Air Distilasi Dinilai Paling Aman untuk Kesehatan Ginjal
Rabu, 07 Mei 2025 - 20:00 WIB
loading...
Dokter spesialis penyakit dalam, Luh Putu Swastiyani, menekankan pentingnya menjaga kesehatan ginjal karena organ ini berfungsi menyaring racun dari darah. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam, Luh Putu Swastiyani, menekankan pentingnya menjaga kesehatan ginjal karena organ ini berfungsi menyaring racun dari darah, menjaga tekanan darah, keseimbangan elektrolit, dan memproduksi hormon penting.
Ia menyebut kerusakan ginjal dapat memengaruhi organ vital lain seperti jantung, hati, dan otak.
“Kerusakan ginjal bisa memberi dampak kesehatan serius bagi organ tubuh lainnya seperti jantung, hati, dan bahkan otak,” kata dokter yang berpraktik di Yogyakarta tersebut.
Untuk menjaga kesehatan ginjal, Dokter Luh menyarankan mengonsumsi makanan bergizi, menghindari garam berlebih dan makanan olahan, serta mencukupi kebutuhan cairan dengan air yang berkualitas.
Ia merekomendasikan air yang telah melalui proses distilasi karena bebas dari kontaminan berbahaya seperti logam berat dan bahan kimia. Air hasil distilasi juga memiliki kadar mineral anorganik nyaris nol (0ppm), sehingga lebih aman dikonsumsi dan membantu meringankan kerja ginjal.
“Air yang dihasilkan dari distilasi seperti ini (Amidis) memiliki kadar mineral anorganik, dan kontaminan yang sangat rendah bahkan mencapai 0ppm. Artinya air ini bebas dari unsur-unsur berbahaya,” jelasnya.
Rekomendasi Dokter Luh diperkuat oleh jurnal Hydration and Kidney Health (Nutrients, 2020) yang menyebut konsumsi air murni lebih baik daripada minuman manis atau berkafein, serta membantu mencegah penurunan fungsi ginjal akibat dehidrasi kronis.
Ia menyebut kerusakan ginjal dapat memengaruhi organ vital lain seperti jantung, hati, dan otak.
“Kerusakan ginjal bisa memberi dampak kesehatan serius bagi organ tubuh lainnya seperti jantung, hati, dan bahkan otak,” kata dokter yang berpraktik di Yogyakarta tersebut.
Untuk menjaga kesehatan ginjal, Dokter Luh menyarankan mengonsumsi makanan bergizi, menghindari garam berlebih dan makanan olahan, serta mencukupi kebutuhan cairan dengan air yang berkualitas.
Ia merekomendasikan air yang telah melalui proses distilasi karena bebas dari kontaminan berbahaya seperti logam berat dan bahan kimia. Air hasil distilasi juga memiliki kadar mineral anorganik nyaris nol (0ppm), sehingga lebih aman dikonsumsi dan membantu meringankan kerja ginjal.
“Air yang dihasilkan dari distilasi seperti ini (Amidis) memiliki kadar mineral anorganik, dan kontaminan yang sangat rendah bahkan mencapai 0ppm. Artinya air ini bebas dari unsur-unsur berbahaya,” jelasnya.
Rekomendasi Dokter Luh diperkuat oleh jurnal Hydration and Kidney Health (Nutrients, 2020) yang menyebut konsumsi air murni lebih baik daripada minuman manis atau berkafein, serta membantu mencegah penurunan fungsi ginjal akibat dehidrasi kronis.
Lihat Juga :