Kisah Raja Charles Belajar Bahasa Arab untuk Dalami Al-Quran
Selasa, 18 Maret 2025 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Sang pangeran dibujuk untuk mencoba simulator yang memiliki jok dan dasbor seperti Range Rover dan menggunakan tiruan 3D terperinci dari jalanan Doha. Meskipun itu adalah simulator keselamatan jalan raya, Charles tidak bersemangat untuk mengenakan sabuk pengaman.
"Apakah saya harus mengenakan sabuk pengaman," tanyanya.
"Baiklah, Anda harus mengenakannya karena ini adalah demonstrasi keselamatan jalan raya," katanya.
Sementara itu, Duchess of Cornwall mendedikasikan hari pertamanya di Qatar untuk membahas isu-isu perempuan. Pertama-tama, ada kelompok diskusi dengan enam perempuan yang telah mengikuti acara Springboard yang diselenggarakan British Council untuk mendorong pengembangan diri.
![Kisah Raja Charles Belajar Bahasa Arab untuk Dalami Al-Quran]()
Di atas meja, dibahas berbagai isu seperti hak-hak perempuan, tango dan kue mangkuk. Duchess mengatakan kepada seorang perempuan yang mengenakan jilbab yang mengaku menyukai tarian eksotis Argentina serta berbelanja dan membuat kue: "Kedengarannya bagi saya kehidupan yang sangat beradab!"
Baca Juga: Raja Charles Takut Mimpi Terburuknya soal Pangeran Harry Jadi Kenyataan
Kemudian, dia melanjutkan perjalanan ke Sekolah Dasar Amna Mahmoud Al Jeddah, tempat sang Duchess menerima sambutan yang sangat antusias dari para murid yang mengenakan pakaian tradisional. Ia sangat ingin mempelajari lebih lanjut tentang Kampanye Baca Anak-Anak, yang juga dijalankan oleh British Council, untuk mendorong literasi.
Camilla memberikan koleksi buku kepada sekolah tersebut, termasuk buku yang diterbitkan oleh Istana Buckingham berjudul 'Does The Queen Wear Her Crown In Bed.'
"Apakah saya harus mengenakan sabuk pengaman," tanyanya.
"Baiklah, Anda harus mengenakannya karena ini adalah demonstrasi keselamatan jalan raya," katanya.
Sementara itu, Duchess of Cornwall mendedikasikan hari pertamanya di Qatar untuk membahas isu-isu perempuan. Pertama-tama, ada kelompok diskusi dengan enam perempuan yang telah mengikuti acara Springboard yang diselenggarakan British Council untuk mendorong pengembangan diri.

Di atas meja, dibahas berbagai isu seperti hak-hak perempuan, tango dan kue mangkuk. Duchess mengatakan kepada seorang perempuan yang mengenakan jilbab yang mengaku menyukai tarian eksotis Argentina serta berbelanja dan membuat kue: "Kedengarannya bagi saya kehidupan yang sangat beradab!"
Baca Juga: Raja Charles Takut Mimpi Terburuknya soal Pangeran Harry Jadi Kenyataan
Kemudian, dia melanjutkan perjalanan ke Sekolah Dasar Amna Mahmoud Al Jeddah, tempat sang Duchess menerima sambutan yang sangat antusias dari para murid yang mengenakan pakaian tradisional. Ia sangat ingin mempelajari lebih lanjut tentang Kampanye Baca Anak-Anak, yang juga dijalankan oleh British Council, untuk mendorong literasi.
Camilla memberikan koleksi buku kepada sekolah tersebut, termasuk buku yang diterbitkan oleh Istana Buckingham berjudul 'Does The Queen Wear Her Crown In Bed.'
(tdy)
Lihat Juga :