alexametrics

Ternyata Suplemen dan Vitamin Bisa Bantu Cegah Virus Corona

loading...
Ternyata Suplemen dan Vitamin Bisa Bantu Cegah Virus Corona
Foto: dok/Oceano3
A+ A-
JAKARTA - Daya tahan tubuh menjadi kunci untuk menghadapi virus corona yang tengah mewabah di dunia. Hal ini sejalan dengan rekomendasi WHO yang menyarankan untuk menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, menjaga etika batuk, mengonsumsi makanan sehat serta meningkatkan kekebalan tubuh dengan perbanyak vitamin. Sistem kekebalan tubuh pada orang dapat berbeda disebabkan oleh faktor usia pola makan dan gaya hidup, disinilah peran vitamin dan suplemen makanan dapat mengambil peran. Dikatakan

Staff Khusus Menteri Kesehatan Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan dr. Alexander K. Ginting, tubuh memiliki sistem pertahanan mandiri, sebagai mekanisme alami untuk melawan masuknya benda asing dari luar, seperti virus, bakteri, jamur. Bila daya tahan tubuh Iemah, maka virus, bakteri dan jamur akan mudah masuk.

"Suplemen dan vitamin juga perlu dikonsumsi terutama untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Setidaknya untuk asupan harian, banyak ahli nutrisi dan kesehatan menganjurkan untuk mengkonsumsi setidaknya Vitamin C: 3,000 milligram per hari, vitamin D3, Magnesium 400 mg per hari, Zinc 20 mg perhari dan selenium 100 mikrograms,” ujar dr. Alexander dalam acara bertema Hadapi lsu Kesehatan Global, APSKI Tegaskan Posisi Sebagai Mitra Pemerintah yang diadakan APSKI.



Di lain pihak, Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI) juga rutin melakukan edukasi kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga daya tahan tubuh dengan olahraga dan mengkonsumsi nutrisi dan vitamin yang tepat. “Edukasi terkait gaya hidup sehat dengan melakukan olahraga dan mengkonsumsi vitamin dan nutrisi seimbang terus kami Iakukan kepada anggota APSKI dan konsumen," kata Ketua APSKI Patrick Kalona.

APSKI percaya tindakan pencegahan dengan menjaga daya tahan tubuh akan menjadi penting dalam menanggulangi penularan berbagai penyakit. "Untuk itu, kami berkomitmen untuk terus melakukan upaya edukasi guna menanggulangi berbagai penyakit dan berkontribusi terhadap upaya pemerintah dalam menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat dan sejahtera,” tutup Patrick.

Cepatnya penyebaran Corona Virus 1019 (covid 2019) yang dimulai pada akhir Desember 2019 Ialu, membuat pihak terkait termasuk ilmuwan dan praktisi kesehatan dunia bekerja keras untuk menemukan pola pengobatan dan vaksin untuk mengatasi penyebaran coronavirus. Pemerintah Indonesia sendiri merespon kejadian virus korona dengan sangat cepat, bahkan sebelum negara-negara lain melakukan tindakan-tindakan preventif.

Upaya yang mulai dilakukan sejak pertengahan Desember 2019 itu mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak salah satunya WHO sebagai koordinator kesehatan umum internasional. Menurut laporan WHO per tanggal 24 Februari 2020 telah terjadi 78.811 kasus Corona virus. 77.042 kasus diantaranya dilaporkan dari Cina (tersebar di 34 wilayah termasuk Hong Kong, Macau, dan Taipei). Kasus konfirmasi yang dilaporkan di 28 negara di luar negara Cina, sebanyak 1.402 kasus dengan 17 kematian di 6 negara (Filipina, Jepang, Republik Korea, Perancis, Iran, dan Italia). (Sri Noviarni)
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak