Meghan Markle Alami Krisis Identitas, Efek Gaya Hidup Penuh Pencitraan
Senin, 24 Februari 2025 - 08:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Meghan Markle Terinsipirasi Tugas Kerajaan Putri Diana, tapi Banyak yang Tidak Dikerjakan
"Meghan Markle tidak bisa menang karena kalah. Jadi Anda orang-orang kesal karena trailer acaranya sempurna, seperti Martha Stewart yang sangat sempurna. Dan kemudian Anda kesal karena dia sangat alami saat menjelaskan merek barunya yang keluar di mana namanya telah berubah dari saya kira American Orchard menjadi As Ever dan saya pikir alasan dia tidak bisa menang atau kalah adalah karena kurangnya identitas dan pemahaman tentang siapa dia sebenarnya bagi penonton," kata Frankel.
"Seperti, pertama-tama kita berada di Montecito dan semuanya sempurna yang akan baik-baik saja, berkomitmenlah pada bagian itu, karena mereka memang tinggal di, saya kira, rumah seharga 23 juta USD di Montecito dan itu cukup bersih jadi berkomitmenlah pada bagian itu. Namun, saya rasa karena reaksi dari kalian, sekarang lebih alami dan hanya menyampaikan konten segar tanpa filter dan itu membuat orang-orang tidak tertarik karena mereka seperti, 'apa yang terjadi dengan konten yang sempurna?" tutur dia lagi.
"Meghan Markle tidak bisa menang karena kalah. Jadi Anda orang-orang kesal karena trailer acaranya sempurna, seperti Martha Stewart yang sangat sempurna. Dan kemudian Anda kesal karena dia sangat alami saat menjelaskan merek barunya yang keluar di mana namanya telah berubah dari saya kira American Orchard menjadi As Ever dan saya pikir alasan dia tidak bisa menang atau kalah adalah karena kurangnya identitas dan pemahaman tentang siapa dia sebenarnya bagi penonton," kata Frankel.
"Seperti, pertama-tama kita berada di Montecito dan semuanya sempurna yang akan baik-baik saja, berkomitmenlah pada bagian itu, karena mereka memang tinggal di, saya kira, rumah seharga 23 juta USD di Montecito dan itu cukup bersih jadi berkomitmenlah pada bagian itu. Namun, saya rasa karena reaksi dari kalian, sekarang lebih alami dan hanya menyampaikan konten segar tanpa filter dan itu membuat orang-orang tidak tertarik karena mereka seperti, 'apa yang terjadi dengan konten yang sempurna?" tutur dia lagi.
(tdy)
Lihat Juga :