Dari Mereka, untuk Semua: Anak Muda Penggerak Kesehatan Mental Nasional

Jum'at, 28 Februari 2025 - 16:30 WIB
loading...
Dari Mereka, untuk Semua:...
Foto: Doc. Istimewa
A A A
JAKARTA - Indonesia Health Development Center (IHDC) Youth Community Gathering menggelar sebuah forum diskusi terbuka yang bertujuan untuk memperkuat peran komunitas anak muda dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

Menteri Kesehatan RI era tahun 2014-2019 Nila Moeloek menyampaikan bahwa kesehatan fisik dan mental anak perlu dijaga untuk menghadirkan SDM yang berkualitas.

Mengingat kompleksitas permasalahan kesehatan mental saat ini, terutama di era digital, IHDC berupaya mengumpulkan organisasi pemuda. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya kesehatan mental. Dengan konektivitas yang luas, suara mereka dapat dengan cepat disebarkan melalui gerakan ini. Diharapkan, gerakan ini akan menjadi gerakan masyarakat yang berkelanjutan, di mana pemuda berperan sebagai penggerak utama dalam menyuarakan pentingnya kesehatan mental.

“Anak-anak ini perlu buat kita jadikan SDM yang berkualitas. Nah untuk itu, kita tentu harus menjaga tidak hanya fisik, tetapi mental mereka juga,” kata Nila Moeloek dalam keterangannya, kemarin.

Nila mencontohkan bahwa Indonesia sedang mengalami bonus demografi. Untuk memanfaatkan peluang ini, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia muda yang produktif dan berkualitas. Generasi muda yang berkualitas dan produktif ini diharapkan dapat mendukung kelompok usia non-produktif, seperti lansia dan anak-anak.

“Salah satu hal buat saya gamang mendengar rata rata iq anak muda 78, kalo seperti itu gimana sebagai keluarga bagaimana dia bisa mendidik anak anaknya berkualitas itu jadi artinya kita perlu menggelindingkan hal yang perlu mungkin awarness dari keluarga di Indonesia kita agar bertahan terus negara kita,” tuturnya.

Meski begitu, sambungnya, masalah pembangunan SDM generasi muda yang naik itu tidak dominan terjadi hanya dari sisi kesehatan saja tapi juga perilaku sadar dalam mempertahankan negara dan perilaku di lingkungan.

“Saya harapkan suara anak muda menggelinding kan solusi atas masalah kesehatan mental yang kerap terjadi di kalangan anak muda saat ini,”harapnya.

Sejalan dengan hal itu, Nila pun mendukung implementasi Zona Mendengar Jiwa di sekolah-sekolah yang diinisiasi oleh Yayasan BUMN. Dia berharap Zona Mendengar Jiwa dapat membantu mengatasi persoalan emosional anak-anak di Indonesia, terutama di Jakarta.

Alam Ganjar mewakili generasi muda mengungkapkan bahwa awareness terkait mental health ini sudah cukup tinggi dalam masyarakat. "Tapi bagaimana kita mengelola awarness itu sendiri jangan sampai awarness yang tinggi ini dengan konten sosial media terkait mental health juga tinggi ada rebound effect yang mana efek ini justru berkebalikan malah ada self diagnos lalu juga mengglorifikasi mental health itu sendiri, " ucapnya.

“Perlu peran teman teman yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan itu bagaimana mengelola komunikasi dari mental health itu sendiri menggunakan sosial media sebagai platform untuk meningkatkan awarness tapi tetap menjaga kualitas konten itu sendiri, "tambahnya.

Putra politikus Ganjar Pranowo ini mengaku forum diskusi yang melibatkan orang muda dari berbagai elemen ini keren. Karena isu kesehatan itu penting dan mendasar yang bukan tugas mereka yang berkecimpung di dunia kesehatan saja semakin banyak bergabung isu kesehatan masyarakat semakin teradvokasi dengan baik.

“Kalo itu pertama tentunya adanya forum komunikasi dimana IHDC bisa katalis informasi untuk kesehatan terutama mental health nanti ada tindakan lanjutan screening dan lainnya “ungkapnya.

Diketahui acara Zona Mendengar Jiwa mencakup pembelajaran pengenalan emosi, teknik pernapasan, dan diskusi kelompok. Yayasan BUMN lewat Zona Mendengar Jiwa juga menghadirkan sarana seperti bilik cerita, self check-in, dan dinding curhat. Sarana tersebut dihadirkan agar para pelajar dapat mengekspresikan kondisi emosional secara anonim.

