6 Fakta Puncak Carstensz, Gunung Tertinggi di Indonesia yang Didaki Fiersa Besari

Jum'at, 07 Maret 2025 - 12:40 WIB
loading...
A A A

2. Pendakian Pertama dan Eksplorasi Awal


Sejarah pendakian Puncak Carstensz dimulai pada 1909 ketika penjelajah Belanda, Hendrikus Albertus Lorentz, bersama enam orang suku Kenyah dari Kalimantan Utara berhasil mencapai area padang salju gunung ini. Keberhasilan ini mendorong pemerintah Belanda mendirikan Taman Nasional Lorentz pada 1919, yang mencakup area Piramida Carstensz.

Pada 1936, ekspedisi Belanda yang dipimpin Anton Colijn, Jean Jacques Dozy, dan Frits Julius Wissel berhasil mencapai Puncak Ngga Pulu pada 5 Desember. Saat itu, karena gletser yang luas, Ngga Pulu diperkirakan memiliki ketinggian lebih dari 5.000 meter.

Pendakian pertama ke Puncak Jaya (Carstensz) baru berhasil dilakukan pada 1962 oleh tim yang dipimpin pendaki Austria, Heinrich Harrer, bersama Robert Philip Temple, Russell Kippax, dan Albertus Huizenga. Philip Temple sebelumnya telah merintis rute akses ke pegunungan ini, yang menjadi dasar keberhasilan ekspedisi Harrer mencapai puncak tertinggi.

3. Satu-satunya Gletser di Kawasan Tropis


Puncak Carstensz memiliki keunikan sebagai satu-satunya gunung di daerah tropis yang memiliki gletser atau salju abadi. Fenomena langka ini menjadikannya bagian dari Taman Nasional Lorentz, yang diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Keberadaan gletser di wilayah tropis menarik perhatian ilmuwan dan pendaki karena merupakan anomali iklim. Namun, salju abadi di Carstensz terus menyusut akibat perubahan iklim global.

BMKG Indonesia telah memantau pencairan gletser ini dan melaporkan bahwa kondisinya semakin mengkhawatirkan. Fenomena ini menjadi bukti nyata dampak pemanasan global, bahkan di puncak tertinggi Indonesia.

Baca Juga: Fiersa Besari Jadi Bagian dari Pendakian Puncak Carstensz Papua yang Berujung Duka

4. Medan Ekstrem dan Bahaya Pendakian


Puncak Carstensz memiliki medan yang sangat menantang dan berbahaya. Menurut Fiersa Besari, tebing curam di gunung ini memerlukan keterampilan khusus dalam menggunakan alat tali, menjadikannya pendakian yang kompleks dan membutuhkan pengalaman serta peralatan khusus.

Selain medan yang sulit, ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut membuat pendaki rentan terhadap hipotermia dan penyakit ketinggian (Acute Mountain Sickness atau AMS), yang bisa berakibat fatal jika tidak ditangani.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bromo Turun Salju, Suhu...
Bromo Turun Salju, Suhu Sentuh 0 Derajat Celsius
Pesona Gunung Lumut...
Pesona Gunung Lumut di Timur Belitung, Surga Hijau yang Tenang dan Tersembunyi
Pendakian Gunung Semeru...
Pendakian Gunung Semeru Ditutup Sementara Saat 17 Agustus 2025, Ada Apa?
Kondisi Turis Swiss...
Kondisi Turis Swiss yang Jatuh di Gunung Rinjani, Alami Pendarahan dan Patah Tulang
Kronologi Turis Swiss...
Kronologi Turis Swiss Jatuh di Gunung Rinjani, Diduga Terpeleset Menuju Danau Segara Anak
Turis Swiss Jatuh di...
Turis Swiss Jatuh di Gunung Rinjani saat Menuju Danau Segara Anak
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1,5 Km
Gunung Dukono Meletus...
Gunung Dukono Meletus 2 Kali Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu Capai 2.700 Meter
Rekomendasi
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Gugat Polda Metro Jaya,...
Gugat Polda Metro Jaya, Roy Suryo: Penangkapannya Melanggar HAM seperti Film G30S/PKI
PN Jakpus Gelar Sidang...
PN Jakpus Gelar Sidang Vonis Nadiem Makarim Besok
Berita Terkini
Nadhif Basalamah Geram...
Nadhif Basalamah Geram Jadi Korban Pelecehan, Ingin Berhenti dari Dunia Hiburan?
Billy Syahputra Kaget...
Billy Syahputra Kaget Adik Perempuannya yang Lamar Calon Suami
Tantri Kotak Siap Tempuh...
Tantri Kotak Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Ditipu Miliaran Rupiah
Ditipu Teman Sendiri,...
Ditipu Teman Sendiri, Tantri Kotak Ungkap Tabungan Pendidikan Anak Ikut Raib
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved