Sukses Masuk Kampus Impian setelah Pilih Gap Year
Sabtu, 05 September 2020 - 11:30 WIB
loading...
A
A
A
Di sinilah, selain belajar bahasa Inggris, ia pun belajar isu-isu sosial yang membuatnya jadi tertarik dengan bidang sosial dan hukum. Niak pun mulai sadar dan realistis, serta berpikir untuk mengambil jurusan hukum aja di UGM.
Niak pun makin giat mempersiapkan diri. Saking seriusnya, empat bulan sebelum tes masuk, dia memilih keluar dari pesantren.
Dua bulan menuju Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), dia belajar materi SBMPTN. Kerja kerasnya berhasil, Niak akhirnya bisa diterima di UGM dan UNDIP pada tahun kedua kelulusannya dari SMA.
“Tadinya mau ambil HI, tapi akhirnya pilih hukum UGM. Intinya di tahun kedua lebih ngerti apa yang harus dikerjain dan gimana cara ngerjainnya,” ungkap Niak.
Sama dengan Niak, Abdullah Fatah juga menjalani gap yearsetelah lulus dari SMA 1 Simo, Boyolali pada 2017. Bahkan, dia sampai mengambil masa gap year dua tahun demi bisa masuk ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
![Sukses Masuk Kampus Impian setelah Pilih Gap Year]()
Abdullah Fatah. Foto: Dok. Abdullah Fatah
Niak pun makin giat mempersiapkan diri. Saking seriusnya, empat bulan sebelum tes masuk, dia memilih keluar dari pesantren.
Dua bulan menuju Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), dia belajar materi SBMPTN. Kerja kerasnya berhasil, Niak akhirnya bisa diterima di UGM dan UNDIP pada tahun kedua kelulusannya dari SMA.
“Tadinya mau ambil HI, tapi akhirnya pilih hukum UGM. Intinya di tahun kedua lebih ngerti apa yang harus dikerjain dan gimana cara ngerjainnya,” ungkap Niak.
Sama dengan Niak, Abdullah Fatah juga menjalani gap yearsetelah lulus dari SMA 1 Simo, Boyolali pada 2017. Bahkan, dia sampai mengambil masa gap year dua tahun demi bisa masuk ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
.jpg)
Abdullah Fatah. Foto: Dok. Abdullah Fatah
Lihat Juga :