Di Balik Perjuangan Band Hippotopia Jadi Song Theme Film Solata, 3 Lagunya Sempat Ditolak

Jum'at, 28 Februari 2025 - 15:40 WIB
loading...
Di Balik Perjuangan...
Band Hippotopia menjadi Song Theme Film Solata, yang mengupas tentang pendidikan di Toraja. Foto/ Instagram
A A A
JAKARTA - Band indie Hippotopia menjadi Song Theme Film Solata karya Ichwan Persada yang mengupas tentang pendidikan, khususnya di Toraja. Namun, perjuangannya membuat lagu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Tiga personelnya, Silvi (guitarist), Qinant (vocalist) dan Valine (vocalist) yang kuat dengan unsur folk, swing pop dan funk ini pun tertantang membuat lagu "mewah" ala Disney seperti benang merah film tersebut.

Baca Juga: Profil 2 Personel Band Sukatani yang Minta Maaf karena Lirik Lagu Bayar Bayar Bayar

Hippotopia diminta membuat musik yang dirancang memperkuat narasi dan emosi dalam sebuah film dengan menggabungkan aransemen modern dan puisi dengan logat khas toraja hingga menyatu dengan alur cerita, yang menghadirkan semangat dan harapan yang mendalam.

Qinant yang mengunjungi redaksi Sindonews, menceritakan proses kreatif di balik pembuatan lagu Solata, tembang yang diambil sesuai judul filmnya. Dia mengatakan, Hippotopia harus sedikit keluar dari jalur musiknya. Pasalnya, Ichwan Persada sebagai produser dan sutradara meminta dibuatan lagu berkesan mewah dan megah namun dengan lirik yang sederhana.

“Namanya kita musisi gitu ya, gak bisa sebenarnya kita yang break langsung jadi gitu. Itu tuh harus kayak bertapa dulu untuk berpikir, cari inspirasi” tutur Qinant.

Namun, dalam proses pembuatan soundtrack dan song theme film Solata Hippotopia tidak serta merta langsung membuatkan lagu tersebut. Mereka melalui beberapa proses untuk menyesuaikan dengan film Solata, terutama untuk song theme Solata hingga akhirnya terpilih dua lagu untuk soundtrack dan song theme.

"Hippotopia sempat mengajukan tiga lagu untuk dipilih dan disesuaikan dengan permintaannya. Kita mengajukan yang tadi, gimana kalau kita kasih tiga terus akhirnya dua minggu kita jadiin tiga lagu tapi posisinya sudah 30% jadi ada aransemen-aransemennya,” tutur Qinanti.

Namun, lagu-lagu yang disodorkan ditolak lantaran tidak sesuai dengan cerita dalam filmnya. Ini membuat anggota Hippotopia sedih. Bahkan, Qinant mengaku sampai menitikan air mata.

“Itu sampe nangis tuh karena, kita Hippotopia kan biasanya kita bikin lagu yang ceria walaupun kayak lagu patah hati, tapi dikemasnya pun tetap dengan yang ceria sedangkan ini slow gitu pelan, kita pas recording aja sampe yang mau nangis. Mau nangisnya tuh lebih ke susah, susah penghayatannya,” tutur Qinant.

"Song theme Solata juga memiliki kesan nada yang ceria, megah, grande dengan lirik yang sederhana. Tapi, setelah kita masukkan semua musiknya, akhirnya disukai, malah mas Ichwan minta dua lagu," ucapnya.

Baca Juga: Lagu Apa Sih Band Radja Dihapus dari Spotify Imbas Diduga Plagiat APT Rose BLACKPINK

Ichwan Persada pun merasa puas dengan lagu yang diberikan Hippotopia. Dia merasa lagu Solata ini merangkum semua isi cerita film melalui alunan nada yang indah dan lirik yang bermakna juga terdapat bait puisi yang dibacakan langsung oleh suku Toraja.

Film Solata sendiri rencananya akan tayang di bioskop pada awal Juli 2025, film dengan latar belakang pendidikan di Toraja dan disebut sebagai Laskar Pelang versi Toraja.

M/G Alya Ramadhanty Vardiansyah
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dimas Aditya Syok Temui...
Dimas Aditya Syok Temui Langsung Orang Dipasung saat Syuting Juminten Edan
Sinopsis dan 5 Fakta...
Sinopsis dan 5 Fakta Film The Odyssey Karya Christopher Nolan yang Lagi Viral
Davina Karamoy Beberkan...
Davina Karamoy Beberkan Alasan Menangis Saat Pertama Kali Membaca Skenario Film Terbarunya
Trailer Perumahan Laddaland...
Trailer Perumahan Laddaland Dirilis, Horor Paling Sedih Awi Suryadi
Rekomendasi Film Keluarga,...
Rekomendasi Film Keluarga, Madagascar 3: Europe's Most Wanted Streaming di VISION+
Masayu Anastasia Jadi...
Masayu Anastasia Jadi Dokter Forensik di Film Autopsy: Dead Body Can Talk, Akui Banyak Tantangan
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Rekomendasi
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
Pelimpahan Berkas Perkara...
Pelimpahan Berkas Perkara Febrie Dinilai Tindakan Rasional
Berita Terkini
Obat Kuat dengan Efek...
Obat Kuat dengan Efek hingga 3 Hari, Amankah? Yuk Kenali Faktanya Sebelum Mengkonsumsi
Bring Back My Heart...
Bring Back My Heart Jadi Pilihan Microdrama Romantis yang Seru di V+Short
Terinspirasi Rafathar,...
Terinspirasi Rafathar, Nagita Slavina Gelar Kompetisi Basket SMA
Nathalie Holscher Ungkap...
Nathalie Holscher Ungkap Alasan Mantap Nikahi Arief Fadli
Sinopsis Hotter Than...
Sinopsis Hotter Than Hate, Microdrama Revenge Plot yang Tayang di V+Short
Dimas Aditya Syok Temui...
Dimas Aditya Syok Temui Langsung Orang Dipasung saat Syuting Juminten Edan
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved