Profil Hasnat Khan, Dokter Inggris yang Diduga Hamili Putri Diana sebelum Kecelakaan
Senin, 10 Maret 2025 - 23:00 WIB
loading...
A
A
A
Keluarga Khan dikenal sebagai keluarga Pakistan yang tradisional dan konservatif, nilai-nilai yang kemudian memengaruhi sikap Khan dalam menjalin hubungan dengan sang Putri Wales.
Khan memulai perjalanan kariernya di dunia medis di Sydney, Australia, di mana ia bekerja hingga 1991 sebelum akhirnya memutuskan pindah ke London untuk melanjutkan praktiknya sebagai dokter spesialis bedah jantung dan paru-paru. Di ibu kota Inggris, Khan membangun reputasi sebagai seorang ahli bedah yang kompeten, dengan pengalaman di berbagai rumah sakit ternama.
Antara 1995 hingga 1996, ia bekerja di Royal Brompton Hospital, tempat pertemuannya dengan Putri Diana yang kemudian menjadi sorotan publik. Setelah meninggalkan Royal Brompton Hospital, Khan terus meniti kariernya di bidang kedokteran kardiovaskular dengan bergabung di London Chest Hospital. Keahliannya dalam bedah jantung semakin berkembang, dan pada 2000, ia bergabung dengan St Bart’s Hospital sebelum akhirnya bertugas di Harefield Hospital.
Meskipun dikenal sebagai seorang dokter yang berdedikasi tinggi, kehidupan pribadinya menjadi perhatian publik akibat hubungannya dengan Putri Diana, yang menambah tekanan dalam karier medisnya. Pada November 2007, Khan mengambil langkah besar dalam kariernya dengan mengundurkan diri dari posisinya di Inggris untuk memimpin sebuah rumah sakit jantung di Malaysia.
Keputusannya ini mencerminkan ambisi internasionalnya dalam dunia kedokteran, khususnya dalam bidang kardiovaskular. Berdasarkan informasi terakhir pada Agustus 2013, ia bekerja sebagai konsultan ahli bedah kardiotoraks di Basildon University Hospital.
Baca Juga: Putri Diana Sakit Hati Atas Ucapan Raja Charles III yang Kecewa dengan Kelahiran Pangeran Harry
Pertemuan pertama antara Khan dan Diana terjadi pada 1 September 1995 di Royal Brompton Hospital, ketika Diana datang menjenguk suami temannya, Oonagh Toffolo, yang sedang menjalani operasi. Berbeda dengan kebanyakan orang yang biasanya terpesona saat bertemu sang putri, Khan justru menunjukkan sikap yang biasa saja dan hanya mengangguk sopan sebelum meninggalkan ruangan.
Sikap dinginnya ini justru menarik perhatian Diana, yang kemudian semakin tertarik padanya. Setelah pertemuan awal tersebut, Diana mulai sering mengunjungi rumah sakit dengan alasan menjenguk suami temannya, tetapi sebenarnya ingin bertemu dengan Khan. Hubungan mereka berkembang semakin dekat, terutama setelah Diana setuju untuk mengunjungi bibi dan paman Khan, Aunt Jane dan Uncle Omar, di Stratford-upon-Avon.
Keputusan Diana untuk bertemu keluarga Khan menjadi titik balik dalam hubungan mereka, yang awalnya hanya sebatas persahabatan lalu berubah menjadi lebih serius. Hubungan mereka yang tertutup membuat mereka memilih tempat kencan yang jauh dari sorotan publik, sering kali di Kensington Palace, tempat Diana tinggal. Saat keluar bersama, Diana bahkan mengenakan wig hitam dan kacamata untuk menghindari perhatian paparazzi.
Karier Profesional
Khan memulai perjalanan kariernya di dunia medis di Sydney, Australia, di mana ia bekerja hingga 1991 sebelum akhirnya memutuskan pindah ke London untuk melanjutkan praktiknya sebagai dokter spesialis bedah jantung dan paru-paru. Di ibu kota Inggris, Khan membangun reputasi sebagai seorang ahli bedah yang kompeten, dengan pengalaman di berbagai rumah sakit ternama.
Antara 1995 hingga 1996, ia bekerja di Royal Brompton Hospital, tempat pertemuannya dengan Putri Diana yang kemudian menjadi sorotan publik. Setelah meninggalkan Royal Brompton Hospital, Khan terus meniti kariernya di bidang kedokteran kardiovaskular dengan bergabung di London Chest Hospital. Keahliannya dalam bedah jantung semakin berkembang, dan pada 2000, ia bergabung dengan St Bart’s Hospital sebelum akhirnya bertugas di Harefield Hospital.
Meskipun dikenal sebagai seorang dokter yang berdedikasi tinggi, kehidupan pribadinya menjadi perhatian publik akibat hubungannya dengan Putri Diana, yang menambah tekanan dalam karier medisnya. Pada November 2007, Khan mengambil langkah besar dalam kariernya dengan mengundurkan diri dari posisinya di Inggris untuk memimpin sebuah rumah sakit jantung di Malaysia.
Keputusannya ini mencerminkan ambisi internasionalnya dalam dunia kedokteran, khususnya dalam bidang kardiovaskular. Berdasarkan informasi terakhir pada Agustus 2013, ia bekerja sebagai konsultan ahli bedah kardiotoraks di Basildon University Hospital.
Baca Juga: Putri Diana Sakit Hati Atas Ucapan Raja Charles III yang Kecewa dengan Kelahiran Pangeran Harry
Hubungan dengan Putri Diana
Pertemuan pertama antara Khan dan Diana terjadi pada 1 September 1995 di Royal Brompton Hospital, ketika Diana datang menjenguk suami temannya, Oonagh Toffolo, yang sedang menjalani operasi. Berbeda dengan kebanyakan orang yang biasanya terpesona saat bertemu sang putri, Khan justru menunjukkan sikap yang biasa saja dan hanya mengangguk sopan sebelum meninggalkan ruangan.
Sikap dinginnya ini justru menarik perhatian Diana, yang kemudian semakin tertarik padanya. Setelah pertemuan awal tersebut, Diana mulai sering mengunjungi rumah sakit dengan alasan menjenguk suami temannya, tetapi sebenarnya ingin bertemu dengan Khan. Hubungan mereka berkembang semakin dekat, terutama setelah Diana setuju untuk mengunjungi bibi dan paman Khan, Aunt Jane dan Uncle Omar, di Stratford-upon-Avon.
Keputusan Diana untuk bertemu keluarga Khan menjadi titik balik dalam hubungan mereka, yang awalnya hanya sebatas persahabatan lalu berubah menjadi lebih serius. Hubungan mereka yang tertutup membuat mereka memilih tempat kencan yang jauh dari sorotan publik, sering kali di Kensington Palace, tempat Diana tinggal. Saat keluar bersama, Diana bahkan mengenakan wig hitam dan kacamata untuk menghindari perhatian paparazzi.
Lihat Juga :