70% Kasus Kanker Payudara Baru Diketahui di Stadium Lanjut
Jum'at, 07 Maret 2025 - 15:40 WIB
loading...
Tujuh dari 10 kasus kanker payudara di Indonesia baru terdeteksi pada tahap lanjut. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Tujuh dari 10 kasus kanker payudara di Indonesia baru terdeteksi pada tahap lanjut. Menurut Global Cancer Observatory (2022), lebih dari 400.000 kasus kanker baru tercatat di Indonesia, dan bagi banyak perempuan, diagnosis datang ketika pilihan pengobatan sudah semakin terbatas. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa deteksi dini dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup hingga 98%.
Meski angka ini mengkhawatirkan, banyak perempuan masih ragu—atau bahkan menghindari— pemeriksaan. Alasannya beragam: kurangnya kesadaran, stigma sosial, atau ketakutan terhadap prosedur medis itu sendiri. Di banyak komunitas di Indonesia, pemeriksaan payudara masih dianggap tabu. Beberapa perempuan merasa malu, sementara yang lain khawatir menjadi beban bagi keluarga jika didiagnosis dengan penyakit serius. Tragisnya, keraguan ini menyebabkan 70% kasus baru ditemukan ketika penyakit sudah berkembang lebih lanjut.
Menanggapi tantangan ini, Fujifilm Indonesia dan MedicElle Clinic meluncurkan program "CancerFree Towards a Healthy Family," yang menyediakan mammografi 3D gratis bagi 100 perempuan. Pemeriksaan dilakukan pada 1–15 November, dengan hasil diumumkan pada 23 November, bersamaan dengan sesi edukasi kesehatan.
Bagi banyak perempuan, ketakutan terhadap rasa sakit menjadi salah satu alasan utama menghindari mammografi. Namun, berkat kemajuan teknologi medis, pengalaman ini kini menjadi jauh lebih nyaman. Teknologi mammografi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) dari Fujifilm Indonesia tidak hanya mengurangi ketidaknyamanan, tetapi juga mempercepat proses deteksi dengan akurasi tinggi serta paparan radiasi yang lebih rendah.
"Kami percaya bahwa layanan kesehatan adalah hak dasar bagi setiap orang," ujar Masato Yamamoto, Presiden Direktur PT Fujifilm Indonesia.
"Fujifilm Indonesia hadir bukan hanya dengan teknologi, tetapi juga sebagai mitra dalam meningkatkan kesadaran akan kanker payudara. Sangat menyedihkan bahwa 70% kasus masih terdeteksi terlambat. Kami ingin mengubah itu dengan membuat pemeriksaan lebih mudah diakses dan tidak lagi menakutkan bagi perempuan," sambungnya.
Meski angka ini mengkhawatirkan, banyak perempuan masih ragu—atau bahkan menghindari— pemeriksaan. Alasannya beragam: kurangnya kesadaran, stigma sosial, atau ketakutan terhadap prosedur medis itu sendiri. Di banyak komunitas di Indonesia, pemeriksaan payudara masih dianggap tabu. Beberapa perempuan merasa malu, sementara yang lain khawatir menjadi beban bagi keluarga jika didiagnosis dengan penyakit serius. Tragisnya, keraguan ini menyebabkan 70% kasus baru ditemukan ketika penyakit sudah berkembang lebih lanjut.
Menanggapi tantangan ini, Fujifilm Indonesia dan MedicElle Clinic meluncurkan program "CancerFree Towards a Healthy Family," yang menyediakan mammografi 3D gratis bagi 100 perempuan. Pemeriksaan dilakukan pada 1–15 November, dengan hasil diumumkan pada 23 November, bersamaan dengan sesi edukasi kesehatan.
Bagi banyak perempuan, ketakutan terhadap rasa sakit menjadi salah satu alasan utama menghindari mammografi. Namun, berkat kemajuan teknologi medis, pengalaman ini kini menjadi jauh lebih nyaman. Teknologi mammografi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) dari Fujifilm Indonesia tidak hanya mengurangi ketidaknyamanan, tetapi juga mempercepat proses deteksi dengan akurasi tinggi serta paparan radiasi yang lebih rendah.
"Kami percaya bahwa layanan kesehatan adalah hak dasar bagi setiap orang," ujar Masato Yamamoto, Presiden Direktur PT Fujifilm Indonesia.
"Fujifilm Indonesia hadir bukan hanya dengan teknologi, tetapi juga sebagai mitra dalam meningkatkan kesadaran akan kanker payudara. Sangat menyedihkan bahwa 70% kasus masih terdeteksi terlambat. Kami ingin mengubah itu dengan membuat pemeriksaan lebih mudah diakses dan tidak lagi menakutkan bagi perempuan," sambungnya.
Lihat Juga :