Mengenal Fiersa Besari: Profil, Biodata dan Perjalanan Karier sang Musisi dan Penulis
Selasa, 04 Maret 2025 - 18:20 WIB
loading...
Fiersa Besari adalah musisi, penulis dan pengelana yang karyanya kerap menggugah perasaan banyak orang. Foto/ Instagram
A
A
A
JAKARTA - Fiersa Besari adalah sosok yang dikenal luas sebagai musisi, penulis dan pengelana yang karyanya kerap menggugah perasaan banyak orang. Namanya mulai mencuri perhatian publik melalui lagu-lagu bertema kehidupan, cinta dan perjalanan, yang dibalut dengan lirik penuh makna.
Tak hanya sukses di dunia musik, Fiersa yang kelahiran Bandung ini juga dikenal sebagai penulis buku bestseller yang penuh makna dengan kisah reflektif dan inspiratif.
Baca Juga: 5 Gunung yang Pernah Ditaklukkan Fiersa Besari, Cocok untuk Pemula
Lantas, seperti apa profil lengkap, biodata, dan perjalanan karier Fiersa Besari? Simak ulasan berikut.
Fiersa Besari lahir pada 3 Maret 1984 di Bandung, ia mengawali karier musiknya sebagai vokalis di beberapa band indie, seperti Hellfairies dan Eat Well Earl. Setelah band terakhir bubar, Fiersa memutuskan untuk berkarir solo dan mulai merekam lagu-lagu balada yang ditulisnya sejak 2009.
Pada tahun 2012, ia merilis album perdananya berjudul 11:11, yang kemudian diikuti oleh album Tempat Aku Pulang (2014) dan Konspirasi Alam Semesta (2015). Beberapa lagu populernya antara lain Celengan Rindu, Waktu yang Salah, dan April. Selain musik, Fiersa juga aktif menulis dan telah menerbitkan enam novel, termasuk Garis Waktu (2016) yang diadaptasi menjadi film pada tahun 2022.
Sosok Fiersa Besari juga merupakan salah satu pendiri Komunitas Pecandu Buku, sebuah komunitas literasi yang bertujuan meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat. Selain itu, Fiersa aktif sebagai pendaki gunung dan pembuat konten, memulai perjalanan Atap Negeri dengan mendaki 33 gunung di 33 provinsi di Indonesia yang diunggah di kanal YouTube-nya.
Tempat, Tanggal Lahir: Bandung, 3 Maret 1984
Profesi: Musisi, Penulis, Pengelana
Genre Musik: Folk, Folk-Pop, Folk Rock, Pop Rock
Instrumen: Vokal, Gitar
Tinggi Badan: 1,69 m
Anak: Kinasih Menyusuri Bumi
Akun Twitter: @FiersaBesari
Situs Web: fiersabesari.com
Tempat Aku Pulang (2014)
Konspirasi Alam Semesta (2015)
20:20 (2020)
Berjalan Mundur (2022)
Konspirasi Alam Semesta (2017)
Catatan Juang (2017)
Arah Langkah (2018)
11:11 (2018)
Tapak Jejak (2019)
Fiersa Besari terus berkarya dan menginspirasi banyak orang melalui musik, tulisan, dan perjalanannya, menjadikannya salah satu figur penting dalam dunia seni dan literasi Indonesia. Sebagai seorang musisi dan penulis yang juga aktif dalam dunia pendakian, Fiersa kerap membagikan pengalaman perjalanannya ke berbagai penjuru negeri.
Dari pegunungan hingga pelosok nusantara, ia menemukan inspirasi yang kemudian dituangkannya dalam lirik lagu dan narasi tulisannya. Namun, di balik semangat petualangannya, perjalanan ke alam bebas bukan tanpa risiko. Salah satu pengalaman mendebarkan yang baru-baru ini dialaminya adalah saat mendaki Puncak Carstensz, Papua.
Musisi dan penulis Fiersa Besari baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah mengikuti ekspedisi pendakian ke Puncak Carstensz, Papua. Hal ini karena adanya insiden tragis yang menimpa dua pendaki wanita, Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti Poegiono, yang ditemukan meninggal dunia di puncak tersebut.
Kabar mengenai insiden tersebut memicu kekhawatiran di kalangan penggemar dan rekan Fiersa, terutama karena komunikasi antara Fiersa dan istrinya terputus selama pendakian. Istri Fiersa, melalui media sosial, mengungkapkan kekhawatirannya karena pesan-pesannya tidak kunjung dibalas, terlebih mengingat hari ulang tahun Fiersa yang semakin dekat.
Situasi ini memunculkan spekulasi di dunia maya mengenai kondisi Fiersa. Namun, informasi terbaru mengonfirmasi bahwa Fiersa Besari selamat dari pendakian tersebut. Ia berhasil dievakuasi dan kondisinya dilaporkan stabil. Fiersa juga menegaskan bahwa dirinya tidak berada dalam satu tim dengan dua pendaki yang meninggal dunia.
Baca Juga: 3 Fakta Fiersa Besari Selamat dari Cuaca Buruk Puncak Carstensz, Sempat Umumkan Hiatus
Pada Selasa (4/3/2025), Fiersa dijadwalkan kembali dari Timika setelah menyelesaikan proses evakuasi. Fiersa Besari pulang dalam kondisi selamat dan tidak ada yang perlu dicemaskan mengingat kondisi Fiersa setelah dievakuasi dalam kondisi yang stabil. Kabar ini membawa kelegaan bagi keluarga, teman, dan penggemarnya yang sempat cemas akan keselamatannya.
Insiden di Puncak Carstensz ini mengingatkan kita akan risiko yang dihadapi para pendaki, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak menentu dan medan yang menantang. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi komunitas pendaki untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap ekspedisi.
