5 Manfaat Salat Tarawih bagi Kesehatan, Bisa Menurunkan Berat Badan
Selasa, 04 Maret 2025 - 15:20 WIB
loading...
Manfaat salat tarawih bagi kesehatan tubuh sangat banyak. Ibadah yang dijalani selama bulan suci Ramadan ini diyakini memiliki berbagai manfaat kesehatan fisik. Foto/dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Manfaat salat tarawih bagi kesehatan tubuh sangat banyak. Ibadah yang dijalani selama bulan suci Ramadan ini diyakini memiliki berbagai manfaat kesehatan fisik dan mental.
Meskipun utamanya bernilai spiritual, salat tarawih juga dikenal memberikan berbagai manfaat kesehatan. Gerakan-gerakan dalam salat ini mulai dari berdiri, rukuk, sujud, hingga duduk di antara dua sujud melibatkan aktivitas fisik yang rutin.
Dari perspektif medis, psikologis, maupun spiritual, salat tarawih berkontribusi positif terhadap kesehatan jasmani dan rohani. Secara medis, salat tarawih dapat dianggap sebagai bentuk aktivitas fisik ringan hingga moderat yang dilakukan secara rutin selama bulan Ramadan.
Setiap rakaat salat Tarawih terdiri dari rangkaian gerakan tubuh, berdiri tegak, membungkuk dalam rukuk, berdiri kembali (iktidal), bersujud menyentuhkan dahi ke lantai, duduk, lalu sujud kembali. Rangkaian gerakan berulang ini mirip dengan olahraga ringan yang melibatkan peregangan dan kontraksi berbagai otot dan sendi tubuh.
Penelitian menunjukkan bahwa gerakan salat yang dilakukan dengan benar bisa meningkatkan kebugaran fisik dan bahkan mencegah beberapa penyakit . Berikut adalah beberapa manfaat salat tarawih bagi kesehatan dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (4/3/2025).
Baca Juga: 5 Tips Sahur untuk Penderita Asam Lambung, Puasa Jadi Nyaman dan Lancar
Dari segi kesehatan jantung dan sirkulasi darah, gerakan berulang dalam salat, seperti berdiri, rukuk, dan sujud, meningkatkan denyut jantung secara terkontrol, serupa dengan olahraga aerobik ringan.
Penelitian Harvard University menunjukkan bahwa ibadah ini dapat memperbaiki kesehatan kardiovaskular dengan meningkatkan sirkulasi darah, memperlancar asupan oksigen, serta membantu mencegah penyakit jantung koroner dengan memperlambat detak jantung istirahat dan menurunkan tekanan darah.
Selain itu, salat Tarawih juga bermanfaat bagi kekuatan otot dan kesehatan sendi. Gerakan rukuk dan sujud melibatkan otot kaki, punggung, lengan, dan perut, serta berfungsi mirip dengan latihan squat ringan yang memperkuat otot tungkai.
Aktivitas ini juga menjaga fleksibilitas sendi, termasuk lutut, pinggul, dan tulang belakang, sehingga dapat mengurangi risiko nyeri punggung dan kaku sendi, terutama bagi lansia. Para pakar kesehatan bahkan menyebut posisi sujud sebagai latihan alami yang efektif untuk memperkuat tulang belakang dan meredakan nyeri punggung.
Baca Juga: 5 Efek Puasa Tanpa Sahur bagi Kesehatan, Hati-hati Dehidrasi dan Masalah Pencernaan
Waktu pelaksanaan tarawih setelah berbuka puasa membantu tubuh mengatur kadar gula darah dengan lebih baik. Gerakan dalam salat membantu metabolisme glukosa dalam darah, sehingga mencegah lonjakan gula yang berlebihan setelah makan.
Selain itu, aktivitas fisik ringan selama Tarawih berkontribusi dalam meningkatkan laju metabolisme, menjaga berat badan tetap stabil, dan dalam jangka panjang dapat membantu mengurangi risiko obesitas serta memperlambat proses penuaan dan osteoporosis.
Dari perspektif psikologis, tarawih memiliki dampak positif terhadap kesehatan mental dan emosional. Suasana tenang selama ibadah, bacaan Al-Qur’an, serta konsentrasi dalam doa dan dzikir menciptakan efek relaksasi yang menenangkan pikiran.
Penelitian menunjukkan bahwa gerakan salat dapat merangsang respons relaksasi tubuh, yang ditandai dengan menurunnya tekanan darah, perlambatan denyut jantung, serta pengurangan stres dan kecemasan.
Selain itu, ibadah ini merangsang pelepasan hormon endorfin yang meningkatkan perasaan nyaman dan bahagia, sehingga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan emosional.
Sebuah studi juga menemukan bahwa partisipasi rutin dalam salat tarawih meningkatkan kesehatan mental serta kemampuan individu dalam mengendalikan diri, menjadikannya bentuk terapi spiritual yang efektif dalam menghadapi tekanan hidup sehari-hari.
