Sinopsis Sinetron RCTI Tangan Di Atas, Sabtu 1 Maret 2025: Dermawan Atasi Kekacauan Sukamakmur
Kamis, 27 Februari 2025 - 13:40 WIB
loading...
Sinetron Tangan Di Atas menyuguhkan drama keluarga, konflik sosial, serta perjuangan hidup penuh warna. Foto/ MNC Media
A
A
A
Sinetron "Tangan Di Atas" menyuguhkan kisah menarik dengan menggabungkan drama keluarga, konflik sosial, serta perjuangan hidup yang penuh warna. Dibintangi oleh Surya Saputra, Randy Martin, Armando Jordi, dan Yeyen Lidya, sinetron ini membawa penonton ke dalam kehidupan warga Sukamakmur yang dikenal kaya berkat bisnis jasa mendoakan orang lain.
Di Sukamakmur, warga tergabung dalam Paguyuban yang dipimpin oleh Dermawan, seorang pria yang memiliki prinsip “GA TIGA” (Ga Bohong, Ga Kriminal, Ga Emosian). Kehidupan mereka yang semula berjalan dengan damai mulai terguncang ketika Tukir, salah satu anggota Paguyuban, ketahuan pura-pura cacat. Perilaku Tukir tersebut menyebabkan kekacauan yang memicu pertikaian internal di dalam komunitas.
Namun, masalah tidak berhenti sampai di situ. Dermawan harus berhadapan dengan tantangan baru dari putrinya, Diva, yang menganggap bisnis tersebut hina dan ingin membuktikan dirinya dengan hidup mandiri. Perjuangannya untuk menunjukkan kemandirian justru menghadapkan Diva pada kenyataan pahit, termasuk ketika dia harus berurusan dengan Ariel, teman kampusnya yang mengetahui tentang pekerjaan ayahnya.
Di sisi lain, kelompok pesaing bernama Pentol, yang dipimpin oleh Tole, mulai menarik perhatian warga Sukamakmur, termasuk Tukir dan Sri. Kondisi ini menyebabkan perpecahan di tengah masyarakat Sukamakmur yang semula harmonis. Ketegangan semakin memuncak, dan Dermawan mulai menyadari bahwa niat awalnya mendirikan Paguyuban—untuk membantu warga beralih ke pekerjaan yang lebih bermartabat—ternyata semakin sulit tercapai.
Tantangan besar yang dihadapi Dermawan adalah bagaimana menyatukan kembali warga Sukamakmur dan mengubah nasib mereka di tengah kekacauan yang terjadi. Sementara itu, Diva juga harus menghadapi perjuangan keras untuk membuktikan bahwa dia bisa mandiri, dengan dilema cinta yang tak kalah rumit antara Ariel dan Rendi.
Di Sukamakmur, warga tergabung dalam Paguyuban yang dipimpin oleh Dermawan, seorang pria yang memiliki prinsip “GA TIGA” (Ga Bohong, Ga Kriminal, Ga Emosian). Kehidupan mereka yang semula berjalan dengan damai mulai terguncang ketika Tukir, salah satu anggota Paguyuban, ketahuan pura-pura cacat. Perilaku Tukir tersebut menyebabkan kekacauan yang memicu pertikaian internal di dalam komunitas.
Namun, masalah tidak berhenti sampai di situ. Dermawan harus berhadapan dengan tantangan baru dari putrinya, Diva, yang menganggap bisnis tersebut hina dan ingin membuktikan dirinya dengan hidup mandiri. Perjuangannya untuk menunjukkan kemandirian justru menghadapkan Diva pada kenyataan pahit, termasuk ketika dia harus berurusan dengan Ariel, teman kampusnya yang mengetahui tentang pekerjaan ayahnya.
Di sisi lain, kelompok pesaing bernama Pentol, yang dipimpin oleh Tole, mulai menarik perhatian warga Sukamakmur, termasuk Tukir dan Sri. Kondisi ini menyebabkan perpecahan di tengah masyarakat Sukamakmur yang semula harmonis. Ketegangan semakin memuncak, dan Dermawan mulai menyadari bahwa niat awalnya mendirikan Paguyuban—untuk membantu warga beralih ke pekerjaan yang lebih bermartabat—ternyata semakin sulit tercapai.
Tantangan besar yang dihadapi Dermawan adalah bagaimana menyatukan kembali warga Sukamakmur dan mengubah nasib mereka di tengah kekacauan yang terjadi. Sementara itu, Diva juga harus menghadapi perjuangan keras untuk membuktikan bahwa dia bisa mandiri, dengan dilema cinta yang tak kalah rumit antara Ariel dan Rendi.
Lihat Juga :