M/G Alya Ramadhanty Vardiansyah
Tak hanya sukses di dunia musik, Fiersa yang kelahiran Bandung ini juga dikenal sebagai penulis buku bestseller yang penuh makna dengan kisah reflektif dan inspiratif.
Baca Juga: 5 Gunung yang Pernah Ditaklukkan Fiersa Besari, Cocok untuk Pemula
Profil, Biodata dan Perjalanan Karier Fiersa Besari
Perjalanan karier Fiersa tidak selalu mulus. Ia sempat meniti jalan sebagai pegiat seni independen sebelum akhirnya mendapat tempat di industri musik dan sastra Tanah Air. Karya-karyanya yang autentik dan dekat dengan kehidupan anak muda membuatnya memiliki basis penggemar yang kuat.Lantas, seperti apa profil lengkap, biodata, dan perjalanan karier Fiersa Besari? Simak ulasan berikut.
Fiersa Besari lahir pada 3 Maret 1984 di Bandung, ia mengawali karier musiknya sebagai vokalis di beberapa band indie, seperti Hellfairies dan Eat Well Earl. Setelah band terakhir bubar, Fiersa memutuskan untuk berkarir solo dan mulai merekam lagu-lagu balada yang ditulisnya sejak 2009.
Pada tahun 2012, ia merilis album perdananya berjudul 11:11, yang kemudian diikuti oleh album Tempat Aku Pulang (2014) dan Konspirasi Alam Semesta (2015). Beberapa lagu populernya antara lain Celengan Rindu, Waktu yang Salah, dan April. Selain musik, Fiersa juga aktif menulis dan telah menerbitkan enam novel, termasuk Garis Waktu (2016) yang diadaptasi menjadi film pada tahun 2022.
Sosok Fiersa Besari juga merupakan salah satu pendiri Komunitas Pecandu Buku, sebuah komunitas literasi yang bertujuan meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat. Selain itu, Fiersa aktif sebagai pendaki gunung dan pembuat konten, memulai perjalanan Atap Negeri dengan mendaki 33 gunung di 33 provinsi di Indonesia yang diunggah di kanal YouTube-nya.
Biodata Singkat
Nama Lengkap: Fiersa BesariTempat, Tanggal Lahir: Bandung, 3 Maret 1984
Profesi: Musisi, Penulis, Pengelana
Genre Musik: Folk, Folk-Pop, Folk Rock, Pop Rock
Instrumen: Vokal, Gitar
Tinggi Badan: 1,69 m
Anak: Kinasih Menyusuri Bumi
Akun Twitter: @FiersaBesari
Situs Web: fiersabesari.com
Diskografi:
11:11 (2012)Tempat Aku Pulang (2014)
Konspirasi Alam Semesta (2015)
20:20 (2020)
Berjalan Mundur (2022)
Bibliografi:
Garis Waktu (2016)Konspirasi Alam Semesta (2017)
Catatan Juang (2017)
Arah Langkah (2018)
11:11 (2018)
Tapak Jejak (2019)
Fiersa Besari terus berkarya dan menginspirasi banyak orang melalui musik, tulisan, dan perjalanannya, menjadikannya salah satu figur penting dalam dunia seni dan literasi Indonesia. Sebagai seorang musisi dan penulis yang juga aktif dalam dunia pendakian, Fiersa kerap membagikan pengalaman perjalanannya ke berbagai penjuru negeri.
Dari pegunungan hingga pelosok nusantara, ia menemukan inspirasi yang kemudian dituangkannya dalam lirik lagu dan narasi tulisannya. Namun, di balik semangat petualangannya, perjalanan ke alam bebas bukan tanpa risiko. Salah satu pengalaman mendebarkan yang baru-baru ini dialaminya adalah saat mendaki Puncak Carstensz, Papua.
Musisi dan penulis Fiersa Besari baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah mengikuti ekspedisi pendakian ke Puncak Carstensz, Papua. Hal ini karena adanya insiden tragis yang menimpa dua pendaki wanita, Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti Poegiono, yang ditemukan meninggal dunia di puncak tersebut.
Kabar mengenai insiden tersebut memicu kekhawatiran di kalangan penggemar dan rekan Fiersa, terutama karena komunikasi antara Fiersa dan istrinya terputus selama pendakian. Istri Fiersa, melalui media sosial, mengungkapkan kekhawatirannya karena pesan-pesannya tidak kunjung dibalas, terlebih mengingat hari ulang tahun Fiersa yang semakin dekat.
Situasi ini memunculkan spekulasi di dunia maya mengenai kondisi Fiersa. Namun, informasi terbaru mengonfirmasi bahwa Fiersa Besari selamat dari pendakian tersebut. Ia berhasil dievakuasi dan kondisinya dilaporkan stabil. Fiersa juga menegaskan bahwa dirinya tidak berada dalam satu tim dengan dua pendaki yang meninggal dunia.
Baca Juga: 3 Fakta Fiersa Besari Selamat dari Cuaca Buruk Puncak Carstensz, Sempat Umumkan Hiatus
Pada Selasa (4/3/2025), Fiersa dijadwalkan kembali dari Timika setelah menyelesaikan proses evakuasi. Fiersa Besari pulang dalam kondisi selamat dan tidak ada yang perlu dicemaskan mengingat kondisi Fiersa setelah dievakuasi dalam kondisi yang stabil. Kabar ini membawa kelegaan bagi keluarga, teman, dan penggemarnya yang sempat cemas akan keselamatannya.
Insiden di Puncak Carstensz ini mengingatkan kita akan risiko yang dihadapi para pendaki, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak menentu dan medan yang menantang. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi komunitas pendaki untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap ekspedisi.
M/G Alya Ramadhanty Vardiansyah
(tdy)
Lihat Juga :