Tindakan Nekat Pangeran Harry Picu Keretakan Baru dengan William
Rabu, 23 April 2025 - 04:30 WIB
loading...
Tindakan Pangeran Harry picu keretakan baru dengan Pangeran William setelah ia melakukan kunjungan mengejutkan ke Ukraina. Foto/Getty Images.
A
A
A
JAKARTA - Tindakan Pangeran Harry picu keretakan baru dengan Pangeran William setelah ia melakukan kunjungan mengejutkan ke Ukraina, yang disebut-sebut bertentangan dengan pernyataannya sendiri soal keamanan. Langkah berani Harry mengunjungi zona konflik lebih dulu dari sang kakak dinilai kontroversial oleh para pengamat kerajaan, dan disebut memperburuk hubungan yang sudah renggang.
Baca juga: Raja Charles III dan Pangeran Harry Tidak Bicara selama Berbulan-bulan
Dalam rilis resmi, tim Duke of Sussex menyampaikan bahwa Pangeran Harry mengunjungi Superhumans Center di kota Lviv, Ukraina, sebuah fasilitas medis yang memberikan perawatan bagi tentara, warga sipil, dan anak-anak yang mengalami luka berat akibat perang.
Dilansir dari The News, Rabu (23/4/2025), selama kunjungan tersebut, Harry dikabarkan bertemu langsung dengan pasien dan staf medis untuk menunjukkan dukungannya terhadap kerja kemanusiaan di tengah konflik.
Baca juga: Pangeran Harry Klaim Dirinya dan Meghan Markle Dipaksa Mundur dari Keluarga Kerajaan
Namun alih-alih menuai pujian, langkah ini justru menuai kritik dari para pakar kerajaan, yang menyebut keputusan suami Meghan Markle itu sebagai tindakan nekat dan berisiko tinggi. Kritikus kerajaan Richard Kay mengungkapkan bahwa tindakan pangeran 40 tahun itu terkesan inkonsisten, mengingat sebelumnya ia mengklaim merasa tidak aman untuk berada di Inggris tanpa perlindungan resmi.
“Dia menyebut Inggris tidak aman untuk dikunjungi karena tidak mendapatkan perlindungan keamanan dari negara, tapi sekarang justru bepergian ke zona perang aktif seperti Ukraina. Itu membingungkan dan tampak kontradiktif,” ujar Kay dalam Palace Confidential yang disiar Daily Mail.
Baca juga: Raja Charles III dan Pangeran Harry Tidak Bicara selama Berbulan-bulan
Dalam rilis resmi, tim Duke of Sussex menyampaikan bahwa Pangeran Harry mengunjungi Superhumans Center di kota Lviv, Ukraina, sebuah fasilitas medis yang memberikan perawatan bagi tentara, warga sipil, dan anak-anak yang mengalami luka berat akibat perang.
Dilansir dari The News, Rabu (23/4/2025), selama kunjungan tersebut, Harry dikabarkan bertemu langsung dengan pasien dan staf medis untuk menunjukkan dukungannya terhadap kerja kemanusiaan di tengah konflik.
Baca juga: Pangeran Harry Klaim Dirinya dan Meghan Markle Dipaksa Mundur dari Keluarga Kerajaan
Namun alih-alih menuai pujian, langkah ini justru menuai kritik dari para pakar kerajaan, yang menyebut keputusan suami Meghan Markle itu sebagai tindakan nekat dan berisiko tinggi. Kritikus kerajaan Richard Kay mengungkapkan bahwa tindakan pangeran 40 tahun itu terkesan inkonsisten, mengingat sebelumnya ia mengklaim merasa tidak aman untuk berada di Inggris tanpa perlindungan resmi.
“Dia menyebut Inggris tidak aman untuk dikunjungi karena tidak mendapatkan perlindungan keamanan dari negara, tapi sekarang justru bepergian ke zona perang aktif seperti Ukraina. Itu membingungkan dan tampak kontradiktif,” ujar Kay dalam Palace Confidential yang disiar Daily Mail.
Lihat Juga :