Menyoroti Konflik Palestina-Israel, No Other Land Menang Best Documentary Feature Oscar 2025
Senin, 03 Maret 2025 - 13:00 WIB
loading...
Film dokumenter No Other Land berhasil memenangkan kategori Best Documentary Feature di Oscar 2025. Sutradara film ini mengkritik kebijakan luar negeri Amerika. Foto/Getty Images
A
A
A
JAKARTA - Film dokumenter No Other Land berhasil memenangkan kategori Best Documentary Feature di Oscar 2025. Dalam pidatonya, para sutradara film ini mengkritik kebijakan luar negeri Amerika Serikat dalam konflik Israel-Palestina.
Sutradara dan jurnalis Palestina Basel Adra serta sutradara No Other Land lainnya, Yuval Abraham yang juga merupakan jurnalis Israel turut menyerukan penghentian ketidakadilan yang terus terjadi di wilayah tersebut dari atas panggung megah Oscar 2025 .
No Other Land adalah hasil kolaborasi kolektif antara pembuat film Palestina dan Israel. Dokumenter ini menggambarkan penghancuran wilayah Masafer Yatta di Tepi Barat yang diduduki oleh tentara Israel, serta hubungan yang berkembang antara Basel Adra, dan Yuval Abraham.
"Sekitar dua bulan yang lalu, saya menjadi seorang ayah dan harapan saya untuk putri saya adalah bahwa dia tidak harus menjalani kehidupan yang sama seperti yang saya jalani sekarang, selalu takut akan kekerasan pemukim dan pembongkaran rumah serta takut akan penggusuran yang dialami dan dihadapi komunitas saya setiap hari," kata Adra.
Baca Juga: Nominasi Oscar 2025 Didominasi Asia dan Timur Tengah, No Other Land Bertema Palestina-Israel
Sutradara dan jurnalis Palestina Basel Adra serta sutradara No Other Land lainnya, Yuval Abraham yang juga merupakan jurnalis Israel turut menyerukan penghentian ketidakadilan yang terus terjadi di wilayah tersebut dari atas panggung megah Oscar 2025 .
No Other Land adalah hasil kolaborasi kolektif antara pembuat film Palestina dan Israel. Dokumenter ini menggambarkan penghancuran wilayah Masafer Yatta di Tepi Barat yang diduduki oleh tentara Israel, serta hubungan yang berkembang antara Basel Adra, dan Yuval Abraham.
"Sekitar dua bulan yang lalu, saya menjadi seorang ayah dan harapan saya untuk putri saya adalah bahwa dia tidak harus menjalani kehidupan yang sama seperti yang saya jalani sekarang, selalu takut akan kekerasan pemukim dan pembongkaran rumah serta takut akan penggusuran yang dialami dan dihadapi komunitas saya setiap hari," kata Adra.
Baca Juga: Nominasi Oscar 2025 Didominasi Asia dan Timur Tengah, No Other Land Bertema Palestina-Israel
Lihat Juga :