Profil Aura Cinta, Remaja Bekasi yang Viral usai Debat dengan Dedi Mulyadi
Senin, 28 April 2025 - 23:20 WIB
loading...
A
A
A
Momen yang membawa nama Aura ke perhatian nasional terjadi saat Dedi Mulyadi mengunjungi lokasi penggusuran di Bekasi. Dalam video yang tersebar luas, Aura dengan lantang mempertanyakan kebijakan pemerintah terkait penggusuran tanpa solusi konkret untuk para warga yang kehilangan rumah.
Dengan suara yang tegas dan percaya diri, Aura melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis. Terutama soal kelangsungan pendidikan dan masa depan anak-anak korban penggusuran.
"Apakah kami hanya akan terus diusir tanpa ada tempat tinggal baru? Bagaimana dengan pendidikan kami? Bagaimana dengan masa depan kami?" kata Aura dalam video yang viral di media sosial dikutip Senin (28/4/2025).
Meski Dedi Mulyadi berusaha menjelaskan tujuan penggusuran untuk kepentingan lingkungan, Aura tetap bersikukuh menuntut kejelasan hak-hak warga.
Pada kesempatan yang sama, Aura juga meminta agar wisuda sekolah tetap dilaksanakan meski banyak siswa terdampak penggusuran. Baginya, wisuda bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penting perjuangan pendidikan yang harus tetap dihargai, bahkan di tengah kesulitan.
Baca Juga: Profil Bunda Iffet, Ibu Bimbim Slank yang Meninggal Dunia di Usia 87 Tahun
Di balik keberanian dan ketegasannya, Aura tetaplah remaja sederhana dengan impian besar. Ia bercita-cita menjadi seorang pengacara agar kelak bisa memperjuangkan hak-hak rakyat kecil yang selama ini sering terabaikan.
Dalam wawancara dengan beberapa media, ia menyatakan bahwa pengalaman pahit menghadapi ketidakadilan sosial memperkuat tekadnya untuk menekuni dunia hukum.
Gerakan solidaritas untuk mendukung Aura pun bermunculan. Sejumlah aktivis, organisasi masyarakat, hingga tokoh nasional menyatakan simpati dan dukungan kepada Aura serta keluarga-keluarga terdampak penggusuran.
Dengan suara yang tegas dan percaya diri, Aura melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis. Terutama soal kelangsungan pendidikan dan masa depan anak-anak korban penggusuran.
"Apakah kami hanya akan terus diusir tanpa ada tempat tinggal baru? Bagaimana dengan pendidikan kami? Bagaimana dengan masa depan kami?" kata Aura dalam video yang viral di media sosial dikutip Senin (28/4/2025).
Meski Dedi Mulyadi berusaha menjelaskan tujuan penggusuran untuk kepentingan lingkungan, Aura tetap bersikukuh menuntut kejelasan hak-hak warga.
Pada kesempatan yang sama, Aura juga meminta agar wisuda sekolah tetap dilaksanakan meski banyak siswa terdampak penggusuran. Baginya, wisuda bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penting perjuangan pendidikan yang harus tetap dihargai, bahkan di tengah kesulitan.
Baca Juga: Profil Bunda Iffet, Ibu Bimbim Slank yang Meninggal Dunia di Usia 87 Tahun
Cita-cita dan Dukungan Publik
Di balik keberanian dan ketegasannya, Aura tetaplah remaja sederhana dengan impian besar. Ia bercita-cita menjadi seorang pengacara agar kelak bisa memperjuangkan hak-hak rakyat kecil yang selama ini sering terabaikan.
Dalam wawancara dengan beberapa media, ia menyatakan bahwa pengalaman pahit menghadapi ketidakadilan sosial memperkuat tekadnya untuk menekuni dunia hukum.
Gerakan solidaritas untuk mendukung Aura pun bermunculan. Sejumlah aktivis, organisasi masyarakat, hingga tokoh nasional menyatakan simpati dan dukungan kepada Aura serta keluarga-keluarga terdampak penggusuran.
Lihat Juga :