Baca Juga: Ini Bahaya Lewatkan Sahur saat Akan Berpuasa
Meskipun utamanya bernilai spiritual, salat tarawih juga dikenal memberikan berbagai manfaat kesehatan. Gerakan-gerakan dalam salat ini mulai dari berdiri, rukuk, sujud, hingga duduk di antara dua sujud melibatkan aktivitas fisik yang rutin.
Dari perspektif medis, psikologis, maupun spiritual, salat tarawih berkontribusi positif terhadap kesehatan jasmani dan rohani. Secara medis, salat tarawih dapat dianggap sebagai bentuk aktivitas fisik ringan hingga moderat yang dilakukan secara rutin selama bulan Ramadan.
Setiap rakaat salat Tarawih terdiri dari rangkaian gerakan tubuh, berdiri tegak, membungkuk dalam rukuk, berdiri kembali (iktidal), bersujud menyentuhkan dahi ke lantai, duduk, lalu sujud kembali. Rangkaian gerakan berulang ini mirip dengan olahraga ringan yang melibatkan peregangan dan kontraksi berbagai otot dan sendi tubuh.
Penelitian menunjukkan bahwa gerakan salat yang dilakukan dengan benar bisa meningkatkan kebugaran fisik dan bahkan mencegah beberapa penyakit . Berikut adalah beberapa manfaat salat tarawih bagi kesehatan dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (4/3/2025).
5 Manfaat Salat Tarawih bagi Kesehatan
Baca Juga: 5 Tips Sahur untuk Penderita Asam Lambung, Puasa Jadi Nyaman dan Lancar
1. Kesehatan Jantung dan Sirkulasi Darah
Dari segi kesehatan jantung dan sirkulasi darah, gerakan berulang dalam salat, seperti berdiri, rukuk, dan sujud, meningkatkan denyut jantung secara terkontrol, serupa dengan olahraga aerobik ringan.
Penelitian Harvard University menunjukkan bahwa ibadah ini dapat memperbaiki kesehatan kardiovaskular dengan meningkatkan sirkulasi darah, memperlancar asupan oksigen, serta membantu mencegah penyakit jantung koroner dengan memperlambat detak jantung istirahat dan menurunkan tekanan darah.
2. Kekuatan Otot dan Kesehatan Sendi
Selain itu, salat Tarawih juga bermanfaat bagi kekuatan otot dan kesehatan sendi. Gerakan rukuk dan sujud melibatkan otot kaki, punggung, lengan, dan perut, serta berfungsi mirip dengan latihan squat ringan yang memperkuat otot tungkai.
Aktivitas ini juga menjaga fleksibilitas sendi, termasuk lutut, pinggul, dan tulang belakang, sehingga dapat mengurangi risiko nyeri punggung dan kaku sendi, terutama bagi lansia. Para pakar kesehatan bahkan menyebut posisi sujud sebagai latihan alami yang efektif untuk memperkuat tulang belakang dan meredakan nyeri punggung.
Baca Juga: 5 Efek Puasa Tanpa Sahur bagi Kesehatan, Hati-hati Dehidrasi dan Masalah Pencernaan
3. Metabolisme dan Pengendalian Berat Badan
Waktu pelaksanaan tarawih setelah berbuka puasa membantu tubuh mengatur kadar gula darah dengan lebih baik. Gerakan dalam salat membantu metabolisme glukosa dalam darah, sehingga mencegah lonjakan gula yang berlebihan setelah makan.
Selain itu, aktivitas fisik ringan selama Tarawih berkontribusi dalam meningkatkan laju metabolisme, menjaga berat badan tetap stabil, dan dalam jangka panjang dapat membantu mengurangi risiko obesitas serta memperlambat proses penuaan dan osteoporosis.
4. Mengurangi Stres dan Kecemasan
Dari perspektif psikologis, tarawih memiliki dampak positif terhadap kesehatan mental dan emosional. Suasana tenang selama ibadah, bacaan Al-Qur’an, serta konsentrasi dalam doa dan dzikir menciptakan efek relaksasi yang menenangkan pikiran.
Penelitian menunjukkan bahwa gerakan salat dapat merangsang respons relaksasi tubuh, yang ditandai dengan menurunnya tekanan darah, perlambatan denyut jantung, serta pengurangan stres dan kecemasan.
5. Membuat Bahagia
Selain itu, ibadah ini merangsang pelepasan hormon endorfin yang meningkatkan perasaan nyaman dan bahagia, sehingga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan emosional.
Sebuah studi juga menemukan bahwa partisipasi rutin dalam salat tarawih meningkatkan kesehatan mental serta kemampuan individu dalam mengendalikan diri, menjadikannya bentuk terapi spiritual yang efektif dalam menghadapi tekanan hidup sehari-hari.
Baca Juga: Ini Bahaya Lewatkan Sahur saat Akan Berpuasa
(dra)
Lihat Juga :