12 Film Indonesia Tayang April 2025, Ada Pengepungan di Bukit Duri
Sabtu, 29 Maret 2025 - 04:30 WIB
loading...
A
A
A
9. SAH Katanya (24 April)

Foto/Instagram @moviezy.id
Film ini menggambarkan perjalanan hidup Mar, anak bungsu dalam keluarganya yang selama ini dikenal patuh dan selalu berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi ekspektasi orang-orang terdekatnya.
Namun, hidup Mar berubah drastis ketika ia tiba-tiba dijodohkan dengan seorang pria bernama Marno. Keputusan yang datang tanpa persetujuannya dan membuatnya berada di persimpangan sulit.
Di tengah tekanan keluarga dan kebingungan akan masa depannya, Mar mulai mempertanyakan keinginannya sendiri dan makna dari kebahagiaan sejati. Cerita ini mengangkat dilema antara tanggung jawab terhadap keluarga dan keberanian untuk menentukan jalan hidup sendiri.
10. Perang Kota (30 April)

Foto/IMDb
Diangkat dari novel legendaris Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis yang pertama kali terbit pada tahun 1952, film ini berlatar tahun 1946, masa ketika perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia masih membara.
Perang Kota mengikuti kisah Isa, seorang guru yang diam-diam menjadi pejuang dan diberi tugas penting untuk menjalankan misi rahasia, yakni menghabisi salah satu tokoh kunci dari pihak kolonial Belanda.
Namun, di balik misinya yang penuh risiko, Isa juga harus bergulat dengan masalah pribadi, konflik batin dengan istrinya, Fatimah, dan ketegangan yang memuncak dengan sahabatnya sendiri, Hazil, yang ternyata menyimpan rasa pada Fatimah. Film ini menampilkan perpaduan antara drama personal dan ketegangan politik, dengan nuansa sejarah yang kuat dan emosi yang intens.
11. Mendadak Dangdut (30 April)

Foto/IMDb
Naya, seorang penyanyi pop yang tengah berada di puncak popularitas, mulai merasa tertekan oleh Thomas, produsernya yang hanya mementingkan keuntungan dan mengabaikan kebebasan artistiknya. Di tengah kekacauan itu, Zul, manajer sekaligus sosok yang paling memahami Naya berencana memindahkannya ke label lain.
Di sisi lain, Naya masih bergulat dengan luka masa lalu akibat ditinggalkan sang ayah, Anwar, yang pergi demi wanita lain, membuat hubungannya dengan sang adik, Lola, menjadi renggang dan penuh ketegangan. Konflik memuncak saat Thomas membunuh Zul demi membela Naya, namun justru menjebaknya sebagai pelaku. Bersama Lola dan Anwar yang kini menderita Alzheimer, Naya melarikan diri ke Desa Singalaya demi menyelamatkan diri dan merawat ayahnya.
Namun, pelarian mereka tak berjalan mulus. Di desa itu, Naya dipaksa tampil sebagai penyanyi dangdut oleh dua pria licik, Wawan dan Wendhoy, yang mengancam akan melaporkannya ke polisi. Dalam keterpaksaan dan identitas tersembunyi, Naya harus berjuang mempertahankan kebebasannya, menjaga keluarganya, dan bertahan di tengah ancaman yang terus membayangi.
12. Penjagal Iblis: Dosa Turunan (30 April)

Foto/IMDb
Kisah ini bermula dari pembantaian brutal satu keluarga yang sedang dirawat oleh seorang ustaz akibat kerasukan. Pelakunya adalah Ningrum, gadis berusia 19 tahun yang kini menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. Daru, seorang wartawan, ditugaskan untuk mewawancarai Ningrum dan mencari tahu motif di balik tragedi mengerikan tersebut.
Dalam pertemuan mereka, Ningrum mengungkap fakta mengejutkan bahwa dirinya adalah seorang tukang jagal setan yang terpaksa membunuh keluarga itu untuk mencegah jasad mereka dimanfaatkan dalam ritual pemanggilan iblis oleh Pakunjara, seorang perempuan dari klan pemuja setan.
Tanpa diduga, Daru terseret dalam konflik gaib yang mematikan dan tak punya pilihan selain membantu Ningrum melawan kekuatan jahat yang tengah bangkit dari kegelapan. Pertarungan antara dua kutub mistis, pembasmi setan dan pemuja iblis pun menjadi inti dari perjalanan mencekam ini.
Baca Juga: 14 Film Indonesia Tayang Februari 2025, A Business Proposal Adaptasi dari Drama Korea
(dra)
Lihat Juga :