Dukung Tumbuh Kembang Anak, LACTOGROW Gelar PLAYWORLD di 5 Kota Besar
Senin, 28 April 2025 - 19:40 WIB
loading...
Bermain merupakan salah satu sarana untuk menstimulasi kreativitas, daya pikir, maupun keterampilan sosial dan emosional sejak usia dini. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Bermain merupakan salah satu sarana untuk menstimulasi kreativitas, daya pikir, maupun keterampilan sosial dan emosional sejak usia dini. Bermain bagi anak usia dini terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas. Tahun ini, Nestlé LACTOGROW, susu pertumbuhan untuk anak usia satu tahun ke atas, meluncurkan kampanye terbaru bertajuk “Main Jangan Main-Main” pada Kamis, 24 April 2025 di Jakarta.
Kampanye ini ditujukan untuk menginspirasi para orang tua di Indonesia untuk mendukung pertumbuhan Si Kecil agar siap aktif dan kreatif dengan bermain bersama. Untuk itu, Nestlé LACTOGROW menghadirkan “LACTOGROW PlayWorld”, arena bermain bagi keluarga sebagai inspirasi bagi orang tua untuk mengasah kreativitas dan aktivitas fisik Si Kecil melalui stimulasi main bersama.
Selain menghadirkan arena permainan untuk mengajak Si Kecil aktif dan kreatif, LACTOGROW PlayWorld juga menghadirkan talkshow interaktif bersama para expert dan mom Influencer, creativity screening test bersama psikolog anak serta door prize dengan berbagai hadiah menarik. Inisiatif ini menjadi bentuk nyata komitmen Nestlé LACTOGROW pada anak Indonesia untuk tumbuh aktif dan kreatif melalui stimulasi yang tepat dari luar dan gizi yang optimal dari dalam.
“Selaras dengan tujuan Nestlé untuk menggunakan potensi makanan untuk meningkatkan kualitas hidup setiap individu, saat ini dan untuk generasi mendatang, kami meyakini bahwa kombinasi yang tepat antara asupan gizi dari dalam dan stimulasi dari luar berupa aktivitas bermain dapat mendorong Si Kecil dapat tumbuh optimal menjadi lebih aktif dan kreatif. Ini dapat membangun fondasi kuat bagi mereka untuk berkembang menjadi pribadi yang luar biasa,” ujar Sufintri Rahayu, Direktur Corporate Affairs & Sustainability PT Nestlé Indonesia.
Menurut survei JAKPAT 2025, hanya 1 dari 3 ibu yang bermain bersama anaknya minimal 60 menit sehari sesuai rekomendasi WHO. Miranti Burhan, Category Marketing Manager LACTOGROW menjelaskan, “Saat ini, masih banyak orang tua yang menganggap bermain hanya sebatas hiburan bagi Si Kecil, bukan bagian dari proses belajar tumbuh kembang sehingga banyak orang tua yang belum aktif terlibat namun hanya sekedar menemani dan mengawasi saat Si Kecil sedang bermain.”
Kampanye ini ditujukan untuk menginspirasi para orang tua di Indonesia untuk mendukung pertumbuhan Si Kecil agar siap aktif dan kreatif dengan bermain bersama. Untuk itu, Nestlé LACTOGROW menghadirkan “LACTOGROW PlayWorld”, arena bermain bagi keluarga sebagai inspirasi bagi orang tua untuk mengasah kreativitas dan aktivitas fisik Si Kecil melalui stimulasi main bersama.
Selain menghadirkan arena permainan untuk mengajak Si Kecil aktif dan kreatif, LACTOGROW PlayWorld juga menghadirkan talkshow interaktif bersama para expert dan mom Influencer, creativity screening test bersama psikolog anak serta door prize dengan berbagai hadiah menarik. Inisiatif ini menjadi bentuk nyata komitmen Nestlé LACTOGROW pada anak Indonesia untuk tumbuh aktif dan kreatif melalui stimulasi yang tepat dari luar dan gizi yang optimal dari dalam.
“Selaras dengan tujuan Nestlé untuk menggunakan potensi makanan untuk meningkatkan kualitas hidup setiap individu, saat ini dan untuk generasi mendatang, kami meyakini bahwa kombinasi yang tepat antara asupan gizi dari dalam dan stimulasi dari luar berupa aktivitas bermain dapat mendorong Si Kecil dapat tumbuh optimal menjadi lebih aktif dan kreatif. Ini dapat membangun fondasi kuat bagi mereka untuk berkembang menjadi pribadi yang luar biasa,” ujar Sufintri Rahayu, Direktur Corporate Affairs & Sustainability PT Nestlé Indonesia.
Menurut survei JAKPAT 2025, hanya 1 dari 3 ibu yang bermain bersama anaknya minimal 60 menit sehari sesuai rekomendasi WHO. Miranti Burhan, Category Marketing Manager LACTOGROW menjelaskan, “Saat ini, masih banyak orang tua yang menganggap bermain hanya sebatas hiburan bagi Si Kecil, bukan bagian dari proses belajar tumbuh kembang sehingga banyak orang tua yang belum aktif terlibat namun hanya sekedar menemani dan mengawasi saat Si Kecil sedang bermain.”
Lihat Juga :