Cinta Laura Prihatin Marak Kasus Pelecehan Seksual: Aku Sakit Hati
Minggu, 20 April 2025 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Dalam realita sosial yang dijalani saat ini, banyak orang sejak kecil sudah diajarkan untuk senantiasa menjaga diri. Mulai dari mengenakan pakaian yang dianggap sopan, bersikap sesuai norma, hingga menghindari situasi yang dinilai rawan demi menghindari hal-hal buruk yang mungkin terjadi.
Namun, pandangan ini sering kali secara tak langsung membebankan tanggung jawab perlindungan pada individu, bukan pada sistem dan pelaku.
"Kita hidup di dunia di mana kita diajari buat jaga diri. Pakai baju yang sopan, bertingkah yang baik biar nggak kenapa-kenapa, tapi aku mau tegasin satu hal. Nggak ada orang yang pantas dilecehkan," ujarnya.
Baca Juga: Beda Kayak Aslinya, Ini Karakter Cinta Laura di Series Dendam
Bintang film Jumbo ini dengan lantang mematahkan pandangan tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun orang yang pantas menjadi korban pelecehan seksual, apa pun cara mereka berpakaian, berada di mana pun, atau berperilaku seperti apa pun.
Menurutnya, kesalahan tidak pernah ada pada korban, melainkan sepenuhnya berada pada pelaku yang dengan sadar memilih untuk melanggar rasa aman dan hak asasi orang lain.
"Mau orang pakai baju apa, lagi di mana, atau berperilaku kayak gimana pun itu bukan salah korban. Yang salah, orang yang milih buat melanggar keamanan dan hak asasi orang lain," ungkapnya.
Namun, pandangan ini sering kali secara tak langsung membebankan tanggung jawab perlindungan pada individu, bukan pada sistem dan pelaku.
"Kita hidup di dunia di mana kita diajari buat jaga diri. Pakai baju yang sopan, bertingkah yang baik biar nggak kenapa-kenapa, tapi aku mau tegasin satu hal. Nggak ada orang yang pantas dilecehkan," ujarnya.
Baca Juga: Beda Kayak Aslinya, Ini Karakter Cinta Laura di Series Dendam
Bintang film Jumbo ini dengan lantang mematahkan pandangan tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun orang yang pantas menjadi korban pelecehan seksual, apa pun cara mereka berpakaian, berada di mana pun, atau berperilaku seperti apa pun.
Menurutnya, kesalahan tidak pernah ada pada korban, melainkan sepenuhnya berada pada pelaku yang dengan sadar memilih untuk melanggar rasa aman dan hak asasi orang lain.
"Mau orang pakai baju apa, lagi di mana, atau berperilaku kayak gimana pun itu bukan salah korban. Yang salah, orang yang milih buat melanggar keamanan dan hak asasi orang lain," ungkapnya.
Lihat Juga :