5 Anggota Keluarga Kerajaan Inggris yang Melanggar Aturan Istana, Pangeran Harry Paling Sering
Minggu, 30 Maret 2025 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
2. Pangeran Andrew
Pangeran Andrew, Duke of York, anak kedua dari Ratu Elizabeth II, menjadi pusat perhatian global ketika namanya terseret dalam kasus hukum yang melibatkan Jeffrey Epstein, seorang miliarder Amerika Serikat yang dituduh sebagai pelaku perdagangan seks dan penyalahgunaan perempuan di bawah umur.
Meskipun Andrew membantah keterlibatannya, pengakuan dari Virginia Giuffre yang mengklaim telah dilecehkan oleh Andrew saat masih di bawah umur, serta wawancara bencana dengan program Newsnight BBC pada 2019 yang menunjukkan kurangnya empati dan penyesalan dari sang pangeran, menyebabkan reputasinya hancur.
Akibat tekanan publik dan dalam upaya melindungi institusi kerajaan, Andrew dicopot dari semua tugas resmi kerajaan dan kehilangan gelar militer serta perlindungan kerajaan. Ini menjadi salah satu contoh paling memalukan dari pelanggaran etika di lingkungan monarki.
Baca Juga: Meghan Markle Tolak Memutuskan Hubungan dengan Keluarga Kerajaan
3. Pangeran Harry
Pangeran Harry, Duke of Sussex, bersama istrinya Meghan Markle, mengambil keputusan mengejutkan pada awal 2020 dengan mengundurkan diri sebagai anggota senior keluarga kerajaan. Mereka memilih untuk hidup mandiri secara finansial di Amerika Serikat.
Pasangan ini kemudian melakukan wawancara terbuka dengan Oprah Winfrey yang memuat berbagai pengakuan sensasional. Termasuk tuduhan bahwa ada anggota keluarga kerajaan yang membuat komentar bernuansa rasis tentang warna kulit anak mereka yang belum lahir.
Termasuk keluhan tentang tekanan mental yang tidak ditanggapi oleh pihak istana. Langkah Harry dianggap sebagai pelanggaran terhadap prinsip kerahasiaan internal kerajaan dan menimbulkan ketegangan yang mendalam dengan keluarganya, khususnya dengan ayahnya, Raja Charles III, dan kakaknya, Pangeran William.
Lihat Juga :