alexametrics

John Wick Disebut Sebagai Film Tentang 5 Tahap Duka Cita

loading...
John Wick Disebut Sebagai Film Tentang 5 Tahap Duka Cita
Sebuah teori menyebutkan, film seri John Wick adalah tentang lima tahap berduka cita, yaitu penyangkalan, kemarahan, tawar menawar, depresi dan penerimaan. (IndieWire)
A+ A-
John Wick adalah sebuah cerita tentang dendam dan membalas dendam. Film yang dirilis pada 2014 ini berkisah tentang seseorang yang membunuh anjing milik orang yang salah. Sejak saat itu, franchise yang telah menghasilkan tiga film ini menyajikan tontonan seorang pembunuh bayaran—diperankan Keanu Reeves—membunuh ratusan atau malah ribuan orang yang menghalanginya. Semuanya terjadi setelah anjing John Wick dibunuh pada seri pertamanya.

Dalam tiga film John Wick, kekerasan menjadi tontonan utamanya. John selalu diburu dan memburu. Kini, sebuah teori menarik dari penggemar pun mencuat. Akun u/coces di Reddit menyebut John Wick adalah film tentang lima tahap berduka cita.

Menurut akun itu, John Wick akan berjalan hingga lima film dengan masing-masing film merepresentasikan satu tahap berduka cita, yaitu tahap penyangkalan, marah, tawar menawar, depresi dan akhirnya menerima. Teori itu menyebut tiga film pertama telah merepresentasikan tiga tahap pertama duka cita itu.



“Saya nggak yakin kalau ini adalah sesuatu yang sudah dibahas di tempat lain, tapi saya nonton lagi serial itu dan mencatat betapa seringnya karakter-karakter di film itu merujuk duka cita, kehilangan dan kematian dan ketika nonton semua film itu lagi secara berurutan, plotnya melingkupi tiap tahap duka cita,” tulis akun itu seperti dikutip Movie Web.

Sebagaimana disebut di teori itu, film pertama John Wick memperlihatkan kesedihan mendalam John setelah istri tercintanya meninggal dunia karena sakit. Di film ini, John hidup sendirian dengan barang-barang milik istrinya tetap berada di rumah dan di kamar mandi, tak tersentuh seperti jika dia akan kembali. Namun, John terlihat dibelit kemarahan ketika menyetir mobil secara ugal-ugalan. Ini memperlihatkan penyangkalan kuat terhadap kematian sang istri.

John Wick: Chapter 2 adalah tahap kemarahan. Buktinya cukup terlihat dengan kekacauan yang dibuat John di film itu. Dari lusinan pembunuh bayaran dan bodyguard yang menemui ajal hingga pelanggaran terang-terangan yang dilakukan John di kode kehormatan kuno The Continental.

“Rentetan pembunuhan yang dia lakukan di film pertama menggoda Santiago untuk menariknya dari pensiun, memanfaatkan dan mengkhianati John. Kemarahan menguasainya dan dia membunuh di tanah Continental,” tulis akun itu.

Dengan demikian, John Wick: Chapter 3—Parabellum adalah tahap tawar menawar atau bargaining. Film ini mengungkap karakter itu masuk ke dalam hidupnya dengan membuat kesepakatan dengan siapa pun yang berutang budi padanya. (Baca Juga: John Wick: Chapter 3 - Parabellum Disebut Film Terbaik Seri Ini)

Dengan menggunakan logistik teori ini, maka film keempat John Wick akan merepresentasikan tahap depresi. Teori ini berangkat dari akhir Parabellum di mana John sepertinya dikianati Winston yang hampir membuatnya tewas. John selamat dan sepertinya dipaksa untuk bekerja sama dengan Bowery King.

“Film keempat mungkin akan menjadi seputar tahap depresi di mana John dipaksa untuk tetap hidup tapi tidak pernah mendapatkan ‘peluang mendapatkan memori cinta yang layak’, dia punya pilihan membunuh Winston atau membalas dendam bersama Bowery. Dia menjadi kerang kosong, lamban dan ceroboh (seperti banyak disebut di Parabellum),” kata u/coces. (Baca Juga: John Wick: Chapter 4 Akan Dirilis Mei 2021 Mendatang)

Tahap terakhir atau John Wick: Chapter 5 adalah tahap penerimaan. Itu artinya, John akhirnya menerima apa yang terjadi dan terus menjadi seorang pembunuh bayaran, sekarat atau membawa anjing dan mobilnya pulang.

Teori ini memang menarik dan menambah level lain di film laga ini. Apakah teori ini benar atau tidak, maka John Wick 4 yang akan tayang pada 4 Mei 2021 akan menjadi jawabannya.
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak