Perempuan Berkarya, Aksi Nyata dan Inovasi dalam Semangat Kartini
Minggu, 27 April 2025 - 13:30 WIB
loading...
A
A
A
"Ilustrasi saya terinspirasi dari keragaman budaya Indonesia. Aku ingin generasi muda lebih bangga dengan budaya sendiri, bukan hanya terpesona budaya luar," tutur Nara, yang menghabiskan 3–5 jam untuk setiap ilustrasi, tergantung tingkat detailnya.
Setiap koleksi menggunakan bahan katun, lukisan tangan akrilik bertema bunga, serta perpaduan kain tradisional seperti Batik Cirebon, Jawa, Jambi, hingga Bali, menciptakan interpretasi segar terhadap kebaya klasik: modern, dinamis, dan berjiwa muda. Hasilnya adalah interpretasi segar kebaya klasik yang modern, dinamis, dan berjiwa muda.
Liesna Subianto mengatakan, kolaborasi ini bertujuan untuk mendekatkan generasi muda dengan kekayaan budaya Nusantara. "Saya ingin generasi muda merasa bahwa budaya tradisional bisa dihidupkan kembali dengan gaya yang lebih ringan, lebih bebas, tapi tetap bermakna," ujar Liesna, yang juga dosen desain di ESMOD Jakarta.
Baca Juga: Bunda Iffet Meninggal, Markas Slank Ramai Pelayat sejak Pagi
Terdapat tujuh looks kebaya yang ditampilkan dengan mengusung model kutubaru dan kartinian, dua gaya klasik yang dipadukan dengan warna-warna cerah dan corak ilustrasi berani. Beberapa desain memperlihatkan kombinasi ilustrasi modern di satu sisi dan tenun tradisional berwarna pink di sisi lain, memperkaya narasi tentang keberagaman budaya Indonesia.
Menariknya, ketujuh koleksi ini diperagakan oleh perempuan inspiratif dari berbagai profesi termasuk Karina Alya Manthovani yang menjadi muse dalam fashion show ini. "Fashion show ini menjadi bentuk nyata dari 'growth': perempuan Indonesia kini lebih bebas berekspresi, lebih terbuka, dan berani menunjukkan kreativitasnya," ungkap Karina.
Setiap koleksi menggunakan bahan katun, lukisan tangan akrilik bertema bunga, serta perpaduan kain tradisional seperti Batik Cirebon, Jawa, Jambi, hingga Bali, menciptakan interpretasi segar terhadap kebaya klasik: modern, dinamis, dan berjiwa muda. Hasilnya adalah interpretasi segar kebaya klasik yang modern, dinamis, dan berjiwa muda.
Liesna Subianto mengatakan, kolaborasi ini bertujuan untuk mendekatkan generasi muda dengan kekayaan budaya Nusantara. "Saya ingin generasi muda merasa bahwa budaya tradisional bisa dihidupkan kembali dengan gaya yang lebih ringan, lebih bebas, tapi tetap bermakna," ujar Liesna, yang juga dosen desain di ESMOD Jakarta.
Baca Juga: Bunda Iffet Meninggal, Markas Slank Ramai Pelayat sejak Pagi
Terdapat tujuh looks kebaya yang ditampilkan dengan mengusung model kutubaru dan kartinian, dua gaya klasik yang dipadukan dengan warna-warna cerah dan corak ilustrasi berani. Beberapa desain memperlihatkan kombinasi ilustrasi modern di satu sisi dan tenun tradisional berwarna pink di sisi lain, memperkaya narasi tentang keberagaman budaya Indonesia.
Menariknya, ketujuh koleksi ini diperagakan oleh perempuan inspiratif dari berbagai profesi termasuk Karina Alya Manthovani yang menjadi muse dalam fashion show ini. "Fashion show ini menjadi bentuk nyata dari 'growth': perempuan Indonesia kini lebih bebas berekspresi, lebih terbuka, dan berani menunjukkan kreativitasnya," ungkap Karina.
(dra)
Lihat Juga :