Festival Cap Go Meh Little Singkawang Hadir di Seasons City Mall
Selasa, 18 Februari 2025 - 12:24 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Cap Go Meh merupakan salah satu rangkaian penting dalam perayaan tahun baru Imlek. Perayaan ini jatuh pada hari ke-15 setelah Imlek yang menandai puncak, dan penutupan tahun baru Imlek. Cap Go Meh 2025 bertepatan dengan bulan purnama pertama tahun ini.
Di Indonesia, perayaan Cap Go Meh sering kali diadakan di kota-kota dengan komunitas masyarakat Tionghoa yang besar, seperti Singkawang, Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Medan.
Salah satu yang paling dikenal adalah Festival Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat, dengan menampilkan atraksi Tatung, pawai budaya, serta festival kuliner khas Tionghoa. Trade Mall (TM) Seasons City merupakan Pusat Belanja Keluarga yang secara rutin dan konsisten menyelenggarakan Festival Cap Go Meh dengan tema “Little Singkawang” pada hari Minggu, 16 Februari 2025 yang dimulai dari jam 08.00 WIB (pagi) s/d selesai.
Mualim Wijoyo selaku CEO TM Seasons City menuturkan kegiatan ini ingin menunjukkan pesan bahwa keragaman budaya dan toleransi beragama di Indonesia yang harus terus dijaga dan dirawat terutama oleh generasi muda tanah air.
“Saya rasa Disparekraf atau Kementerian Kebudayaan harus ikut dilibatkan karena saya merasa indonesia kaya akan budaya Kedepan akan sampaikan masukan ada petunjuk ritual ini jadi secara konsep masyarakat yang gak tau apa menjadi tau dengan keragaman budaya,” ujarnya di sela-sela penyelenggaraan acara Festival Cap Go Meh Little Singkawang di Seasons City Mall, kemarin.
Mualim mengaku mengapresiasi kepada masyarakat sekitar yang selama 7 tahun penyelenggaraan ikut bersama sama untuk penyelenggaraan acara ini dalam rangka turut memelihara keragaman budaya.
“Pertama saya memberikan penghargaan masyarakat sekitar yang uri uri atau bersama ikut memelihara ini satu langkah baik selama 7 tahun selalu ramai dan kali ini juga ramai dan peran medsos juga ikut membantu semakin menyebarkan pesan keragaman budaya dan menjaga toleransi dalam kegiatan Festival Cap Go Meh ini,” ungkapnya.
Mualim menambahkan pihaknya akan terus menggelar acara ini setiap tahun dengan tujuan semakin mendorong generasi sekarang agar melek budaya karena keragaman budaya Indonesia anak muda harus diingatkan dan ikut ambil bagian dalam menjaga dan merawat akan hal itu utamanya keragaman budaya.
Francine Widjojo Anggota Komisi B DPRD Fraksi PSI Jakarta menekankan pentingnya menjaga dan merawat keragaman budaya tentu dalam rangka melestarikan budaya dan toleransi beragama tentunya kan ada support baik kementerian kebudayaan ikut mendukung dan disparekraf juga harus hadir mendukung agar makin ditangkap pesan oleh generasi muda.
“Festival Cap Go Meh Littel Singkawang Ini keren ada 80 vihara perwakilan tidak hanya tampilkan barongsai tapi festival palang pintu ondel2 keragaman dan toleransi sangat kental budaya, Makanya adanya festival semacam ini perlu di rawat dan diteruskan melibatkan pihak pemerintah dan semua pihak untuk semakin melestarikan kebudayaan tradisional kepada generasi muda,” ungkapnya.
Francine mengungkapkan Jakarta secara khusus me-encourage menghargai budaya lewat kunjungan ke museum ada kota tua dan tempat bersejarah serta perayaan sejarah lebih aktif mempromosikan medsos dan menggemakan anak muda, tentunya bukan hanya Jakarta namun di luar Jakarta juga makin mengenal.