Sebagai bagian dari pendekatan lintas sektor, acara ini dihadiri oleh komunitas anak muda dari berbagai bidang, sehingga membawa beragam perspektif dalam merumuskan solusi terhadap tantangan kesehatan di Indonesia.

Diskusi ini berfungsi sebagai wadah bagi komunitas kepemudaan untuk berdialog, berbagi wawasan, dan menyamakan persepsi mengenai ideologi kesehatan serta strategi pembangunan kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan ini, peserta terlibat dalam diskusi interaktif untuk mengidentifikasi topik yang dianggap relevan bagi anak muda dalam ranah kesehatan. Topik-topik ini akan menjadi dasar bagi inisiatif selanjutnya, seperti coffee talk, kampanye media sosial, dan gerakan kepemudaan, guna meningkatkan kesadaran dan aksi nyata dalam masyarakat.

Selain itu, IHDC Youth Community Gathering juga berfungsi sebagai platform untuk mempererat kerjasama komunitas anak muda dengan IHDC. Melalui interaksi yang terjalin, diharapkan lahir kolaborasi yang lebih solid dalam membangun kegiatan berbasis kepemudaan yang berdampak nyata untuk pembangunan kesehatan.

Sebagai bentuk komitmen bersama, acara ini akan diakhiri dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang mencerminkan kesepakatan kolektif untuk terus berkontribusi dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang berbagi ide, tetapi juga langkah awal dalam memperkuat gerakan kepemudaan yang berorientasi pada solusi dan inovasi dalam sektor kesehatan.

Sebagai informasi, Indonesia Health Development Center (IHDC) Indonesia Health Development Center (IHDC) adalah organisasi nirlaba yang fokus pada Promosi, Edukasi, Penguatan dan Advokasi Sistem Kesehatan, dan Pemberdayaan Kesehatan Komunitas dan masyarakat, berbasis kajian, rekomendasi, dan formulasi model.

Inisiatif ini bermula dari terbentuknya sebuah forum bertema Fokus Kesehatan Indonesia pada Agustus 2024, yang bertujuan untuk mengkaji akar permasalahan stunting di tanah air yang Didirikan oleh Prof. Nila F Moeloek (Menteri Kesehatan RI 2014-2019) bersama Dr. Ray Wagiu Basrowi, Dr Kianti Raisa Darusman, dan Eriq Moeloek SE, FKI kemudian diformalisasi menjadi sebuah wadah pemikir dan kajian (think-tank) berbentuk IHDC.
(tar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Banyak Orang...
Mengapa Banyak Orang Pilih Menghilang dari Media Sosial? Ini Alasannya
Apa Itu Playing Victim?...
Apa Itu Playing Victim? Dokter Ungkap Dampaknya pada Hubungan dan Kesehatan Mental
Willy Winarko Ajak Anak...
Willy Winarko Ajak Anak Muda Berani Melangkah, Kenalkan Sepatu Edisi Khusus Weidenmann Urban
HighEnd Magazine Dorong...
HighEnd Magazine Dorong Perempuan Modern Peduli Mental Wellness Lewat HighTea Eksklusif
Tips Mengatasi Doomscrolling,...
Tips Mengatasi Doomscrolling, Kebiasaan Scroll Berita Buruk yang Rusak Kesehatan Mental
Anak Tantrum karena...
Anak Tantrum karena Sosmed Dibatasi? Ini Tips Mengatasinya
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Wujudkan Ruang Aman...
Wujudkan Ruang Aman bagi Anak, Ibu-Ibu di Bajawa Dibekali Edukasi Pengasuhan dan Kesehatan
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
Rekomendasi
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Berita Terkini
Aletha Abew Ajak Anak...
Aletha Abew Ajak Anak Rajin Mandi Lewat Lagu Ceria yang Sarat Pesan Positif
Kenyamanan Menginap...
Kenyamanan Menginap di Berbagai Pilihan Hotel yang Favorit
Sinopsis The Value of...
Sinopsis The Value of Patience: Perjuangan Alex Mengejar Cinta dan Masa Depan
Datangi Bareskrim, Dude...
Datangi Bareskrim, Dude Harlino Kembalikan Uang Rp5,2 Miliar Honor PT DSI
Trisno Pas Band Abaikan...
Trisno Pas Band Abaikan Kaki Bengkak sebelum Divonis Gagal Ginjal Kronis
Trisno Pas Band Kritis,...
Trisno Pas Band Kritis, Gagal Ginjal dan Alami Sumbatan di Otak
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved