AstraZeneca dan CISC Kolaborasi Lawan Kanker Paru, Skrining Dini Jadi Kunci
Rabu, 07 Mei 2025 - 00:05 WIB
loading...
AstraZeneca, perusahaan biofarmasi global berbasis sains, kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kanker paru. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - AstraZeneca, perusahaan biofarmasi global berbasis sains, kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kanker paru melalui edukasi seputar skrining dini dan pentingnya pemeriksaan profil biomolekuler. Bersama Indonesian Cancer Information and Support Center Association (CISC), AstraZeneca menggelar sesi Edukasi Pasien bertajuk Pentingnya Skrining Kanker Paru, untuk mengedukasi masyarakat mengenai kanker paru dan manfaat skrining kanker paru, salah satunya menggunakan Low-Dose CT Scan (LDCT) dan tes biomarker dalam menentukan pengobatan yang lebih tepat sasaran.
Esra Erkomay, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, mengatakan, “Pemberdayaan pasien melalui informasi yang akurat dan mudah dipahami adalah langkah awal dalam melawan kanker paru. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami dalam mendorong masyarakat untuk lebih proaktif menjalani skrining dan memahami pilihan terapi yang tersedia. Sebagai perusahaan biofarmasi berbasis sains, kami berkomitmen menghadirkan solusi inovatif berbasis riset dengan menempatkan pasien sebagai pusat dari setiap inisiatif. Bersama CISC, kami berharap inisiatif edukasi ini tak hanya menjadi wadah berbagi, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem yang lebih peduli dan responsif terhadap kebutuhan pasien kanker paru di Indonesia.”
CISC menyambut positif kolaborasi ini, sejalan dengan fokus mereka dalam edukasi dan pendampingan pasien. “Sebagian besar kasus kanker paru masih terdiagnosis pada stadium lanjut, padahal pengobatan sejak dini secara signifikan dapat meningkatkan harapan hidup. Karena itu, skrining rutin—terutama bagi kelompok berisiko tinggi—tidak boleh diabaikan,” ujar Aryanthi Baramuli Putri, Ketua Umum dari CISC.
“Pemahaman pasien dan keluarga terhadap pilihan terapi, termasuk pengobatan inovatif yang semakin bersifat personal, juga sangat penting. Kami mengapresiasi inisiatif AstraZeneca dalam mendukung edukasi pasien melalui kegiatan ini, yang tak hanya memberikan informasi, tetapi juga memperkuat harapan dan keberdayaan pasien dalam menjalani pengobatan,” lanjutnya.
Skrining Kanker Paru dengan LDCT Untuk Kurangi Risiko Kematian
Esra Erkomay, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, mengatakan, “Pemberdayaan pasien melalui informasi yang akurat dan mudah dipahami adalah langkah awal dalam melawan kanker paru. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami dalam mendorong masyarakat untuk lebih proaktif menjalani skrining dan memahami pilihan terapi yang tersedia. Sebagai perusahaan biofarmasi berbasis sains, kami berkomitmen menghadirkan solusi inovatif berbasis riset dengan menempatkan pasien sebagai pusat dari setiap inisiatif. Bersama CISC, kami berharap inisiatif edukasi ini tak hanya menjadi wadah berbagi, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem yang lebih peduli dan responsif terhadap kebutuhan pasien kanker paru di Indonesia.”
CISC menyambut positif kolaborasi ini, sejalan dengan fokus mereka dalam edukasi dan pendampingan pasien. “Sebagian besar kasus kanker paru masih terdiagnosis pada stadium lanjut, padahal pengobatan sejak dini secara signifikan dapat meningkatkan harapan hidup. Karena itu, skrining rutin—terutama bagi kelompok berisiko tinggi—tidak boleh diabaikan,” ujar Aryanthi Baramuli Putri, Ketua Umum dari CISC.
“Pemahaman pasien dan keluarga terhadap pilihan terapi, termasuk pengobatan inovatif yang semakin bersifat personal, juga sangat penting. Kami mengapresiasi inisiatif AstraZeneca dalam mendukung edukasi pasien melalui kegiatan ini, yang tak hanya memberikan informasi, tetapi juga memperkuat harapan dan keberdayaan pasien dalam menjalani pengobatan,” lanjutnya.
Skrining Kanker Paru dengan LDCT Untuk Kurangi Risiko Kematian
Lihat Juga :