Nana Mirdad Buka Suara soal Tuduhan Ogah Bayar Paylater, Ungkap Teror dari Debt Collector
Rabu, 07 Mei 2025 - 08:20 WIB
loading...
A
A
A
Nana menjelaskan bahwa awalnya sistem penagihan masih ditangani langsung oleh pihak aplikasi. Namun belakangan didelegasikan ke pihak ketiga.
Perubahan ini lah yang menurutnya berdampak besar pada proses penagihan. Termasuk tingginya bunga serta pendekatan yang kurang bersahabat dari debt collector.
"Kaget itu wajar, apalagi setelah mendapat perlakuan yang kurang baik dari DC-nya (debt collector). Akhirnya aku baru tahu kalau awal-awal baik-baik, karena masih aplikasinya yang handle. Sekarang sudah di handle thrid party, jadi penanganan berbeda. Bunga pun meningkat drastis," jelasnya.
Baca Juga: Nana Mirdad Galau Lepas Anak Kuliah di Australia: Banyak Khawatirnya
"Ini kebohongan banget, berarti nggak baca baik-baik semua story-ku, tapi udah melihat ini sebagai kesempatan untuk dijadiin viral aja," tambahnya.
Putri artis senior Jamal Mirdad dan Lydia Kandou ini menampik keras tuduhan yang menyebut dirinya tidak mau membayar.
Menurut kakak Naysila Mirdad itu, keterlambatan memang terjadi karena faktor lupa. Namun seluruh kewajiban sudah dilunasi, termasuk bunga keterlambatan sebesar Rp50 per hari.
Perubahan ini lah yang menurutnya berdampak besar pada proses penagihan. Termasuk tingginya bunga serta pendekatan yang kurang bersahabat dari debt collector.
"Kaget itu wajar, apalagi setelah mendapat perlakuan yang kurang baik dari DC-nya (debt collector). Akhirnya aku baru tahu kalau awal-awal baik-baik, karena masih aplikasinya yang handle. Sekarang sudah di handle thrid party, jadi penanganan berbeda. Bunga pun meningkat drastis," jelasnya.
Baca Juga: Nana Mirdad Galau Lepas Anak Kuliah di Australia: Banyak Khawatirnya
"Ini kebohongan banget, berarti nggak baca baik-baik semua story-ku, tapi udah melihat ini sebagai kesempatan untuk dijadiin viral aja," tambahnya.
Putri artis senior Jamal Mirdad dan Lydia Kandou ini menampik keras tuduhan yang menyebut dirinya tidak mau membayar.
Menurut kakak Naysila Mirdad itu, keterlambatan memang terjadi karena faktor lupa. Namun seluruh kewajiban sudah dilunasi, termasuk bunga keterlambatan sebesar Rp50 per hari.
Lihat Juga :