Tj Jollyman Ketua Panitia Festival Cap Go Meh menjelaskan pihaknya mengadakan cap gomeh yang ke-7 bertujuan melestarikan budaya Tionghoa dari Kalimantan. "Kita sedang mengembangkan kebudayaan Tionghoa untuk bangsa Indonesia, karena bapak reformasi bapak gus dur sudah meresmikan hari imlek sebagai hari libur nasional," ucapnya.
“Kita banyak bersyukur sudah dianggap sebagai kebudayaan Indonesia. Untuk perayaan Cap Go Meh bisa terlaksana berkat dari dukungan season city pak Mualim, pak dewan dari singkawang pak subranto sehingga kita bsa mensukseskan cap gomeh hari ini,” tuturnya.
Alhasil dengan berbagai tradisi dan festival yang menyertainya, Festival Cap Go Meh merupakan salah satu seni budaya Indonesia yang harus dilestarikan karena Festival ini sarat dengan budaya Tionghoa yang berakulturasi dengan budaya lokal lainnya di Indonesia serta di dalamnya ada doa- doa untuk keselamatan dan kesejahteraan bersama.
Beragam atraksi ditampilkan dalam acara ini dan dihadiri puluhan ribu pengunjung, seperti barongsai, seni musik tradisional dan atraksi khas Dayak serta pertunjukkan Tatung yang ekstrem namun menakjubkan.
Tidak ketinggalan seni Betawi juga ditampilkan seperti Pencak Silat, Tanjidor dan Ondel-Ondel. Perayaan ini digelar dengan maksud menjadikan TM Seasons City sebagai wadah berkumpulnya beragam budaya Indonesia dan mendukung kebhinekaan bangsa serta meningkatkan budaya dan pariwisata Jakarta.
Perayaan Festival Cap Go Meh yang di selenggarakan TM Seasons City biasanya dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat Jakarta maupun luar kota.
“Kami berharap Perayaan Festival Cap Go Meh ini sekaligus membantu mengobati kerinduaan mereka terhadap kampung halaman,” tutupnya.
Bagi yang ingin menyaksikan perayaan Cap Go Meh secara langsung, pastikan mengunjungi TM Seasons City, Tambora, Jakarta Barat.
Di Indonesia, perayaan Cap Go Meh sering kali diadakan di kota-kota dengan komunitas masyarakat Tionghoa yang besar, seperti Singkawang, Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Medan.
Salah satu yang paling dikenal adalah Festival Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat, dengan menampilkan atraksi Tatung, pawai budaya, serta festival kuliner khas Tionghoa. Trade Mall (TM) Seasons City merupakan Pusat Belanja Keluarga yang secara rutin dan konsisten menyelenggarakan Festival Cap Go Meh dengan tema “Little Singkawang” pada hari Minggu, 16 Februari 2025 yang dimulai dari jam 08.00 WIB (pagi) s/d selesai.
Mualim Wijoyo selaku CEO TM Seasons City menuturkan kegiatan ini ingin menunjukkan pesan bahwa keragaman budaya dan toleransi beragama di Indonesia yang harus terus dijaga dan dirawat terutama oleh generasi muda tanah air.
“Saya rasa Disparekraf atau Kementerian Kebudayaan harus ikut dilibatkan karena saya merasa indonesia kaya akan budaya Kedepan akan sampaikan masukan ada petunjuk ritual ini jadi secara konsep masyarakat yang gak tau apa menjadi tau dengan keragaman budaya,” ujarnya di sela-sela penyelenggaraan acara Festival Cap Go Meh Little Singkawang di Seasons City Mall, kemarin.
Mualim mengaku mengapresiasi kepada masyarakat sekitar yang selama 7 tahun penyelenggaraan ikut bersama sama untuk penyelenggaraan acara ini dalam rangka turut memelihara keragaman budaya.
