Pesan Titiek Puspa kepada Anak: Gusti Allah Monggo Kulo Dipundut
Jum'at, 11 April 2025 - 08:20 WIB
loading...
Anak sulung Titiek Puspa, Petty Tunjungsari, membagikan pesan mendalam yang kerap disampaikan sang ibunda sebelum meninggal dunia pada Kamis, 10 April 2024. Foto/Instagram Titiek Puspa
A
A
A
JAKARTA - Anak sulung Titiek Puspa , Petty Tunjungsari, membagikan pesan mendalam yang kerap disampaikan sang ibunda sebelum meninggal dunia pada Kamis, 10 April 2024 pukul 16.25 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta dalam usia 87 tahun.
Dalam pernyataan yang disampaikan di rumah duka, Petty menyebut bahwa Titiek Puspa telah lama menunjukkan kesiapan untuk berpulang kepada Sang Pencipta jika dirasa tak lagi mampu memberi manfaat bagi sesama.
"Tapi memang beliau itu kepada saya dan adik saya, Ella Puspasari itu sudah sering mengatakan bahwa kalau Bahasa Jawa, Gusti Allah monggo kulo dipundut," kata Petty di rumah duka di kawasan Pancoran Timur Raya, Jakarta pada Kamis, 10 April 2025.
"Maksudnya, Tuhan silakan saya diambil kalau saya sudah tidak berguna," sambungnya.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Titiek Puspa Meninggal Dunia usai Pendarahan Otak Kiri
![Pesan Titiek Puspa kepada Anak: Gusti Allah Monggo Kulo Dipundut]()
Foto/Instagram Titiek Puspa
Menurut Petty, pesan itu bukan semata ungkapan pasrah. Melainkan bentuk dari nilai hidup yang selalu dipegang teguh oleh pelantun Kupu-kupu Malam itu selama lebih dari delapan dekade hidupnya, yakni bahwa hidup harus dijalani dengan memberi manfaat kepada orang lain.
"Karena sepanjang sepengetahuan saya, 65 tahun saya belajar jadi anaknya Titiek Puspa, beliau itu orang yang harus dirinya itu harus bermanfaat bagi sesama manusia yang lain," jelasnya.
"Dalam bentuk berkesimanan ya tentunya dan lain-lain," tambahnya.
Petty juga mengungkap bahwa keluarga besar pemilik nama asli Sudarwati itu telah "dipersiapkan" oleh sang ibunda secara emosional jauh-jauh hari. Bahkan, cucu-cucu dan keponakan pun sudah diberi pemahaman mengenai nilai-nilai spiritual yang dipegang artis yang akrab disapa Eyang Titiek itu sejak lama.
Baca Juga: Penyebab Titiek Puspa Meninggal Dunia, Pendarahan Otak Kiri dan Sempat Pingsan
"Jadi, ketika dia sudah merasa sudah tidak bisa lagi, dia memang menyerahkan diri kepada Sang Penentu, kepada Sang Pemberi, Sang Pencipta," ucapnya.
"Jadi, mungkin kalau dibilang kami anak-anaknya sudah dikondisikan. Bahkan 3 tahun, 2 tahun, setahun sebelumnya. Seperti anak saya, Larasati juga keponakan, keponakan juga sudah mengerti," lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Petty menegaskan bahwa keluarga berkomitmen untuk menjaga kehormatan dan privasi sang legenda. Terutama di masa-masa terakhirnya saat dirawat di rumah sakit karena pendarahan otak bagian kiri.
"Kami keluarga memang harus menjaga beliau. Menjaga beliau dalam privasi karena kami keluarganya harus bopong, istilahnya menjunjung prestasinya. Menjunjung nama baiknya beliau," pungkasnya.
Baca Juga: 8 Lagu Titiek Puspa yang Tak Lekang oleh Waktu, Tetap Melegenda hingga Kini
Jenazah Titiek Puspa disemayamkan di Wisma Puspa, Pancoran Timur Raya, Jakarta Selatan, dan akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir pada hari ini, Jumat (11/4/2025) setelah Salat Jumat.
Dalam pernyataan yang disampaikan di rumah duka, Petty menyebut bahwa Titiek Puspa telah lama menunjukkan kesiapan untuk berpulang kepada Sang Pencipta jika dirasa tak lagi mampu memberi manfaat bagi sesama.
"Tapi memang beliau itu kepada saya dan adik saya, Ella Puspasari itu sudah sering mengatakan bahwa kalau Bahasa Jawa, Gusti Allah monggo kulo dipundut," kata Petty di rumah duka di kawasan Pancoran Timur Raya, Jakarta pada Kamis, 10 April 2025.
"Maksudnya, Tuhan silakan saya diambil kalau saya sudah tidak berguna," sambungnya.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Titiek Puspa Meninggal Dunia usai Pendarahan Otak Kiri

Foto/Instagram Titiek Puspa
Menurut Petty, pesan itu bukan semata ungkapan pasrah. Melainkan bentuk dari nilai hidup yang selalu dipegang teguh oleh pelantun Kupu-kupu Malam itu selama lebih dari delapan dekade hidupnya, yakni bahwa hidup harus dijalani dengan memberi manfaat kepada orang lain.
"Karena sepanjang sepengetahuan saya, 65 tahun saya belajar jadi anaknya Titiek Puspa, beliau itu orang yang harus dirinya itu harus bermanfaat bagi sesama manusia yang lain," jelasnya.
"Dalam bentuk berkesimanan ya tentunya dan lain-lain," tambahnya.
Petty juga mengungkap bahwa keluarga besar pemilik nama asli Sudarwati itu telah "dipersiapkan" oleh sang ibunda secara emosional jauh-jauh hari. Bahkan, cucu-cucu dan keponakan pun sudah diberi pemahaman mengenai nilai-nilai spiritual yang dipegang artis yang akrab disapa Eyang Titiek itu sejak lama.
Baca Juga: Penyebab Titiek Puspa Meninggal Dunia, Pendarahan Otak Kiri dan Sempat Pingsan
"Jadi, ketika dia sudah merasa sudah tidak bisa lagi, dia memang menyerahkan diri kepada Sang Penentu, kepada Sang Pemberi, Sang Pencipta," ucapnya.
"Jadi, mungkin kalau dibilang kami anak-anaknya sudah dikondisikan. Bahkan 3 tahun, 2 tahun, setahun sebelumnya. Seperti anak saya, Larasati juga keponakan, keponakan juga sudah mengerti," lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Petty menegaskan bahwa keluarga berkomitmen untuk menjaga kehormatan dan privasi sang legenda. Terutama di masa-masa terakhirnya saat dirawat di rumah sakit karena pendarahan otak bagian kiri.
"Kami keluarga memang harus menjaga beliau. Menjaga beliau dalam privasi karena kami keluarganya harus bopong, istilahnya menjunjung prestasinya. Menjunjung nama baiknya beliau," pungkasnya.
Baca Juga: 8 Lagu Titiek Puspa yang Tak Lekang oleh Waktu, Tetap Melegenda hingga Kini
Jenazah Titiek Puspa disemayamkan di Wisma Puspa, Pancoran Timur Raya, Jakarta Selatan, dan akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir pada hari ini, Jumat (11/4/2025) setelah Salat Jumat.
(dra)
Lihat Juga :