Cerita Pilu Sutradara Palestina Pemenang Oscar sebelum Dibebaskan Israel, Kepalanya Ditendang bak Bola
Rabu, 26 Maret 2025 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
"Seluruh tubuhku terasa sakit," katanya kepada AP segera setelah dibebaskan saat dia berjalan, tertatih-tatih, menuju rumah sakit di kota Palestina di dekatnya, Hebron.
Dokter di rumah sakit mengatakan Hamdan mengalami memar dan goresan di sekujur tubuhnya, lecet di bawah matanya dan luka di dagunya tetapi tidak ada luka dalam. Dua warga Palestina lainnya yang ditahan juga mengalami luka ringan.
Dalam sebuah video yang beredar luas dari bulan Agustus, Luski dan beberapa pemukim bertopeng lainnya terlihat berdebat dengan Hamdan. Luski meneriakinya dengan kata-kata kasar dan mencoba memancingnya untuk berkelahi.
“Ini tanah saya, Tuhan memberikannya kepada saya,” kata Luski. Lain kali tidak akan menyenangkan,” ucapnya lagi.
Dia mengejek Hamdan dengan prospek dikirim ke Sde Teiman, sebuah penjara militer terkenal yang menahan warga Palestina dari Gaza, tempat lima tentara didakwa memperkosa seorang tahanan dengan pisau. “Memerkosa untuk tujuan yang lebih tinggi,” katanya dalam bahasa Ibrani, lalu meniupkan ciuman ke Hamdan.
Baca Juga: Sutradara Film Pemenang Oscar Dibebaskan setelah Ditahan dan Dipukuli Tentara Israel
Film No Other Land, produksi gabungan Israel-Palestina, mengisahkan situasi di Masafer Yatta, yang ditetapkan oleh militer Israel sebagai zona pelatihan tembak langsung pada 1980-an dan memerintahkan pengusiran penduduk, yang sebagian besar adalah orang Arab Badui. Sekitar 1.000 penduduk sebagian besar tetap tinggal di tempat itu, tetapi tentara secara teratur datang untuk menghancurkan rumah, tenda, tangki air, dan kebun zaitun.
Para pemukim juga telah mendirikan pos-pos terdepan di sekitar area tersebut dan terkadang, menghancurkan properti Palestina. Warga Palestina dan kelompok hak asasi manusia mengatakan pasukan Israel biasanya menutup mata atau campur tangan atas nama para pemukim.
Dokter di rumah sakit mengatakan Hamdan mengalami memar dan goresan di sekujur tubuhnya, lecet di bawah matanya dan luka di dagunya tetapi tidak ada luka dalam. Dua warga Palestina lainnya yang ditahan juga mengalami luka ringan.
Dalam sebuah video yang beredar luas dari bulan Agustus, Luski dan beberapa pemukim bertopeng lainnya terlihat berdebat dengan Hamdan. Luski meneriakinya dengan kata-kata kasar dan mencoba memancingnya untuk berkelahi.
“Ini tanah saya, Tuhan memberikannya kepada saya,” kata Luski. Lain kali tidak akan menyenangkan,” ucapnya lagi.
Dia mengejek Hamdan dengan prospek dikirim ke Sde Teiman, sebuah penjara militer terkenal yang menahan warga Palestina dari Gaza, tempat lima tentara didakwa memperkosa seorang tahanan dengan pisau. “Memerkosa untuk tujuan yang lebih tinggi,” katanya dalam bahasa Ibrani, lalu meniupkan ciuman ke Hamdan.
Baca Juga: Sutradara Film Pemenang Oscar Dibebaskan setelah Ditahan dan Dipukuli Tentara Israel
Film No Other Land, produksi gabungan Israel-Palestina, mengisahkan situasi di Masafer Yatta, yang ditetapkan oleh militer Israel sebagai zona pelatihan tembak langsung pada 1980-an dan memerintahkan pengusiran penduduk, yang sebagian besar adalah orang Arab Badui. Sekitar 1.000 penduduk sebagian besar tetap tinggal di tempat itu, tetapi tentara secara teratur datang untuk menghancurkan rumah, tenda, tangki air, dan kebun zaitun.
Para pemukim juga telah mendirikan pos-pos terdepan di sekitar area tersebut dan terkadang, menghancurkan properti Palestina. Warga Palestina dan kelompok hak asasi manusia mengatakan pasukan Israel biasanya menutup mata atau campur tangan atas nama para pemukim.
(tdy)
Lihat Juga :