Rifnu Ungkap Sulitnya Jadi Antagonis dengan Kejutan di Film Santet
Selasa, 06 Mei 2025 - 15:55 WIB
loading...
A
A
A
"Enggak (melakukan riset mendalam) sih, karena dari kecil sudah belajar (agama). Pernah di madrasah, belajar ngaji, pernah belajar Bahasa Arab, segala macam sudah dipelajari. Jadi ketika ada Bahasa Arab, ada ayat-ayat, itu masih gampang lah. Terus juga ustaz kan sering banget di sekitar kita," ucapnya menyambung.
Alih-alih memerankan tokoh ustaz, yang menjadi tantangan buat aktor 44 tahun tersebut justru saat dia harus meyakinkan penonton bahwa karakternya baik. Meskipun di balik itu, tokoh Ustaz Ridwan yang diperankan Teuku Rifnu menyimpan banyak lapisan lainnya.
"Karena Ustaz Ridwan ini penuh tanda tanya, memainkan itunya yang sulit. Gimana membuat penonton itu (yakin) 'Rifnu ini pasti jahat', tapi gimana supaya orang ketika aku muncul, tahu kalau aku baik. Tapi memang baik," ungkap Teuku Rifnu.
"Ya susah lah, tapi ini tantangan ya, gimana orang yakin secara tajwid 'wah ini ustaz bener ini', semua ayat yang aku baca benar, sampai endingnya yang terbaik lah," tambahnya.
Adapun dalam kesempatan tersebut, Teuku Rifnu juga mengungkap bahwa film Pembantaian Dukun Santet ini diangkat dari kisah nyata yang terjadi di Banyuwangi, Jawa Timur pada 1998 silam. Saat itu, ratusan orang di Banyuwangi yang dituduh menggunakan ilmu santet tiba-tiba dibantai secara berkala.
"Film ini mengingatkan kita ke tahun '98 di mana saat itu orang-orang yang menggunakan santet itu dibantai semuanya. Di mana suasana politik saat itu juga lagi kelam banget di Indonesia, di satu daerah terjadi pembantaian juga. Nah, kisah itu yang coba diangkat ke dalam sebuah film, lewat sebuah pesantren kecil di sebuah kota terpencil,"terang Rifnu.
Alih-alih memerankan tokoh ustaz, yang menjadi tantangan buat aktor 44 tahun tersebut justru saat dia harus meyakinkan penonton bahwa karakternya baik. Meskipun di balik itu, tokoh Ustaz Ridwan yang diperankan Teuku Rifnu menyimpan banyak lapisan lainnya.
"Karena Ustaz Ridwan ini penuh tanda tanya, memainkan itunya yang sulit. Gimana membuat penonton itu (yakin) 'Rifnu ini pasti jahat', tapi gimana supaya orang ketika aku muncul, tahu kalau aku baik. Tapi memang baik," ungkap Teuku Rifnu.
"Ya susah lah, tapi ini tantangan ya, gimana orang yakin secara tajwid 'wah ini ustaz bener ini', semua ayat yang aku baca benar, sampai endingnya yang terbaik lah," tambahnya.
Adapun dalam kesempatan tersebut, Teuku Rifnu juga mengungkap bahwa film Pembantaian Dukun Santet ini diangkat dari kisah nyata yang terjadi di Banyuwangi, Jawa Timur pada 1998 silam. Saat itu, ratusan orang di Banyuwangi yang dituduh menggunakan ilmu santet tiba-tiba dibantai secara berkala.
"Film ini mengingatkan kita ke tahun '98 di mana saat itu orang-orang yang menggunakan santet itu dibantai semuanya. Di mana suasana politik saat itu juga lagi kelam banget di Indonesia, di satu daerah terjadi pembantaian juga. Nah, kisah itu yang coba diangkat ke dalam sebuah film, lewat sebuah pesantren kecil di sebuah kota terpencil,"terang Rifnu.
Lihat Juga :