehatan kuku. Sdangkan kekurangan zat besi bisa menyebabkan perubahan tekstur dan warna kuku.
Garis horizontal atau tonjolan yang melintang pada kuku dapat menandakan adanya gangguan kesehatan yang lebih serius. Seperti kemoterapi yang sering menyebabkan perubahan pada kuku.
Selain itu, benturan pada dasar kuku dapat menyebabkan garis ini muncul. Infeksi berat seperti pneumonia atau Covid-19 dapat meninggalkan garis horizontal pada kuku. Defisiensi seng dalam tubuh juga dapat menyebabkan perubahan tekstur kuku.
Mengobati penyebab utama perubahan kuku sangat penting untuk menjaga kesehatannya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
1. Mengatasi kekurangan zat besi atau gangguan tiroid dengan obat atau suplemen yang diresepkan dokter.
2. Menggunakan pelembap untuk menghindari kulit dan kuku kering.
3. Menghindari penggunaan kuku palsu atau manikur gel yang dapat menyebabkan kerusakan kuku.
4. Mengenakan sarung tangan saat melakukan pekerjaan rumah tangga.
5. Memotong kuku secara teratur untuk mencegah infeksi dan menjaga kebersihan.
Baca Juga: 10 Warna Kuku yang Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Jangan Dianggap Sepele!
Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada kuku dan segera memeriksakannya ke dokter jika diperlukan guna mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat. Kesehatan kuku yang baik mencerminkan kondisi tubuh yang sehat secara keseluruhan.
Berikut sederet perubahan kuku yang harus segera diperiksa dokter dilansir dari Times of India, Senin (10/2/2025).
6 Perubahan Kuku yang Harus Segera Diperiksa
Baca Juga: 5 Bentuk Kuku Tanda Kolesterol Tinggi, Periksa Sekarang!
1. Clubbing (Kuku Membulat)
Jika kuku tampak lebih membulat dan cembung, kondisi ini dikenal sebagai clubbing. Perubahan ini bisa menjadi tanda adanya gangguan serius seperti kanker paru-paru, penyakit pernapasan kronis, atau gangguan jantung. Jika Anda mengalami perubahan ini, segera konsultasikan dengan tenaga medis.
2. Kuku Cekung atau Datar
Kuku yang menjadi cekung seperti sendok atau tampak datar dapat mengindikasikan kekurangan zat besi atau anemia. Kondisi ini sering kali dikaitkan dengan kelelahan, kulit pucat, dan pusing. Tes darah dapat membantu memastikan diagnosis ini.
3. Lekukan atau Lubang pada Kuku
Tanda ini biasanya dikaitkan dengan penyakit autoimun seperti psoriasis atau gangguan rematik lainnya. Jika kuku menunjukkan tekstur tidak rata dengan lekukan kecil atau lubang, pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter kulit atau reumatologis sangat disarankan.
4. Perubahan Warna Kuku
Kuning atau keputihan bisa menandakan infeksi jamur, penyakit kuning, atau kadar albumin rendah. Biru mengindikasikan masalah jantung atau gangguan sirkulasi darah.
Noda kuning coklat sering terlihat pada perokok dan dapat dikaitkan dengan penyakit paru-paru kronis atau PPOK. Garis putih atau hitam bisa menunjukkan paparan zat beracun seperti arsenik atau masalah kesehatan lain yang serius.
Baca Juga: Apakah Kuku Dapat Mendeteksi Kanker? Ini Faktanya
5. Garis Vertikal pada Kuku
Menurut Dr. Sanjib Chowdhuri, garis vertikal pada kuku sering kali merupakan bagian alami dari proses penuaan. Namun, jika garis ini muncul secara tiba-tiba, bisa jadi tanda kondisi tertentu.
Seperti kulit kering, kelembapan rendah dapat menyebabkan garis-garis pada kuku. Hipotiroidisme, kadar hormon tiroid yang rendah dapat mempengaruhi kesehatan kuku. Sdangkan kekurangan zat besi bisa menyebabkan perubahan tekstur dan warna kuku.
6. Garis Horizontal pada Kuku (Garis Beau)
Garis horizontal atau tonjolan yang melintang pada kuku dapat menandakan adanya gangguan kesehatan yang lebih serius. Seperti kemoterapi yang sering menyebabkan perubahan pada kuku.
Selain itu, benturan pada dasar kuku dapat menyebabkan garis ini muncul. Infeksi berat seperti pneumonia atau Covid-19 dapat meninggalkan garis horizontal pada kuku. Defisiensi seng dalam tubuh juga dapat menyebabkan perubahan tekstur kuku.
Mengatasi Masalah Kesehatan Kuku
Mengobati penyebab utama perubahan kuku sangat penting untuk menjaga kesehatannya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
1. Mengatasi kekurangan zat besi atau gangguan tiroid dengan obat atau suplemen yang diresepkan dokter.
2. Menggunakan pelembap untuk menghindari kulit dan kuku kering.
3. Menghindari penggunaan kuku palsu atau manikur gel yang dapat menyebabkan kerusakan kuku.
4. Mengenakan sarung tangan saat melakukan pekerjaan rumah tangga.
5. Memotong kuku secara teratur untuk mencegah infeksi dan menjaga kebersihan.
Baca Juga: 10 Warna Kuku yang Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Jangan Dianggap Sepele!
(dra)
Lihat Juga :