Profil Putri Beatrice, Anak Pangeran Andrew yang Diguncang Isu Perselingkuhan
Rabu, 12 Maret 2025 - 20:20 WIB
loading...
A
A
A
Beatrice menempuh pendidikan di Upton House School dan Coworth Park School sebelum akhirnya bersekolah di St George’s School di Ascot. Meskipun disleksia sempat menjadi tantangan, ia berhasil lulus dengan nilai yang baik dan melanjutkan pendidikannya di Goldsmiths, University of London.
Di universitas tersebut, ia mengambil jurusan Sejarah dan Sejarah Seni dan lulus dengan gelar Bachelor of Arts pada 2011. Selain akademik, Beatrice juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial selama masa studinya.
Ia sering berpartisipasi dalam proyek-proyek amal dan menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap dunia seni serta budaya. Keinginannya untuk terus berkembang di luar lingkup kerajaan menjadikannya anggota keluarga kerajaan yang cukup unik dibandingkan yang lain.
Baca Juga: Putri Beatrice Larang Pangeran Andrew Melihat Cucunya yang Baru Lahir
![Profil Putri Beatrice, Anak Pangeran Andrew yang Diguncang Isu Perselingkuhan]()
Foto/Getty Images
Berbeda dengan anggota senior Keluarga Kerajaan lainnya yang sering menjalankan tugas kerajaan penuh waktu, Beatrice memilih untuk membangun karier profesionalnya di sektor swasta. Setelah lulus dari universitas, ia bekerja di berbagai perusahaan, termasuk perusahaan investasi dan konsultasi bisnis.
Beatrice pernah bekerja di perusahaan perangkat lunak Afiniti, yang bergerak di bidang kecerdasan buatan untuk layanan pelanggan. Di perusahaan tersebut, ia menjabat sebagai Wakil Presiden Pengembangan Kemitraan dan Strategi.
Posisinya ini menunjukkan bahwa ia memiliki pemahaman yang kuat tentang dunia bisnis dan teknologi, sesuatu yang tidak banyak ditemukan dalam Keluarga Kerajaan Inggris. Selain kariernya di dunia profesional, Beatrice juga aktif dalam berbagai kegiatan filantropi.
Perempuan 36 tahun itu menjadi patron untuk berbagai organisasi amal. Terutama yang berkaitan dengan pendidikan, anak-anak dengan kesulitan belajar, dan penelitian medis.
Salah satu organisasi yang ia dukung adalah Helen Arkell Dyslexia Charity, yang berfokus pada membantu anak-anak dan orang dewasa dengan disleksia agar mendapatkan akses ke pendidikan yang lebih baik.
Di universitas tersebut, ia mengambil jurusan Sejarah dan Sejarah Seni dan lulus dengan gelar Bachelor of Arts pada 2011. Selain akademik, Beatrice juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial selama masa studinya.
Ia sering berpartisipasi dalam proyek-proyek amal dan menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap dunia seni serta budaya. Keinginannya untuk terus berkembang di luar lingkup kerajaan menjadikannya anggota keluarga kerajaan yang cukup unik dibandingkan yang lain.
Baca Juga: Putri Beatrice Larang Pangeran Andrew Melihat Cucunya yang Baru Lahir
Karier

Foto/Getty Images
Berbeda dengan anggota senior Keluarga Kerajaan lainnya yang sering menjalankan tugas kerajaan penuh waktu, Beatrice memilih untuk membangun karier profesionalnya di sektor swasta. Setelah lulus dari universitas, ia bekerja di berbagai perusahaan, termasuk perusahaan investasi dan konsultasi bisnis.
Beatrice pernah bekerja di perusahaan perangkat lunak Afiniti, yang bergerak di bidang kecerdasan buatan untuk layanan pelanggan. Di perusahaan tersebut, ia menjabat sebagai Wakil Presiden Pengembangan Kemitraan dan Strategi.
Posisinya ini menunjukkan bahwa ia memiliki pemahaman yang kuat tentang dunia bisnis dan teknologi, sesuatu yang tidak banyak ditemukan dalam Keluarga Kerajaan Inggris. Selain kariernya di dunia profesional, Beatrice juga aktif dalam berbagai kegiatan filantropi.
Perempuan 36 tahun itu menjadi patron untuk berbagai organisasi amal. Terutama yang berkaitan dengan pendidikan, anak-anak dengan kesulitan belajar, dan penelitian medis.
Salah satu organisasi yang ia dukung adalah Helen Arkell Dyslexia Charity, yang berfokus pada membantu anak-anak dan orang dewasa dengan disleksia agar mendapatkan akses ke pendidikan yang lebih baik.
Lihat Juga :