Buku Harian Putri Diana Ungkap Pernikahannya dengan Raja Charles III Penuh Penderitaan
Sabtu, 15 Maret 2025 - 04:30 WIB
loading...
A
A
A
“Charles bilang aku menangis sejadi-jadinya, dan aku merasa sangat putus asa dan menangis sejadi-jadinya. Saya mencoba memotong pergelangan tangan saya dengan silet. Saya sangat tertekan,” ujarnya.
Meskipun ia akhirnya menemukan pelipur lara dalam kehadiran putra-putranya, Pangeran William dan Pangeran Harry, serta dalam hubungan dengan beberapa pria lain, rasa sakit akibat pengkhianatan dan ketidakbahagiaan tetap membayanginya.
Baca Juga: Putri Diana Sakit Hati Atas Ucapan Raja Charles III yang Kecewa dengan Kelahiran Pangeran Harry
“Saya hidup untuk putra-putra saya. Saya akan kehilangan arah tanpa mereka. Mereka adalah cahaya hidup saya,” ungkapnya.
Dalam catatan yang lebih eksplisit, Putri Wales itu mengkritik karakter Charles, menyebutnya sebagai sosok yang egois, pemarah, dan tidak memiliki kapasitas emosional untuk menjadi seorang pemimpin yang baik.
Menurutnya, Charles lebih cocok hidup sebagai seniman yang melukis di Tuscany daripada menjadi Raja Inggris. Ia juga percaya bahwa rakyat lebih menginginkannya sebagai permaisuri daripada harus menerima Si Rottweiler, sebutannya untuk Camilla sebagai ratu.
“Yang sebenarnya terjadi adalah Charles akan lebih bahagia tinggal di Tuscany, melukis pemandangan alam, atau belajar arsitektur. Dia terjebak dalam kebiasaan. Dia egois, manja, pemarah, dan seperti anggota keluarga kerajaan lainnya, terkekang secara emosional,” ucapnya.
Baca Juga: Raja Charles III Menikahi Putri Diana demi Keturunan Kerajaan, Bukan Cinta
Meskipun ia akhirnya menemukan pelipur lara dalam kehadiran putra-putranya, Pangeran William dan Pangeran Harry, serta dalam hubungan dengan beberapa pria lain, rasa sakit akibat pengkhianatan dan ketidakbahagiaan tetap membayanginya.
Baca Juga: Putri Diana Sakit Hati Atas Ucapan Raja Charles III yang Kecewa dengan Kelahiran Pangeran Harry
“Saya hidup untuk putra-putra saya. Saya akan kehilangan arah tanpa mereka. Mereka adalah cahaya hidup saya,” ungkapnya.
Dalam catatan yang lebih eksplisit, Putri Wales itu mengkritik karakter Charles, menyebutnya sebagai sosok yang egois, pemarah, dan tidak memiliki kapasitas emosional untuk menjadi seorang pemimpin yang baik.
Menurutnya, Charles lebih cocok hidup sebagai seniman yang melukis di Tuscany daripada menjadi Raja Inggris. Ia juga percaya bahwa rakyat lebih menginginkannya sebagai permaisuri daripada harus menerima Si Rottweiler, sebutannya untuk Camilla sebagai ratu.
“Yang sebenarnya terjadi adalah Charles akan lebih bahagia tinggal di Tuscany, melukis pemandangan alam, atau belajar arsitektur. Dia terjebak dalam kebiasaan. Dia egois, manja, pemarah, dan seperti anggota keluarga kerajaan lainnya, terkekang secara emosional,” ucapnya.
Baca Juga: Raja Charles III Menikahi Putri Diana demi Keturunan Kerajaan, Bukan Cinta
Lihat Juga :