Kate Middleton Jadi Pembawa Kedamaian di Kerajaan Inggris
Selasa, 25 Maret 2025 - 07:00 WIB
loading...
Kate Middleton bertugas menjadi pembawa kedamaian di Kerajaan Inggris di tengah keretakan hubungan William dan Harry. Tugas besar ini menunjukkan keseriusannya. Foto/People
A
A
A
INGGRIS - Kate Middleton bertugas menjadi pembawa kedamaian di Kerajaan Inggris di tengah keretakan hubungan antara Pangeran William dan Pangeran Harry. Tugas besar ini menunjukkan keseriusannya sebagai calon Ratu Inggris mendatang.
Di mana menurut sumber dekat Kerajaan Inggris yang dikutip oleh Heat World, Kate Middleton secara tulus berupaya membangun kembali jembatan yang telah runtuh sejak kepergian Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle dari Inggris lima tahun lalu.
“Sulit dipercaya sudah lima tahun sejak Harry dan Meghan meninggalkan Inggris,” kata sumber tersebut dilansir dari Geo TV, Selasa (25/3/2025).
“Banyak hal telah berubah, namun dalam banyak hal, banyak hal belum mengalami kemajuan sama sekali,” sambungnya.
Baca Juga: Kate Middleton Dorong Pangeran William Buka Hati untuk Harry demi Keluarga Kerajaan
![Kate Middleton Jadi Pembawa Kedamaian di Kerajaan Inggris]()
Foto/People
Meskipun menyadari bahwa banyak hal masih belum berubah dan tantangan yang dihadapinya sangat besar, Kate tetap teguh dalam keyakinannya. Ibu tiga anak itu yakin betul bahwa rekonsiliasi bisa terjadi asalkan ada kemauan dari kedua pihak.
“Dia percaya bahwa jembatan dapat dibangun kembali jika ada kemauan dari kedua belah pihak, dan dia tetap bersikap positif dan optimis tentang prospek perdamaian," tuturnya.
Bagi Putri Wales, nilai keluarga termasuk keberadaan Harry tetap menjadi prioritas yang sangat penting. Ia tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah dalam perjuangannya, justru sebaliknya, terus menjaga sikap positif, penuh harapan, dan optimis.
“Bagi Kate, keluarga selalu sangat penting, termasuk Harry. Jadi tentu saja dia masih berharap bahwa, pada waktunya, semuanya akan membaik,” jelasnya.
Baca Juga: Kate Middleton Desak Pangeran William Berdamai dengan Harry, Minta sebelum Raja Charles Meninggal
“Dia tidak naif menghadapi tantangan, tetapi dia tidak mau menyerah dalam berjuang,” sambungnya.
Perempuan 43 tahun tersebut sekaligus ingin membuktikan bahwa dirinya tidak hanya siap secara peran publik, tetapi juga secara emosional dan moral untuk mengemban tanggung jawab sebagai Ratu Inggris masa depan yang bijaksana dan penuh dedikasi.
Di mana menurut sumber dekat Kerajaan Inggris yang dikutip oleh Heat World, Kate Middleton secara tulus berupaya membangun kembali jembatan yang telah runtuh sejak kepergian Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle dari Inggris lima tahun lalu.
“Sulit dipercaya sudah lima tahun sejak Harry dan Meghan meninggalkan Inggris,” kata sumber tersebut dilansir dari Geo TV, Selasa (25/3/2025).
“Banyak hal telah berubah, namun dalam banyak hal, banyak hal belum mengalami kemajuan sama sekali,” sambungnya.
Baca Juga: Kate Middleton Dorong Pangeran William Buka Hati untuk Harry demi Keluarga Kerajaan

Foto/People
Meskipun menyadari bahwa banyak hal masih belum berubah dan tantangan yang dihadapinya sangat besar, Kate tetap teguh dalam keyakinannya. Ibu tiga anak itu yakin betul bahwa rekonsiliasi bisa terjadi asalkan ada kemauan dari kedua pihak.
“Dia percaya bahwa jembatan dapat dibangun kembali jika ada kemauan dari kedua belah pihak, dan dia tetap bersikap positif dan optimis tentang prospek perdamaian," tuturnya.
Bagi Putri Wales, nilai keluarga termasuk keberadaan Harry tetap menjadi prioritas yang sangat penting. Ia tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah dalam perjuangannya, justru sebaliknya, terus menjaga sikap positif, penuh harapan, dan optimis.
“Bagi Kate, keluarga selalu sangat penting, termasuk Harry. Jadi tentu saja dia masih berharap bahwa, pada waktunya, semuanya akan membaik,” jelasnya.
Baca Juga: Kate Middleton Desak Pangeran William Berdamai dengan Harry, Minta sebelum Raja Charles Meninggal
“Dia tidak naif menghadapi tantangan, tetapi dia tidak mau menyerah dalam berjuang,” sambungnya.
Perempuan 43 tahun tersebut sekaligus ingin membuktikan bahwa dirinya tidak hanya siap secara peran publik, tetapi juga secara emosional dan moral untuk mengemban tanggung jawab sebagai Ratu Inggris masa depan yang bijaksana dan penuh dedikasi.
(dra)
Lihat Juga :