Forum Dialog Ekonomi Digital: Memperkuat Kerja Sama di Era Indonesia Digital
Kamis, 27 Februari 2025 - 14:34 WIB
loading...
A
A
A
Sesi Forum Dialog Ekonomi Digital Acara dialog ini terbagi tiga sesi, dimana setiap sesinya memiliki pembahasan yang berbeda-beda untuk merefleksikan perkembangan di era Indonesia
Digital. Pada sesi pertama, membahas mengenai Pemerintahan dan Infrastruktur Digital. Sesi ini membahas perkembangan industri digital saat ini karena peningkatan akses dan kualitas
internet di Indonesia, serta bagaimana kedepannya penguatan infrastruktur digital serta strategi pemerintah dan industri dalam mengatasi digital divide, baik berkaitan dengan akses maupun
literasi digital.
Prasetya Dwicahya, Digital Government Principal, Think Policy, mengungkapkan dalam 10 tahun terakhir, Indonesia sudah berhasil untuk meningkatkan akses internet dan juga porsi
ekonomi digital berkali-kali lipat. Akan tetapi ada banyak konsekuensi sosial yang juga terjadi bersamaan dengan pertumbuhan tersebut seperti masifnya perundungan digital dan judi
online. Oleh karena itu, fokus transformasi digital untuk beberapa tahun ke depan adalah memastikan transformasi digital tersebut harus bermakna, transformasi digital yang bisa memberikan nilai tambah kepada seluruh lapisan masyarakat dan membuat masyarakat merasa aman berinteraksi di dalam ruang digital.
Dari sisi industri OTT video streaming, Ketua Bidang Hubungan Pemerintah AVISI, Hafil Naufal Rahman, menjelaskan terdapat tantangan bersama dalam literasi digital saat ini.
“Aksesibilitas tidak hanya menghasilkan peluang untuk berkembang, tetapi juga meningkatnya ancaman yang merugikan bagi industri OTT video streaming. Salah satu masalah utama adalah pembajakan
atau penyiaran konten secara ilegal di Indonesia menjadi perhatian serius karena mengancam ekonomi digital serta perkembangan industri kreatif. Survei AVISI tahun 2023 mengungkap
bahwa meskipun sebagian besar masyarakat menyadari risiko pembajakan, banyak yang tetap memilih untuk melanjutkan mengakses konten ilegal. Kolaborasi antara pemerintah, AVISI, dan
para pemangku kepentingan lainnya penting untuk mengatasi masalah ini,” ucap dia.
Sebagai bagian dari industri OTT dan perwakilan Asosiasi Video Streaming Indonesia (AVISI), VISION+ turut menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekosistem digital
Indonesia. Wakil Sekretaris Jenderal AVISI sekaligus Direktur VISION+, Helmi Balfas, menyampaikan bahwa sinergi antar industri menjadi faktor kunci dalam menghadapi tantangan
digitalisasi. "Era digital membuka banyak peluang sekaligus tantangan bagi industri media dan hiburan. Sebagai bagian dari AVISI, VISION+ berkomitmen untuk terus mendorong ekosistem
OTT yang sehat, inklusif, dan inovatif. Melalui kolaborasi lintas sektor, kita dapat memastikan bahwa industri kreatif digital terus berkembang dengan regulasi yang mendukung pertumbuhan
serta perlindungan terhadap konten legal. Dengan infrastruktur yang kuat dan pengembangan talenta digital, kita dapat menciptakan industri yang lebih berdaya saing dan berkontribusi bagi
ekonomi digital nasional," ujar Helmi Balfas.
Sesi kedua, yang dimoderatori oleh Maria Angelica selaku perwakilan ITF sekaligus VP of Public Aairs Bukalapak, membahas mengenai Kebijakan Digital dan Peluang Industri dalam Era AI. Sesi
ini membahas pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas industri dan daya saing global.
Diskusi mencakup rekomendasi strategi pemerintah, inovasi AI di industri, tantangan implementasi, dampak sosial, serta masukan untuk mendukung inovasi dan pertumbuhan
digital.
Digital. Pada sesi pertama, membahas mengenai Pemerintahan dan Infrastruktur Digital. Sesi ini membahas perkembangan industri digital saat ini karena peningkatan akses dan kualitas
internet di Indonesia, serta bagaimana kedepannya penguatan infrastruktur digital serta strategi pemerintah dan industri dalam mengatasi digital divide, baik berkaitan dengan akses maupun
literasi digital.
Prasetya Dwicahya, Digital Government Principal, Think Policy, mengungkapkan dalam 10 tahun terakhir, Indonesia sudah berhasil untuk meningkatkan akses internet dan juga porsi
ekonomi digital berkali-kali lipat. Akan tetapi ada banyak konsekuensi sosial yang juga terjadi bersamaan dengan pertumbuhan tersebut seperti masifnya perundungan digital dan judi
online. Oleh karena itu, fokus transformasi digital untuk beberapa tahun ke depan adalah memastikan transformasi digital tersebut harus bermakna, transformasi digital yang bisa memberikan nilai tambah kepada seluruh lapisan masyarakat dan membuat masyarakat merasa aman berinteraksi di dalam ruang digital.
Dari sisi industri OTT video streaming, Ketua Bidang Hubungan Pemerintah AVISI, Hafil Naufal Rahman, menjelaskan terdapat tantangan bersama dalam literasi digital saat ini.
“Aksesibilitas tidak hanya menghasilkan peluang untuk berkembang, tetapi juga meningkatnya ancaman yang merugikan bagi industri OTT video streaming. Salah satu masalah utama adalah pembajakan
atau penyiaran konten secara ilegal di Indonesia menjadi perhatian serius karena mengancam ekonomi digital serta perkembangan industri kreatif. Survei AVISI tahun 2023 mengungkap
bahwa meskipun sebagian besar masyarakat menyadari risiko pembajakan, banyak yang tetap memilih untuk melanjutkan mengakses konten ilegal. Kolaborasi antara pemerintah, AVISI, dan
para pemangku kepentingan lainnya penting untuk mengatasi masalah ini,” ucap dia.
Sebagai bagian dari industri OTT dan perwakilan Asosiasi Video Streaming Indonesia (AVISI), VISION+ turut menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekosistem digital
Indonesia. Wakil Sekretaris Jenderal AVISI sekaligus Direktur VISION+, Helmi Balfas, menyampaikan bahwa sinergi antar industri menjadi faktor kunci dalam menghadapi tantangan
digitalisasi. "Era digital membuka banyak peluang sekaligus tantangan bagi industri media dan hiburan. Sebagai bagian dari AVISI, VISION+ berkomitmen untuk terus mendorong ekosistem
OTT yang sehat, inklusif, dan inovatif. Melalui kolaborasi lintas sektor, kita dapat memastikan bahwa industri kreatif digital terus berkembang dengan regulasi yang mendukung pertumbuhan
serta perlindungan terhadap konten legal. Dengan infrastruktur yang kuat dan pengembangan talenta digital, kita dapat menciptakan industri yang lebih berdaya saing dan berkontribusi bagi
ekonomi digital nasional," ujar Helmi Balfas.
Sesi kedua, yang dimoderatori oleh Maria Angelica selaku perwakilan ITF sekaligus VP of Public Aairs Bukalapak, membahas mengenai Kebijakan Digital dan Peluang Industri dalam Era AI. Sesi
ini membahas pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas industri dan daya saing global.
Diskusi mencakup rekomendasi strategi pemerintah, inovasi AI di industri, tantangan implementasi, dampak sosial, serta masukan untuk mendukung inovasi dan pertumbuhan
digital.
Lihat Juga :