“Pertama saya memberikan penghargaan masyarakat sekitar yang uri uri atau bersama ikut memelihara ini satu langkah baik selama 7 tahun selalu ramai dan kali ini juga ramai dan peran medsos juga ikut membantu semakin menyebarkan pesan keragaman budaya dan menjaga toleransi dalam kegiatan Festival Cap Go Meh ini,” ungkapnya.
Mualim menambahkan pihaknya akan terus menggelar acara ini setiap tahun dengan tujuan semakin mendorong generasi sekarang agar melek budaya karena keragaman budaya Indonesia anak muda harus diingatkan dan ikut ambil bagian dalam menjaga dan merawat akan hal itu utamanya keragaman budaya.
Francine Widjojo Anggota Komisi B DPRD Fraksi PSI Jakarta menekankan pentingnya menjaga dan merawat keragaman budaya tentu dalam rangka melestarikan budaya dan toleransi beragama tentunya kan ada support baik kementerian kebudayaan ikut mendukung dan disparekraf juga harus hadir mendukung agar makin ditangkap pesan oleh generasi muda.
“Festival Cap Go Meh Littel Singkawang Ini keren ada 80 vihara perwakilan tidak hanya tampilkan barongsai tapi festival palang pintu ondel2 keragaman dan toleransi sangat kental budaya, Makanya adanya festival semacam ini perlu di rawat dan diteruskan melibatkan pihak pemerintah dan semua pihak untuk semakin melestarikan kebudayaan tradisional kepada generasi muda,” ungkapnya.
Francine mengungkapkan Jakarta secara khusus me-encourage menghargai budaya lewat kunjungan ke museum ada kota tua dan tempat bersejarah serta perayaan sejarah lebih aktif mempromosikan medsos dan menggemakan anak muda, tentunya bukan hanya Jakarta namun di luar Jakarta juga makin mengenal.
Tj Jollyman Ketua Panitia Festival Cap Go Meh menjelaskan pihaknya mengadakan cap gomeh yang ke-7 bertujuan melestarikan budaya Tionghoa dari Kalimantan. "Kita sedang mengembangkan kebudayaan Tionghoa untuk bangsa Indonesia, karena bapak reformasi bapak gus dur sudah meresmikan hari imlek sebagai hari libur nasional," ucapnya.
“Kita banyak bersyukur sudah dianggap sebagai kebudayaan Indonesia. Untuk perayaan Cap Go Meh bisa terlaksana berkat dari dukungan season city pak Mualim, pak dewan dari singkawang pak subranto sehingga kita bsa mensukseskan cap gomeh hari ini,” tuturnya.
Alhasil dengan berbagai tradisi dan festival yang menyertainya, Festival Cap Go Meh merupakan salah satu seni budaya Indonesia yang harus dilestarikan karena Festival ini sarat dengan budaya Tionghoa yang berakulturasi dengan budaya lokal lainnya di Indonesia serta di dalamnya ada doa- doa untuk keselamatan dan kesejahteraan bersama.
Beragam atraksi ditampilkan dalam acara ini dan dihadiri puluhan ribu pengunjung, seperti barongsai, seni musik tradisional dan atraksi khas Dayak serta pertunjukkan Tatung yang ekstrem namun menakjubkan.
Tidak ketinggalan seni Betawi juga ditampilkan seperti Pencak Silat, Tanjidor dan Ondel-Ondel. Perayaan ini digelar dengan maksud menjadikan TM Seasons City sebagai wadah berkumpulnya beragam budaya Indonesia dan mendukung kebhinekaan bangsa serta meningkatkan budaya dan pariwisata Jakarta.
Perayaan Festival Cap Go Meh yang di selenggarakan TM Seasons City biasanya dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat Jakarta maupun luar kota.
“Kami berharap Perayaan Festival Cap Go Meh ini sekaligus membantu mengobati kerinduaan mereka terhadap kampung halaman,” tutupnya.
Bagi yang ingin menyaksikan perayaan Cap Go Meh secara langsung, pastikan mengunjungi TM Seasons City, Tambora, Jakarta Barat.
(tar)
Lihat Juga :